Select Page

Pada Artikel kali ini saya akan memberitahu tentang mesin pencacah pelepah sawit terbaru,canggih yang membantu kerja Anda. Yuk! Simak penjelasannya.

Mesin Pencacah Pelepah Sawit

mesin pencacah pelepah sawit

Mesin Pencacah Pelepah Sawit atau Mesin Perajang Pelepah Sawit adalah mesin yang berfungsi untuk mencacah pelepah kelapa sawit menjadi bentuk-bentuk kecil bahkan sampai bentuk yang cukup lembut. Penggunaan mesin ini ditujukan untuk kebutuhan pembuatan kompos, pakan ternak dan lain sebagainya.

Spesifikasi Mesin Pencacah Pelepah Sawit

Mesin Pencacah Pelepah Tandan Sawit

Dimensi :  2300 x 970 x 1250mm
Material Rangka :  Besi UNP
Material Body :  Plat Eser
Material Pisau :  Besi Baja
Susunan Pisau :  Spiral & Knock Down
Penggerak :  Diesel
Daya ( Power ) :  Yanmar TS230R 23PK
Bahan Bakar :  Solar
Pendingin :  Radiator
Fungsi :  Untuk Mencacah Pelpeah sawit

Kegunaan Mesin Pencacah Pelepah Sawit

Perlu anda ketahui bahwasanya peranan ternak sapi untuk industri perkebunan kelapa sawit sangatlah penting. Dikarenakan antara peternakan sapi dengan perkebunan kelapa sawit merupakan model simbiosis mutualisme yang bermanfaat dan cukup efektif untuk menekan biaya pakan di sebuah industri peternakan sapi.

Dengan metode mengubah limbah pelepah sawit menjadi pakan ternak sapi menggunakan Mesin Pencacah Pelepah Sawit. Yang telah diketahui secara ilmiah bahwasanya pelepah sawit dapat menggantikan rumput sampai 80% tanpa mengurangi laju pertumbuhan bobot badan ternak.

Timbal baliknya adalah, limbah dari perkebunan kelapa sawit yang berupa pelepah sawit tidak menyebabkan pencemaran lingkungan. Dapat juga menjadi suatu barang yang lebih bermanfaat, dengan adanya Mesin Pencacah Pelepah Sawit atau Mesin Perajang Pelepah Sawit ini .

Keunggulan Mesin Pencacah Pelepah Sawit

Mesin Pencacah Pelepah Sawit kami sudah banyak digunakan oleh para pelaku usaha pertanian, perkekebuan, peternakan serta daur ulang limbah pelepah kelapa sawit. Mesin ini mempunyai keunggulan untuk mencincang dan memotong kecil-kecil pelepah kelapa sawit.

Bahkan hasil cacahan bisa sampai ukuran yang cukup lembut untuk kemudian diolah kembali menjadi kompos, pakan ternak atau bahkan bahan membuat biogas ataupun biomasa.

Mesin Pencacah Pelepah Sawit ini sangat penting peranannya dalam proses pembuatan pakan ternak atau kompos berbahan dasar pelepah kelapa sawit. Jangan salah pilih Mesin Pencacah Pelepah Sawit, pilihlah Alat Pencacah Pelepah Sawit yang memang berkualitas dan dari sumber atau produsen mesin terpercaya.

Penjelasan Tentang Kelapa Sawit

mesin-pencacah-pelepah-sawit

Elaeis (dari bahasa Yunani, artinya “minyak”) adalah genus dari Arecaceae yang memiliki dua spesies, yang disebut sebagai kelapa sawit. Tumbuhan ini digunakan untuk usaha pertanian komersial dalam produksi minyak sawit.

Kelapa sawit Afrika Elaeis guineensis (nama spesies guineensis mengacu pada negara asalnya) adalah sumber utama minyak kelapa sawit. Kelapa sawit Amerika, Elaeis oleifera (dari bahasa Latin oleifer, artinya “penghasil minyak”) adalah tanaman asli Amerika Selatan dan Tengah tropis, dan digunakan secara lokal untuk produksi minyak.

Kelapa sawit merupakan tumbuhan industri sebagai bahan baku penghasil minyak masak, minyak industri, maupun bahan bakar. Kelapa sawit ini memiliki peranan yang penting dalam industri minyak yaitu dapat menggantikan kelapa sebagai sumber bahan bakunya.

Perkebunannya menghasilkan keuntungan besar sehingga banyak hutan dan perkebunan lama dikonversi menjadi perkebunan kelapa sawit. Indonesia adalah penghasil minyak kelapa sawit terbesar di dunia. Di Indonesia penyebarannya di daerah Aceh, pantai timur Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi. Terdapat beberapa spesies kelapa sawit yaitu E.

