Select Page
Zakat hasil pertanian – zakat hasil pertanian hukumnya wajib bagi yang menanamnya, Mengetahui bahwa hasil pertanian Indonesia adalah sebagian besar beras, maka pada saat zakat fitrah masyarakat Indonesia berzakat dengan beras.
Zakat hasil pertanian atau dalam bahasa arab disebut zakat ziro’ah adalah salah satu zakat wajib yang masuk kepada bagian zakat mal. Nishab Zakat Hasil Pertanian ialah 5 wasq atau setara dengan 653 kg gabah, jika hasil pertanian tersebut termasuk makanan pokok seperti beras, gandum, jagung, kurma dll.

Sedagkan jika hasil pertanian itu selain makanan pokok, seperti buah-buahan, sayur-sayuran, daun, bunga dll maka nishabnya diikutkan dengan harga nishab dari makanan pokok yang paling umum di daerah (negeri) tersebut.

Kadar zakat hasil pertanian adalah berbeda tergantung dengan jenis pengairannya. Jika diairi dengan air hujan, atau sungai/mata air, maka zakatnya 10%, sedangkan apabila diairi dengan disirami atau dengan irigasi yang memerlukan biaya tambahan maka zakatnya 5%.

Zakat Hasil Pertanian

Pada sistem pertanian zaman sekarang ini, biaya pengelolaan tidak sekedar air tetapi juga pupuk, insektisida dan lain-lain.

Oleh karena itu, untuk menentukan zakatnya, biaya pupuk, insektisida dan sebagainya tersebut diperhitungkan sebagai pengurang hasil panen, baru kemudian jika lebih nishab hasil panen tsb dikeluarkan zakatnya 10% atau 5% (tergantung sistem pengairan).

Zakat hasil pertanian atau zakat ziro’ah hukumnya adalah wajib. Alloh SWT telah menerangkannya dalam Al-Quran yang artinya:

“Dan Dia – lah yang menjadikan kebun – kebun yang berjunjung dan juga tidak berjunjung. Pohon kurma, tanaman – tanaman yang bermacam – macam buahnya, zaitun, dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan yang berbeda (rasanya).

Makanlah hasilnya (yang bermacam-macam itu) apabila berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan mengeluarkan zakatnya); dan janganlah kamu berlebihan, sesungguhnya Alloh tidak menyukai orang yang berlebihan”. (Q.S. Al-An’am: 141)

“Wahai umat – umat yang beriman, belanjakanlah (zakatkanlah) sebagian yang baik – baik dari harta yang kamu dapatkan dan dari apa yang Kami keluarkan untuk kamu dari bumi…” (Q.S. Al-Baqoroh: 267)

Itulah tadi dalil dalil tentang zakat pertanian atau zakat ziro’ah, dengan keterangan diatas maka jelaslah bahwa zakat hasil pertanian ini wajib.

Apa Saja Hasil Bumi Yang Wajib Dikeluarkan Zakat Hasil Pertanian ?

Ada perbedaan pendapat tentang hasil bumi yang wajib dikeluarkan zakatnya. Ada yang berpendapat zakat hasil bumi hanya wajib untuk empat macam, yaitu: qamah (gandum), sya’ir (padi belanda), tamar (kurma), dan zabib (anggur kering/kismis).

Selain itu juga yang berpendapat jika zakat diwajibkan terhadap semua hasil bumi, sebagaimana pendapat Imam Abu Hanifah: “Zakat itu wajib terhadap tumbuh – tumbuhan yang tumbuh oleh bumi, baik berupa biji-bijian, buah-buahan, maupun bunga, selain dari tiga, yaitu kayu api, buluh, dan rumput.”

Jika kita perhatikan ayat yang menjelaskan hukumnya zakat hasil pertanian tadi (Q.S. Al-An’am: 141), maka dapat disimpulkan jika benar pendapat Imam Abu Hanifah bahwa zakat pertanian itu untuk segala macam jenis pertanian, karena didalam ayat tersebut dijelaskan macam-macam tumbuhan dengan bermacam-macam fungsi dan jenisnya.

