Select Page

Belakangan ini cukup marak, tentang “organik”. Apa itu organik ? Seperti Budidaya padi Organik. Organik berasal dari kata senyawa organik. Sedangkan pertanian organik merupakan suatu sistem bercocok tanam yang mengutamakan unsur-usur alami dalam proses budidaya tanaman.

Padi Organik adalah padi yang dihasilkan dari budidaya pertanian organik yaitu Budidaya Padi Organik. Padi organik bukanlah sekedar padi biasa, tetapi ia diolah dan dibudidayakan dengan melalui cara pendekatan organik. Batang padi yang sudah mati disebut dengan jerami, ada cara unik menanam padi di jepang juga loh.

Langkah-langkah Budidaya Padi Organik Dengan Metode SRI

budidaya padi organik penanganan hama

Padi juga terdapat dua jenis, padi sawah juga padi gogo, bedanya terletak pada adanya atau tidak adanya air. Pada artikel saat ini kita juga akan membahas tentang budidaya padi yang ada di sawah. Padi hanya dapat tumbuh pada ketinggian dari 0 – 1500 meter dari atas permukaan laut dengan temperatur sekitar 19-27 derajat celcius, memerlukan penyinaran matahari penuh tanpa halangan. Ingin tahu bagaimana

Sekilas tentang padi gogo yaitu padi yang ditanam di lahan yang tidak tergenangi air atau bisa disebut dengan padi ladang budidya tanaman padi gogo ada disini.

Angin berpengaruh pada penyerbukan dan pembuahan. Padi bisa tumbuh di tanah lumpur yang subur dengan ketebalan antara 18-22 cm dan pH tanah sekitar 4 – 7. Sebelum bisa memulai budidaya padi organik, langkah yang paling awal yaitu menyiapkan benih yang berkualitas.

Tahap 1. Penyemaian

Hal yang paling pertama yang dilakukan dalam cara budidaya padi organik adalah penyemaian benih. Kegiatan pertama adalah melakukan seleksi benih. Dalam pemilihan benih ini dimaksudkan untuk supaya kita bisa menanam benih yang benar-benar baik. Benih padi yang digunakan untuk luasasn 200 meter persegi adalah sebanyak setengah kilogram.

Untuk kita bisa mengecek baik tidaknya benih bisa dilakukan dengan cara menguji benih di dalam air, benih yang baik adalah benih yang tenggelam. Sementara itu untuk benih yang tidak baik atau tidak layak yaitu benih yang mengapung. Biasanya benih-benih yang mengapung dalam air adalah benih yang kopong kosong ataupun benih yang sudah tumbuh.

Untuk memastikan benih yang tenggelam tersebut benar benar baik, maka uji kembali benih tersebut dengan memasukannya kedalam air yang sudah diberi garam. Larutan air garam yang cukup untuk menguji benih adalah larutan yang apabila dimasukkan telur, maka telur akan terapung.

Benih yang benar-benar baik untuk dijadikan benih adalah benih yang tenggelam dalam air tersebut yang sudah dites.

Benih yang tadi telah diujikan lalu direndam dalam air biasa sampai selama 24 jam lalu kemudian ditiriskan dan diperam 2-3 hari ditempat yang lembab hingga keluar calon tunas dan, kemudian disemaikan pada media tanah dan kemudian pupuk kompos sekitar sebanyak 10 kg. Setelah sekitar umur penyemaian 7-12 hari benih padi sudah bisa siap ditanam.

Tahap 2. Pengolahan Lahan

Pengolahan lahan agar bisa ditanami padi sawah dilakukan dengan cara-cara dibajak dan dicangkul. Biasanya dilakukan minimal 2 kali pembajakan yangkni pembajakan kasar dan pembajakan halus yang diikuti dengan pencangkulan: Total pengolahan lahan ini bisa mencapai 2-3 hari.