Guineensis Jacq., E. oleifera, dan E. odora. Varietas atau tipe kelapa sawit digolongkan berdasarkan dua karakteristik yaitu ketebalan endokarp dan warna buah.

Berdsarkn ketebalan endokarpnya, kelapa sawit digolongkan menjadi tiga varietas yaitu Dura, Pisifera, dan Tenera, sedangkan menurut warna buahnya, kelapa sawit digolongkan menjadi tiga varietas yaitu Nigrescens, Virescens, dan Albescens.

Secara umum, kelapa sawit terdiri atas beberapa bagian yaitu akar, batang, daun, bunga dan buah. Bagian dari kelapa sawit yang dilolah menjadi minyak adalah buah.

Keterangan

Arecaceae dewasa bertangkai tunggal, dan dapat tumbuh dengan ketinggian lebih dari 20 m (66 ft). Daunnya menyirip, dan panjang mencapai antara 3–5 m (10–16 ft). Bunganya diproduksi dalam bentuk padat; masing-masing bunga kecil, dengan tiga sepal dan tiga kelopak.

Buahnya berwarna kemerahan, seukuran plum besar, dan tumbuh dalam tandan besar. Setiap buah terdiri dari lapisan luar yang mengandung minyak (perikarp), dengan biji tunggal (inti sawit), juga kaya akan minyak.

Kelapa sawit berbentuk pohon. Tingginya dapat mencapai 24 meter. Akar serabut tanaman kelapa sawit mengarah ke bawah dan samping. Selain itu juga terdapat beberapa akar napas yang tumbuh mengarah ke samping atas untuk mendapatkan tambahan aerasi.

Seperti jenis palma lainnya, daunnya tersusun majemuk menyirip. Daun berwarna hijau tua dan pelepah berwarna sedikit lebih muda. Penampilannya agak mirip dengan tanaman salak, hanya saja dengan duri yang tidak terlalu keras dan tajam.

Keterangan Selanjutnya

Batang tanaman diselimuti bekas pelepah hingga umur 12 tahun. Setelah umur 12 tahun pelapah yang mengering akan terlepas sehingga penampilan menjadi mirip dengan kelapa.

Bunga jantan dan betina terpisah namun berada pada satu pohon (monoecious diclin) dan memiliki waktu pematangan berbeda sehingga sangat jarang terjadi penyerbukan sendiri. Bunga jantan memiliki bentuk lancip dan panjang sementara bunga betina terlihat lebih besar dan mekar.

Tanaman sawit dengan tipe cangkang pisifera bersifat female steril sehingga sangat jarang menghasilkan tandan buah dan dalam produksi benih unggul digunakan sebagai tetua jantan.

Buah sawit mempunyai warna bervariasi dari hitam, ungu, hingga merah tergantung bibit yang digunakan. Buah bergerombol dalam tandan yang muncul dari tiap pelapah.

Minyak dihasilkan oleh buah. Kandungan minyak bertambah sesuai kematangan buah. Setelah melewati fase matang, kandungan asam lemak bebas (FFA, free fatty acid) akan meningkat dan buah akan rontok dengan sendirinya.

Buah Terdiri dari Tiga Lapisan:

  • Eksoskarp, bagian kulit buah berwarna kemerahan dan licin.
  • Mesoskarp, serabut buah
  • Endoskarp, cangkang pelindung inti

Inti sawit (kernel, yang sebetulnya adalah biji) merupakan endosperma dan embrio dengan kandungan minyak inti berkualitas tinggi.

Kelapa sawit berkembang biak dengan cara generatif. Buah sawit matang pada kondisi tertentu embrionya akan berkecambah menghasilkan tunas (plumula) dan bakal akar (radikula). Habitat aslinya adalah daerah semak belukar. Sawit dapat tumbuh dengan baik di daerah tropis (15° LU – 15° LS).

Hama dan Penyakit

Faktor yang dapat menyebabkan penurunan hasil produksi pada tanaman kelapa sawit diantaranya hama dan penyakit. Serangan hama utama ulat pemakan daun kelapa sawit, yakni ulat api (Lepidoptera: Limacodidae) dan ulat kantung (Lepidoptera: Psychidae). Potensi kehilangan hasil yang disebabkan kedua hama ini dapat mencapai 35%.

Jenis ulat api yang paling banyak ditemukan di lapangan adalah Setothosea asignaSetora nitensDarna trimaDarna diducta dan Darna bradleyi Selain hama, penyakit juga menimbulkan masalah pada pertanaman kelapa sawit.