Jadi segala macam hasil bumi baik berupa padi (pertanian), buah-buahan, dan sayuran (perkebunan), wajib dikeluarkan zakatnya sebagai zakat hasil bumi atau zakat hasil pertanian (zakat ziro’ah).

Ketentuan Zakat Hasil Pertanian

Hasil bumi wajib dikeluarkan zakatnya bila sudah mencapai nishab (jumlah minimal) yaitu 5 wasaq (650 Kg). Adapun kadar zakatnya ada dua macam berikut ini:

  • Pertama, bila pengairannya alamiah (oleh hujan atau mata air) maka kadar zakatnya adalah 10%.
  • Kedua, bila pengairannya oleh tenaga manusia atau binatang maka kadar zakatnya yaitu 5%.

Setelah mengetahui dua macam ketentuan zakat hasil pertanian di atas berikut dalil – dalil mengenai ketentuan zakat hasil pertanian.

“Sabda Nabi Muhamad SAW: “Kurma atau juga biji-bijian yang jumlahnya kurang dari 5 wasaq (650 Kg) tidak ada zakatnya.” (H.R. Muslim)

“Sabda Rasulullah SAW: “Yang diairi oleh air hujan, mata air, atau air tanah, zaka yang dikeluarkan 10%. Sedangkan yang diairi dari penyiraman, zakatnya 5%.” (H.R. Abu Dawud)

Adapun waktu pengeluaran zakat pertanian dan hasil bumi lainnya adalah waktu dipanen, sebagaimana keterangan dalam Al-Quran surat Al-An’am 141: “…Dan tunaikanlah haknya di hari memetik atau memanen hasilnya (dengan dikeluarkan zakatnya)…”

Perlu Diketahui

Dalam merawat hasil bumi para petani biasa mengeluarkan biaya operasional, apakah biasa operasional itu dikurangkan dahulu sebelum dihitung zakatnya atau langsung dihitung tanpa dikurangi biaya operasional?

Hadist dari Imam Abu Hanifah, Malik, dan Asy Syafi’i: “Yang mempunyai tumbuh-tumbuhan tidak boleh menghitung dulu belanja operasional yang telah dikeluarkan. Zakat langsung dihitung dari hasil yang bersih”.

Sedangkan hadist Ibnu Umar r.a:
“Ia mulai dengan membayar utangnya dan lalu zakati sisanya”.

Menurut Ibnu Abbas juga berpendapat senada:
“Ia bayar apa yang telah ia keluarkan untuk belanja tumbuh-tumbuhan setelah itu ia zakati sisanya.”

Jadi menurut Ibnu Umar dan Ibnu Abbas biaya operasional dikurangkan dari penghasilan panen,setelah itu dihitung zakatnya setelah dikurangkan biaya operasional tersebut. Namun bila kita ingin lebih berhati-hati, maka sebaiknya zakat itu dihitung dari penghasilan kotor.

Contoh Kasus Zakat Hasil Pertanian

Pak Endang memiliki kebun sayur-mayur seluas 10 hektar, ketika panen, ia mendapatkan hasil sebanyak 5 ton, yakni seharga Rp. 20.000.000,- (asumsi harga per Kg = Rp. 4.000,-). Maka penghitungan zakatnya adalah sebagai berikut

Hasil Panen: 5 ton =Rp. 20.000.000
Kadar Zakat:

  •  Pengairan dengan energi manusia: 5% x 20.000.000 = Rp. 1.000.000
  •  Pengairan menggunakan air hujan: 10% x 20.000.000 = Rp. 2.000.000

Zakat yang dikeluarkan dapat berupa hasil panen atau berupa uang tunai seharga kadarnya.

Manfaat Zakat

Menunaikan zakat adalah kewajiban bagi umat Islam sebagai kepatuhan kepada Allah SWT, termasuk berguna bagi sesama yang membutuhkannya.