Setelah selasai, aliri dan rendam dengan air lahan sawah  tersebut selama 1 hari. Pastikan ketika keesokannya harinya benih yang telah selesai disemai sudah siap untuk ditanam, yakni sudah mencapai umur 7-12 harian, perlu diingat, usahakan bibit yang disemai tidak melebihi umur 12 hari mengingat jika terlalu tua maka tanaman akan sulit beradaptasi dan tumbuh ditempat baru (sawah) karena akarnya sudah terlalu besar.

Tahap 4. Penanaman

Sebelum memulai padi ditanam, lakukanlah pencaplakan atau pembuatan jarak tanam antara tanaman, jarak tanam yang baik adalah jarak tanam sesuai dengan metode SRI yakni tidak terlalu rapat, biasanya 25 x 25 cm atau 30 x 30 cm.

Untuk melakukan penanaman dengan cara memasukkan satu bibit pada satu lubang tanam. Penanaman jangan terlalau dalam supaya akar bias leluasa bergerak.

Tahap 5. Perawatan

Pada penanaman budidaya padi organik dengan metode SRI yang paling penting adalah menjaga aliran air supaya sawah tidak tergenang terus menerus namun lebih pada pengaliran air saja.

Setiap hari petani biasanya akan melakukan Kontrol dan menutup serta membuka pintu air secara teratur agar maksimal.  Berikut panduan pengairan SRI:

  • Penanaman dangkal, tanpa digenangi air, mecek-mecek, sampai anakan sekitar 10-14 hari
  • Setelah itu, isikan air untuk menghambat pertumbuhan rumput-rumput dan untuk pemenuhan kebutuhan air yang oleh padi dibutuhkan dan melumpurkan tanah, digenangi sampai tanah tidak tersinari matahari, setelah itu dilairi air saja.
  • Setelah sekitar seminggu jika tidak ada pertumbuhan yang cukup signifikan dilakukanlah pemupukan agar ada pertumbuhan yang signifikan, ketika pemupukan dikeringkan dan galengan ditutup.
  • Ketika sudah berbunga baru mulai, sekitar umur 2 bulan, harus digenangi kembali, dan ketika akan panen lalu dikeringkan
  • Pemupukan biasanya dilakukan pada 20 hari setelah tebar, pupuk yang digunakan adalah kompos sekitar 175-200 kg. Ketika dilakukan pemupukan sawah dikeringkan dan pintu air ditutup. Setelah 27 hari dari hari ketika tebar, aliri sawah secara bergantian antara kering dan basah.
  • Beberapa hama yang sering menyerang tanaman padi diantaranya burung, walang sangit, wereng dan penyakit ganjuran atau daun menguning.

Cara Penanganan Hama Budidaya Padi Organik

Cara penanganannya bisanya dengan cara manual, membuat orang-orangan sawah untuk hama burung, penyemprotan dengan pestisida hayati seperti nanas, bawang putih dan kipait atau gadung. Serta untuk penyakit biasanya dengan cara mencabut dan membakar tanaamn yang sudah terkena penyakit daun menguning.

Untuk bisa pencegahan harus segera dilakukan penanaman secara serentak supaya hama dan penyakit tidak datang lagi, penggunaan bibit yang sehat, pengaturan air yang baik, dan

Dengan cara melakukan dengan sistem budidaya tanaman yang sehat yang cukup nutrisi dan vitamin sehingga kekebalannya tinggi.

Hama lain yang sering menyerang adalah  hama putih,  thrips, wereng, walang sangit, kepik hijau,  penggerek batang padi, tikus , dan burung. Sementara itu penyakitnya adalah penyakit bercak daun coklat, penyakit blast, Busuk pelepah daun, fusarium, penyakit kresek atau hawar daun dan penyakit tungro.

Tahap 6. Panen

Ketika padi mulai tumbuh bunga pada sekitar umur 2-3 bulan dan bisa dipanen rata-rata pada umur sekitar 3,5 sampai 6 bulan bulan, tergantung jenis dan varietasnya. Pada luasan lahan 200 meter persegi, untuk padi yang berumur pendek (3,5 bulan) biasanya diperoleh 2 kwintal gabah basah, setara dengan 1, 5 kuintal gabah kering atau 90 kg beras.