Penyakit busuk pangkal batang yang disebabkan oleh infeksi cendawan Ganoderma boninense merupakan penyakit penting yang menyerang kebun-kebun kelapa sawit. Cendawan G. boninense merupakan patogen tular tanah yang merupakan parasitik fakultatif dengan kisaran inang yang luas dan mempunyai kemampuan saprofitik yang tinggi.

Gejala awal penyakit busuk pangkal batang pada tanaman kelapa sawit belum menghasilkan (TBM) terlihat dari luar adanya daun yang menguning pada satu sisi, atau adanya bintik-bintik kuning dari daun muda, yang kemudian diikuti dengan nekrosis.

Pada tanaman menghasilkan (TM), gejala berupa beberapa daun tombak tidak terbuka dan kanopi daun umumnya pucat (menguning). Daun yang terserang kemudian mati dimana nekrosis dimulai pada daun yang paling tua dan merambat meluas ke atas ke arah mahkota daun.

Semakin lama, maka tanaman kemudian mati ditandai dengan daun kering terkulai pada ujung pelepah pada batang atau patah tulang di beberapa titik sepanjang anak daun, dan menggantung ke bawah.

Cara membuat Pupuk Kompos dari Pelepah Sawit menggunakan Mesin Pencacah Pelepah Sawit

pembuatan-kompos-sawit

Sebagai catatan bahwa Pelepah sawit memiliki karakter yang unik, serat nya tidak terlalu keras akan tetapi pada saat proses pencacahan akan susah dihancurkan, untuk itu harus dilakukan treatment khusus terhadap pelepah sawit yang akan digunakan sebagai bahan dasar pembuatan pupuk kompos organik.

Biasanya para operator Mesin Pencacah Pelepah Sawit cukup dibuat kecewa dengan hasil cacahan Mesin Pencacah Pelepah Sawit yang tidak bagus pada saat mereka menggunakan Mesin Pencacah Pelepah Sawit, keadaan ini terjadi apabila pelepah sawit tidak dipersiapkan dengan baik.

Berikut adalah Langkah Pembuatan Pupuk Kompos dari Pelepah Sawit :

  1. Siapkan Pelepah Sawit dan masukkan ke mesin.
  2. Hasil cacahan mesin diberi Bioaktovator, tujuannya adalah untuk memberikan serta mengembangkan mikro-organisme yang akan mengurai hasil cacahan dari mesin tersebut.
  3. Sebagai Catatan = Bioakoivator ini bisa anda beli di toko – toko pertanian disekitar anda). Selain menambahkan Bioaktovator ke hasil cacahan Mesin Pencacah Pelepah Sawit tadi. Anda juga dapat menambahkan kotoran sapi pada cacahan Mesin Pencacah Pelepah Sawit tadi.
  4. Tujuannya adalah sama dengan menambahkan Bioaktivator tadi yaitu untuk memberikan serta mengembangkan mikro-organisme pada cacahan Mesin Pencacah Pelepah Sawit.
  5. Setelah itu siapkan semua bahan yang sudah kita buat dan sediakan diatas, kemudian campur semua bahan diatas menjadi satu sampai merata.
  6. Selanjutnya buat cetakan dari bambu,caranya sangat mudah, yaitu cukup dibuat dari bambu yang dirakit dan dibentuk menjadi kubus dan diberi terpal pada bagian sisi-sisi-nya.
  7. Campuran pelepah sawit tadi kita masukkan kedalamnya secara berselang-seling, sambil diinjak-injak supaya padat.
  8. Setelah semua campuran pelepah sawit memenuhi cetakan. Kemudian yang anda lakukan adalah melepas cetakan bambu tadi dari campuran pelepah sawit.
  9. Tahapan terakhirnya adalah membungkus hasil cetakan pupuk kompos organik pelepah sawittadi dengan terpal lalu diikat agar tidak kehujanan.
  10. Selain itu pembungkusan dimaksudkan untuk menjaga suhu dan kelembaban dari pupuk kompos organik pelepah sawit tadi. Jika kelembaban dan suhunya terlalu tinggi atau terlalu rendah akan menghambat bahkan menggagalkan proses fermentasi kompos.

Peluang Usaha Pupuk Kompos dari Pelepah Sawit

pelepah-sawit

Membuat serta menggunakan pupuk kompos organik dari pelepah sawit merupakan salah satu ide cemerlang dalam mengatasi masalah keuangan terutama bagi para pelaku industri perkebunan kelapa sawit , pelepah dan juga daun kelapa sawit tidak boleh terlalu rindang tau banyak.

Jika pelepah dan daun sawit terlalu banyak maka pertumbuhannya akan sedikit terganggu , tapi jangan khawatir, kami punya solusinya, tebang atau potong saja pelepah sawit yang terlalu banyak atau melampaui jumlahnya, kemudian pelepah sawit yang sudah ditebang atau dipotong tadi.