Dengan zakat mengajarkan kalian akan keikhlasan dan kedermawanan, sekaligus meningkatkan rasa kepedulian terhadap penderitaan fakir miskin.

Manfaat zakat dibagi menjadi tiga, dari segi keagamaan, segi ahlak dan segi sosial. Apa saja sebenarnya manfaat zakat tersebut?

Manfaat zakat dari segi keagamaan

Mengeluarkan zakat adalah ibadah dan sangat bermanfaat bagi muzakki atau orang yang memberikan zakat. Manfaat apa saja yang dapat dirasakan setelah mengeluarkan zakat?

  • Zakat termasuk rukun Islam yang harus senantiasa dikerjakan yang membuat seseorang merasakan kebahagiaan di dunia dan juga di akhirat kelak.
  • Zakat merupakan sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT dan bisa meningkatkan keimanan dan ketaatan kepada Allah SWT.
  • Untuk umat Islam yang membayar zakat akan mendapatkan pahala yang besar. Seperti yang terkandung di dalam firman Allah di Qs. Al-Baqarah: 276 yang menjelaskan “ Allah memusnahkan riba dan memperbanyak sedekah”.
  • Dengan membayar zakat, Allah berjanji akan menghapus ssenua dosa yang dimiliki seseorang. Seperti yang berada di dalam sabda rosullullah yang menyatakan “sedekah itu memadamkan kesalahan, sebagaimana air memadamkan api”. Itu bermaksud sedekah tersebut adalah zakat dan segala sedekah.

Manfaat Zakat Dari Segi Akhlak

Banyak manfaat bisa meningkatkan akhlak muzakki, sehingga dengan perjalanan waktu semakin bagus akhlaknya di kemudian hari. Berikut ini beberapa manfaat zakat yang berkaitan besar dengan akhlak manusia.

  • Zakat memasukkan muzakki ke dalam golongan orang dermawan yang memiliki sifat mulia berupa kedermawanan dan rasa toleransi yang tinggi.
  • Zakat dapat meningkatkan rasa kasih sayang dan juga simpati pada diri muzakki terhadap para saudaranya yang sedang kekurangan. Allah sangat mencintai umat – umatnya yang mencintai saudaranya yang sedang dilanda kekurangan.
  • Pengorbanan raga dan juga harta bagi kaum muslimin dapat menjadikan seseorang lapang dada dan melegakan jiwa. Selain itu bisa membuat seseorang lebih dicintai orang lain, karena yang diberikan kepada para saudaranya menimbulkan manfaat besar.
  • Zakat dapat memperbaiki akhlak seseorang yang dengan ikhlas menunaikannya. Sifat pelit dan bakhil dapat dihilangkan dari dirinya. Seperti yang dijelaskan dalam Qs. At-Taubah: 103 yang menyatakan “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu dapat membersihkan dan menyucikan mereka”.

Manfaat Zakat Dari Segi Sosial

Selain memberikan manfaat dari segi keagamaan dan memperbaiki akhlak, zakat juga dapat dirasakan dari segi sosial. Apa sajakah manfaat yang bisa dirasakan bagi seseorang yang dengan ikhlas menunaikan zakat?

  • Zakat dapat membantu fakir miskin dalam memenuhi kebutuhannya.
  • Zakat bisa memperkuat tali persaudaraan dan ukhuwah islamiyah.
  • Menunaikan zakat dapat menghilangkan rasa iri hati dan dengki yang bersemayam di dada para  fakir miskin. Keberadaan orang – orang kaya itu sama sekali tidak memberikan manfaat apapun untuk orang yang tidak mampu secara ekonomi. Sedangkan para orang kaya itu tidak menunaikan zakat dan bersedekah kepada forang yang lebih membutuhkan. Sehingga terhindar dari bentrokan secara fisik dan menghilangkan semua penyakit hati.
  • Ibadah zakat bisa menambah harta dan meningkatkan keberkahan harta. Seperti yang terdapat di dalam hadist Nabi Muhammad SAW yang menyatakan sedekah itu tidak mengurangi harta.
  • Zakat dapat memperluas peredaran harta. Hal ini disebabkan dengan membayar zakat maka harta tidak berhenti pada satu titik, tapi bisa menyebar ke banyak orang. Dengan itu manfaat zakat tidak hanya bersifat individu saja, tapi juga secara luas kepada masyarakat.