Setelah masuk masanya dipanen, padi juga bisa dijual langsung, atau juga bisa dijemur dulu sekitar 1-2 hari baru kemudian untuk dijual, atau setelah dijemur digiling baru dijual berupa beras ataupun untuk dikonsumsi sebagiannya.

Aturan Hukum Budidaya Padi Organik

Budidaya padi organik haruslah memenuhi aturan Sistem Pangan Organik, tertera dalam Standar Nasional Indonesia nomor 01-6729-2002. Budidaya padi  organik memiliki aturan main sendiri! Tidak bisa asal menggunakan pupuk organik padat secara bebas ( misalnya kompos ) dia dikatakan organik! Walhasil, paling tidak pertanian organik, seluruh asupan kesuburan. Baik itu pupuk organik padat maupun pupuk organik cair haruslah dibuat dari bahan-bahan alami, bukan sintetis.

Kenapa harus menghindari yang sintetis? Karena perlakuan memakai sintetis kemungkinan besar akan meninggalkan residu dalam lahan maupun tanaman.

Singkat kata, bertani organik pendekatannya harus terintegrasi. Dimulai dari bibit yang ditanam, proses pembenihan, pengelolaan setelah dilapangan, asupan kesuburan, proses pemanenan sampai kepada pengolahan pasca panen haruslah memakai prinsip-prinsip organik.

Jika sudah demikian, sekalipun bertani organiknya belum tersefikasi? Besar harapan maka ketika dilakukan pemeriksaan terhadap proses dan hasil pertanian organiknya, sudah mendekati aturan main sertifikasi organik. Proses pengeringan konvensional, keringnya padi masih menggunakan tenaga matahari.

System of Rice Intensification

SRI pertama kali dikembangkan di Pulau Madagaskar oleh Fr. Henri de Laulanie, SJ, yang merupakan seorang Pastor Jesuit asal Perancis. Dia mempublikasikan metode temuannya pada tahun 1983. Oleh penemunya itu, metodologi ini disebut juga Ie Systme de Riziculture Intensive (bahasa Perancis). Dalam bahasa Inggris telah populer dengan nama System of Rice Intensification disingkat SRI.

Di Tahun 94 sebuah Institusi swadaya didirikan oleh masyarakat bernama Tefy Saina dan juga CIIFAD dalam bahasa indonesia disebut Lembaga Internasional Cornell Untuk Pertanian dan Pengembangan Pangan mulai saling bekerjasama dalam rangka pengembangan SRI. Dengan bantuan CIIFAD, metode SRI (System of Rice Intensification) menyebar juga ke negara lain. Nanjing Agricultural University  (NAU) di Negara China dan juga Agency for Agriculture Research and Development (AARD) telah melakukan percobaan pertamanya di luar Pulau Madagaskar pada tahun 1999.

Apa Hubungan SRI Dengan Budidaya Padi Organik?

Dalam beberapa praktek yang dilakukan di berbagai negara menemukan bahwa metode SRI berhasil menekan serendah mungkin dalam input produksi. Hal ini juga sejalan dengan upaya para aktivis-aktivis pertanian organik untuk mengolah tanah secara berkelanjutan. Hasilnya juga, ditemukan hubungan konservasi air pada sistem budidaya padi organik dengan metode SRI dengan upaya konservasi tanah yang dianut pada budidaya padi organik.

Dewasa ini, banyak para petani organik yang menerapkan juga budidaya padi organik dengan metode SRI. Pola pertanian padi SRI organik merupakan perpaduan antara metode budidaya padi SRI yang pertamakali dikembangkan di Madagaskar, dengan metode budidaya padi organik dalam praktek pertanian organik.

Metode ini akan sangat meningkatkan fungsi tanah sebagai media tumbuh dan sumber nutrisi tanaman. Dengan sistem (System of Rice Intensification) SRI organik daur ekologis akan yang berlangsung dengan baik karena memanfaatkan mikroorganisme tanah secara alami. Pada gilirannya keseimbangan ekosistem dan kelestarian lingkungan akan sellalu terjaga.