Anda bisa manfaatkan dengan memprosesnya menjadi pupuk kompos organik bagi pohon kelapa sawit itu sendiri, cukup menguntungkan bukan? Sangat menguntungkan sekali, tapi bagaimana cara memprosesnya?

Inovasi Dalam Produksi

Biji kelapa sawit tidak berkecambah secara cepat karena adanya sifat dormansi. Batang kelapa sawit memiliki kecepatan tumbuh sekitar 35-75 cm per tahunnya. Untuk meningkatkan kecepatan produksi, maka dilakukan beberapa inovasi. Metode pertama yang dilakukan adalah pengecambahan biji kelapa sawit.

Hal ini dilakukan untuk menghilangkan dormansi benih dan meningatkan persentasi daya kecambah. Cara kedua adalah pemupukan. Pupuk yang dapat ditambahan dapat berupa pupuk organik maupun anorganik. Fertilizer organik dimanfaatkan dalam memperbaiki struktur tanah dan memberikan pasokan zat hara bagi tanaman.

anorganik yang biasa ditambahkan adalah pupuk NPK. Efektivitas pemupukan akan tinggi jika pupuk diberikan dalam dosis yang rendah secara kontinu. Langkah ketiga adalah pengendalian gulma. Pengontrolan gulma dapat dilakukan secara manual, kimiawi dan biologis.

Secara manual dapat dilakukan melalui penyiangan piringan kelapa sawit dengan memotong rerumputan. Pengendalian gulma secara kimiawi dilakukan dengan pemberian herbisida dengan memperhatikan beberapa faktor yaitu mekanisme kerja herbisida, cara pemberian dan sifat gulma.

Herbisida memiliki berbagai macam mekanisme kerja seperti mempengaruhi respirasi dan fotosintesis gulma, serta menghambat perkecambahan gulma, menghambat sintesis asam amino dan metabolisme lipid. Method keempat adalah pengendalian hama.

Hama yang umum menyerang kelapa sawit antara lain ulat api, ulat kantong, tikus, rayap, kumbang bahkan babi hutan. Pengendalian hama dapat dilakukan dengan pemberian insektisida atau menggunakan predator alaminya.

Pengembangan

Kajian metabolomik dilakukan sebagai strategi untuk meningkatkan kualitas dari produk minyak kelapa sawit. Analisis metabolit yang terdapat dalam minyak kelapa sawit dapat dilakukan menggunakan Ulta-High-Pressure Liquid Chromatography Mass Spectrometry (UHPLC-MS).

Dari spektrum yang dihasilkan dapat diketahui komponen-komponen yang terdapat dalam minyak. Dengan diuji berbagai jenis minyak dengan perlakuan yang berbeda seperti proses pemanenan, pengolahan, dan penyimpanan minyak, maka dapat diketahui varian mana yang menghasilkan produk dengan kualitas tertinggi

Penjabaran

Mesin ini cenderung lebih banyak pemanfaatanya untuk penyiapan bahan baku pembuatan kompos dalam proses produksi pupuk kompos organik. Yaitupenyiapan awal ( pre treatment) untuk penyediaan bahan utama dan tambahan untuk reactor digester dalam pembangkit energi biogas. Selain itu digunakan untuk penyediaan pakan tambahan ternak ( ruminansia) sapi.

Perolehan dari hewan ternak sapi adalah kotorannya, yang sangat bermanfaat untuk dijadikan pupuk kompos . Karena dapat meningkatkan tingkat kesuburan pohon kelapa sawit. Maka biaya alokasi untuk pengadaan pupuk pohon kelapa sawit pun dapat diminimalisir.

Tidak hanya itu, biomassa hasil pengolahan mesin yang dicampur dengan kotoran sapi yang kemudian diproses didalam reaktor digester akan mampu menghasilkan biogas.

Ternyata ada yang lebih menarik lagi, biogas hasil pemrosesan dari reaktor digester tadi, dapat diproses lagi dengan cara dimurnikan. Kemudian akan menghasilkan biometan yang dapat digunakan sebagai bahan bakar mesin, bahan bakar generator pembangkit listrik. Juga dapat digunakan untuk bahan bakar kompor biogas.

Demikian Artikel kali ini tentang mesin pencacah pelepah sawit terbaru,canggih dan efisien yang membantu pekerjaan Anda menjadi semakin mudah,cepat serta berkualitas.

Semoga Artikel ini bermanfaat untuk Anda dan saya minta maaf bila ada kata-kata yang menyinggung atau kata-kata yang tidak dimengerti oleh Anda. Sekian dan terima kasih.

× Whatsapp Kami!