Manfaat dan Contoh Tanaman yang Dizakatkan

Zakat Ketela

zakat hasil pertanian

Tentang Masalah Ketela merupakan penghasilan yang menjadi tradisi di banyak kawasan pedesaan. Selain praktis, juga tidak terlalu memakan biaya.

Bahkan masyarakat yang mengkonsumsinya sebagai makanan pokok untuk diolah menjadi singkong rebus atau tiwul, gaplek dan lain lain, seperti yang terjadi di sebagian masyarakat Trenggalek.

Manfaat Ketela

Berbagai risiko penyakit diduga dapat dikurangi dengan mengonsumsi ketela secara teratur. Penyakit-penyakit tersebut antara lain:

1. Kanker

Seperti yang telah disebutkan diatas, kandungan beta karoten pada ubi jalar memungkinkan makanan ini bermanfaat dalam mencegah kanker.

Penelitian menunjukkan bahwa beta karoten dapat menurunkan risiko beberapa penyakit kanker, contohnya seperti kanker lambung, payudara, dan ginjal.

2. Kekebalan Tubuh

Lagi-lagi, beta karoten pada ketela memiliki peran yang hebat. Karoten ini bekerjasama dengan vitamin C dalam meningkatkan kekebalan tubuh.

Dua zat yang juga mempunyai sifat antioksidan ini membentuk kombinasi nutrisi yang kuat untuk mendukung peningkatan sistem kekebalan tubuh.

3. Diabetes

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa ketela dapat mengurangi kadar gula dalam darah penderita diabetes. Ketela juga ditengarai dapat mengurangi resistensi sel terhadap insulin dan menurunkan kadar HbA1C dalam darah yang meningkat pada penderita diabetes.

Tetapi, penelitian tersebut masih terbatas pada studi berkualitas rendah dan data tersebut masih perlu dikaji lebih lanjut.

4. Tekanan Darah

Mengonsumsi Ketela dapat membantu meningkatkan asupan kalium. Dengan itu, terdapat potensi membantu menurunkan tekanan darah.

Tapi disarankan untuk mengolah ubi jalar dengan tidak menambah garam secara berlebihan, karena kelebihan garam (sodium) dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah.

Zakat Beras

zakat hasil pertanian

Menurut Ustaz Rikza Maulan, besaran zakat fitrah yang harus diberikan oleh setiap muslim ialah sebesar 2.5 kilogram beras. Beras yang dizakatkan harus sesuai dengan jenis beras yang dikonsumsi sehari-hari.

Zakat fitrah yang harus dikeluarkan seseorang itu standarnya adalah 2.5 kilogram beras yang kita konsunsi sehari-hari di rumah.

Manfaat Beras

Beras merupakan makanan pokok masyarakat Indonesia. Tanaman ini memiliki banyak manfaat diantaranya sebagai berikut.

1. Mengandung Antosianin Tinggi

Keunggulan dalam beras hitam mengindikasikan kandungan antosianin yang tinggi, namun sesendok beras hitam diklaim mengandung lebih banyak antosianin dibanding sesendok blueberry yang disebut sebagai buah dengan kandungan antosianin tertinggi.

Sebagai antioksidan, antosianin berguna mencegah terjadinya penyakit penyumbatan pembuluh darah atau yang disebut juga aterosklerosis, menghambat sel tumor, menangkal radikal bebas dalam tubuh, mencegah penyakit neurologis, hingga meningkatkan kemampuan memori otak.