Di sisi lainnya, produk yang dihasilkan dari metode ini lebih sehat bagi konsumen karena terbebas dari paparan zat kimia berbahaya.

Melalui sistem SRI ini kesuburan tanah juga menjadi dikembalikan sehingga daur – daur secara ekologis dapat kembali lagi berlangsung dengan baik dengan memanfaatkan dari mikroorganisme tanah yang sebagai alat penyedia produk metabolit untuk nutrisi tanaman.

Melalui metode ini diharapkan kelestarian lingkungan dapat tetap terjaga dengan baik, demikian juga dengan produk akhir yang dihasilkan, yang notabene lebih sehat bagi konsumen karena terbebas dari paparan zat kimia berbahaya.

Aspek Aspek Yang Berpengaruh Budidaya Padi Organik

Pemilihan untuk metode dalam budidaya padi organik secara menggunakan SRI bisa menghasilkan produk akhir yang berupa beras organik yang memiliki kualitas tinggi sebagai beras yang sehat, dilihat dari beberapa aspek berikut:

  • Dalam Aspek lingkungan, dengan juga menghilangkan penggunaan pupuk dan obat-obatan kimia dan manajemen penggunaan air yang terukur secara tidak langsung telah membantu mengkonservasi lingkungan.
  • Aspek kesehatan, bagi konsumen produk yang dihasilkan akan lebih sehat dan menyehatkan, karena tidak terkandung residu zat kimia berbahaya yang dapat menimbulkan berbagai macam penyakit dalam tubuh manusia.
  • Dalam produktivitas tinggi, bagi produsen atau para petani, penerapan metode ini bisa meningkatkan hasil panen yang pada giliranya menghasilkan keuntungan maksimal.
  • Untuk bisa kualitas yang tinggi, produk  yang dihasilkan memiliki kualitas yang lebih baik dibanding dengan produk konvensional, sehingga harganya pun tentunya akan lebih baik.

Prinsip Budidaya Padi Organik SRI

  • Tanaman bibit muda sekitar berusia kurang dari (-12) hari setelah penyemaian ketika bibit masih berdaun 2 helai
  • Bibit ditanam satu pohon perlubang dengan jarak minimal 25 cm persegi
  • Ketika Pindah tanam harus dilakukan sesegera mungkin (kurang dari 30 menit) dan harus hati-hati agar akar tidak putus
  • Penanaman padi dengan perakaran yang dangkal
  • Pengaturan air, pemberian air maksimal 2 cm dan tanah tidak diairi secara terus-menerus sampai terendam dan penuh, namun hanya lembab (irigasi berselang atau terputus)
  • Peningkatan aerasi tanah dengan penggemburan atau pembajakan
  • Dalam penyiangan yang sejak awal sekitar (+-)10 hari dan diulang sekitar 2-3 kali dengan interval 10 hari
  • Menjaga keseimbangan biota tanah dengan menggunakan pupuk organik

Keunggulan Budidaya Padi Organik SRI

  • Tanaman yang hemat airSelama dalam pertumbuhan tanaman dari mulai tanam sampai akhir panen membutuhkan air maksimal 2 cm, paling baik macak – macak sekitar 5 milimeter dan ada periode dimana pengeringan sampai tanah retak (irigasi terputus).
  • Hemat biaya, dalam benih hanya butuh benih 5 kg untuk lahan per hektar. Tidak memerlukan biaya pencabutan bibit, tidak memerlukan biaya pindah bibit, tenaga tanam kurang, dll.
  • Hemat dalam waktuditanam bibit muda 5 – 12 hari setelah semai, dan waktu panen akan lebih awal
  • Produksi yang meningkatdi beberapa tempat mencapai 11 ton per hektar
  • Ramah terhadap lingkungan, tidak menggunaan bahan bersifat kimia dan digantikan dengan mempergunakan pupuk organik (kompos, kandang dan mikro-oragisme lokal), begitu juga penggunaan pestisida.