2. Kaya Akan Vitamin dan Mineral

Beras  mempunyai banyak vitamin dan mineral penting seperti vitamin E, B1, B2, B3, dan B6, zinc, magnesium, dan fosfor.

Kandungan antioksidan Vitamin E yang tinggi pada beras hitam mempunyai banyak manfaat bagi tubuh, dimulai dari meningkatkan imunitas tubuh, mencegah kerusakan sel, hingga menjaga kesehatan mata dan kulit.

Vitamin B, magnesium, dan zat besi merupakanpenghasil energi agar kamu kuat menjalani aktivitas sehari-hari, zinc adalah mineral yang menjaga sistem imun tubuh, sedangkan fosfor berguna untuk gigi dan tulang.

3. Menjaga Kesehatan Jantung

Penyakit jantung ialah ancaman serius bagi siapa saja. Salah satu upaya preventifnya adalah menjaga pola konsumsi dengan memilih bahan makanan yang baik untuk jantung, salah satunya adalah beras hitam.

Beras  mengandung antosianin fitokimia yang berfungsi menjaga kadar kolesterol penyebab sakit jantung dan menghalangi terbentuknya plak ateroskleroris dalam pembuluh darah yang akan menurunkan risiko serangan jantung dan stroke.

4. Membantu Detoksifikasi Tubuh

Beras hitam juga memiliki kandungan fitonutrien yang berfungsi mengurangi peradangan dan membantu proses detoksifikasi tubuh yang berakibat positif bagi performa tubuh secara keseluruhan.

Mengonsumsi beras hitam secara rutin bisa melindungi kamu dari kerusakan organ tubuh akibat radikal bebas yang menumpuk di tubuh, khususnya di dalam darah, pembuluh darah, dan organ hati.

Zakat Kurma

zakat hasil pertanian

Jika kurma telah berputik dan kelihatan akan menjadi baik, maka mengukur nishabnya ialah dengan menaksir bukan dengan ditakar.

Caranya yaitu salah seorang ahli taksir yang jujur memperkirakan buah kurma dan anggur yang ada di pohonnya, lalu menaksir berapa banyaknya nanti apabila telah menjadi kering, sehingga dapat diketahui berapa kadar zakat yang wajib dikeluarkan. Jikabuah-buahan itu telah kering, diambillah zakat sesuai dengan perkiraan sebelumnya.

Manfaat Kurma

Kurma menjadi tradisi dalam haji dan umroh dan menjadi khas oleh – oleh dari Arab. Manfaat yang terkandung dalam kurma adalah sebagai berikut.

1. Kenyang Lebih Lama

Manfaat buah kurma yang pertama yaitu mengenyangkan. Tidak sekadar mengenyangkan, kurma ternyata bisa memberi sensasi rasa kenyang yang lebih lama.

Hal itu karena kurma kaya karbohidrat, vitamin, dan mineral seperti vitamin A, vitamin C, vitamin E, magnesium, tembaga, riboflavin, dan sebagainya.

2. Mengandung Kadar Serat yang Sangat Tinggi

Rasa kenyang yang lebih lama tidak terlepas dari faktor dimana buah kurma juga merupakan salah satu makanan yang mempunyai serat sangat tinggi.

Kebutuhan serat harian untuk orang yang mengonsumsinya pun dapat terpenuhi dengan mudah. Sebagai catatan, jika kalian kekurangan serat, maka pencernaanya mudah terganggu dan bermasalah.

3. Mengembalikan Energi yang Hilang

Kurma memiliki kadar gula alami yang cukup tinggi seperti glukosa, fruktosa, dan sukrosa. Sehingga kurma sangat bagus bagi orang-orang yang berpuasa seharian atau sedang lelah karena aktivitas berat lainnya. Dengan mengonsumsi kurma, energi yang hilang dapat dipulihkan secara ‘instan’ (segera).

Yahh, itulah tadi artikel tentang zakat hasil pertanian yang dapat saya sampaikan semoga menjadi manfaat untuk anda. Sekian dan terimakasih.