Beras Organik

beras organik

Sebagai hasil budidaya padi organik itu menghasilkan Beras Organik tentu saja ketika sudah melewati proses teknik penggilingan padi yang baik Dan menyisakan Jerami, beras juga bisa dijadikan tepung beras dan olahan lainnya.

Lalu apakah Beras Organik Itu?, mari kita baca dan simak.

Beras organik adalah beras yang dihasilkan melalui proses budidaya organik tanpa menggunakan pupuk dan pestisida (racun hama) kimia. Sedangkan proses organik adalah budidaya di tanah yang ramah lingkungan, tidak menggunakan pupuk dan pestisida (racun hama) kimia.

Proses ini juga akan menjaga kelestarian lingkungan dan keseimbangan ekosistem di dalam lingkungan. Dapat dikatakan sebagai metode yang ramah lingkungan

Dalam proses budidaya beras organic itu dilakukan dengan menggunakan Jenis pupuk organik, seperti kompos, pupuk hijau maupun pupuk hayati. Dalam pemberantasan hama yang menggangu menggunakan pestisida alami yang dihasilkan dari daun-daunan dan buah-buahan yang difermentasikan secara alami.

Proses organik dapat memperbaiki struktur dan kesuburan tanah, serta membangun ekosistem yang berkelanjutan. Dalam proses organik ini juga dapat mengendalikan organisme-organisme pengganggu tanaman (OPT).

Keunggulan Dari Beras Organik

Jika dibandingkan dengan beras lainnya atau beras non organik, beras organik memiliki beberapa keunggulan atau kelebihan di antaranya:

  • Saat dimasak, beras organik terasa lebih pulen.
  • Nasi tidak cepat basi. Tahan hingga 24 jam.
  • Volume lebih banyak dibandingkan dengan beras non organik.

Manfaat Bagi Tubuh Manusia

Selain juga memiliki beberapa keunggulan yang disebutkan di atas, mengkonsumsi beras organik juga akan memberi manfaat-manfaat bagi tubuh, antara lain:

Mengkonsumsi beras organik sebagai makanan akan bisa mengurangi kadar urea dalam darah yang selama ini telah menumpuk dikarenakan kebiasaan mengkonsumsi beras yang dipupuk dengan pupuk seperti urea.

Dapat mengurangi kadar berbahaya logam berat dalam darah karena menggunakan insektisida yang bersifat kimiawi. Hal inilah yang dapat mencegah tubuh terserang berbagai macam penyakit yang berbahaya yang pada dasa warsa terakhir banyak diderita oleh masyarakat.

Beras organik memiliki kandungan nutrisi dan mineral tinggi, kandungan glukosa, karbohidrat dan proteinnya mudah terurai, sehingga aman dan sangat baik dikonsumsi penderita diabetes.

Beras organik bagus dan baik untuk program diet, mencegah penyakit kanker, dari serangan jantung, Penyakit asam urat, darah tinggi dan juga vertigo.

Tips Sukses Budidaya Padi Organik

Menyiapkan lahan

Lahan Merupakan salah satu komponen terpenting jika anda ingin memulai bercocok tanam. Sediakan juga lahan kosong yang sudah subur yang sudah dibersihkan dari rumput liar dan dari gulma yang mengganggu.

Untuk meningkatkan kesuburan tanah ketika ditanami. Tanah dialiri air hingga gembur dan lunak kemudian bajak menggunakan traktor, lalu genangi air kembali setinggi 5-10 cm, dan biarkan air menggenang dalam media tanam selama 2 minggu supaya racun racun dapat di netralisir oleh air.

Pembibitan

Setelah kita menyiapkan lahan sebar benih padi yang sudah bagus yang sudah melalui tahap pengujian untuk menentukan hasil kualitasnya, rendam bibit 2 hari hingga berkecambah.

Berilah pupuk area persemaian tadi dengan pupuk urea dan tsp, masing masing 10 gram untuk setiap semester dari lahan.