Share :

Kategori :

Alat Tanam Padi Manual 4 Baris

Rp Call us,-

Spesifikasi Keterangan
Tipe Alat Tanam Padi 4 Baris
Jumlah Baris Tanam 4 Baris
Operator 1 orang
Mesin Penggerak Mesin Honda
Garansi Service 1 Tahun
Waktu Tanam ½ hektar sekitar 9 jam
Jenis Bibit Bibit padi kering

Spesifikasi & Harga dapat berubah sesuai kapastias dan custom pemesanan*

Stock : Ready Stock!

Description

Alat Tanam Padi 4 Baris merupakan mesin yang membantu proses penanaman bibit padi secara mekanis dalam 4 baris tanam dengan pengoperasian oleh 1 orang. Menggunakan mesin Honda sebagai penggerak, alat ini dapat membantu mempercepat pekerjaan tanam dengan waktu sekitar 9 jam untuk ½ hektar.

Penanaman padi secara manual membutuhkan tenaga dan waktu yang lebih besar, terutama saat ketersediaan tenaga kerja terbatas. Alat ini menjadi solusi untuk membantu petani mengefisienkan proses tanam menggunakan bibit padi kering, sekaligus mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manual. Dengan service garansi 1 tahun, alat ini juga memberikan dukungan penggunaan yang lebih aman bagi petani.

Keuntungan Menggunakan Alat Tanam Padi Manual

Alat Tanam Padi Manual 4 Baris membantu petani mempercepat proses penanaman sekaligus mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manual. Dengan 4 baris tanam, pengoperasian oleh 1 orang, dan mesin Honda 4 Tak GQ 35, alat ini mampu menangani area sekitar ½ hektar dalam 9 jam, serta cocok digunakan pada lahan sempit dan akses sawah yang terbatas.

  1. Mengurangi kebutuhan tenaga kerja saat tanam
    Alat ini dapat dioperasikan oleh 1 orang, sehingga petani tidak perlu mengandalkan banyak tenaga kerja untuk melakukan penanaman secara manual. Ini menjadi nilai penting terutama ketika tenaga kerja tanam sulit didapat atau biaya tenaga kerja meningkat.
  2. Membantu mempercepat proses penanaman
    Dengan kapasitas kerja sekitar ½ hektar dalam 9 jam, alat ini membantu petani menyelesaikan pekerjaan tanam lebih terstruktur dibandingkan mengandalkan tenaga manual sepenuhnya. Dalam satu hari kerja, petani dapat mengalokasikan tenaga dan waktu untuk pekerjaan sawah lainnya.
  3. Lebih mudah digunakan di lahan sempit
    Dimensi 116 × 100 × 53 cm dan bobot 49 kg membuat alat relatif ringkas untuk kategori rice transplanter. Keunggulan ini relevan bagi petani yang memiliki lahan sempit atau akses menuju sawah yang terbatas.
  4. Lebih mudah dipindahkan ke lokasi sawah
    Bobot 49 kg dan keterangan dapat dibawa oleh 2 orang membuat proses pemindahan alat menjadi lebih praktis. Petani tidak terlalu kesulitan ketika alat harus dibawa melewati akses sawah yang sempit atau dipindahkan antarpetak.
  5. Tidak hanya bergantung pada operator laki-laki
    Alat dirancang agar bisa digunakan perempuan, sehingga pekerjaan tanam tidak harus selalu bergantung pada tenaga fisik yang besar. Ini dapat memperluas pilihan tenaga kerja yang dapat mengoperasikan alat di lapangan.
  6. Lebih siap untuk penggunaan jangka panjang
    Penggunaan kerangka holo galvanis Grade A memberikan konstruksi yang lebih terlindungi terhadap lingkungan kerja pertanian yang lembap. Ditambah penggerak Honda 4 Tak GQ 35, petani mendapatkan mesin dengan konstruksi dan sumber tenaga yang ditujukan untuk penggunaan operasional di lahan.
  7. Investasi mesin lebih terjangkau untuk petani
    Dengan harga promo Rp13.500.000, alat ini menawarkan alternatif mekanisasi bagi petani yang ingin mengurangi ketergantungan pada proses tanam manual. Namun, apakah benar-benar lebih hemat secara total tetap bergantung pada luas lahan, frekuensi penggunaan, biaya tenaga tanam di daerah, dan apakah alat digunakan sendiri atau disewakan.

Cara Kerja Alat Tanam Padi 4 Baris

Alat Tanam Padi 4 Baris bekerja dengan mengambil bibit dari baki secara mekanis, kemudian menancapkannya ke dalam tanah sawah secara berurutan. Agar proses penanaman berjalan optimal, ikuti tahapan berikut:

  1. Persiapkan Mesin, Bibit, dan Lahan
    Pertama, periksa kondisi mesin, terutama baut, roda penggerak, dan komponen penanam. Selanjutnya, siapkan bibit padi yang pertumbuhannya seragam dan sesuai dengan baki penampung. Pastikan lahan sawah sudah rata, memiliki air yang cukup, kedalaman lumpur sesuai, serta bersih dari jerami dan gulma.
  2. Pasang Bibit pada Baki Penampung
    Setelah mesin dan lahan siap, letakkan bibit pada baki atau nampan penampung dengan posisi yang tepat. Pastikan bibit berada pada jalur pengambilan agar mekanisme penanam dapat mengambil bibit dengan lancar.
  3. Jalankan Mesin Secara Perlahan
    Kemudian, nyalakan mesin dan jalankan secara perlahan dengan kecepatan yang stabil. Saat mesin bergerak, lengan atau garpu penanam akan mengambil bibit dari baki secara mekanis lalu menancapkannya ke dalam lumpur. Proses ini berlangsung berulang pada 4 baris tanam.
  4. Arahkan Mesin Tetap Lurus
    Selanjutnya, jaga arah kemudi agar mesin tetap berjalan lurus mengikuti jalur tanam. Dengan begitu, barisan bibit dapat tersusun lebih rapi dan jarak tanam menjadi lebih konsisten.
  5. Periksa Hasil Penanaman
    Selama proses berlangsung, perhatikan aliran bibit yang ditanam. Jika terdapat bibit yang tidak tertanam atau jalur tanam kosong, segera lakukan pemeriksaan dan penyesuaian pada mekanisme penanam.
  6. Lakukan Manuver Saat Berbalik
    Setelah mencapai ujung petakan, kurangi kecepatan mesin sebelum melakukan manuver. Kemudian, putar mesin secara perlahan dan stabil untuk melanjutkan penanaman pada jalur berikutnya.
  7. Cek Hasil Tanam Secara Berkala
    Terakhir, periksa beberapa jalur yang sudah ditanami untuk memastikan bibit tertancap dengan baik, kedalamannya sesuai, dan barisannya tetap rapi. Dengan pemeriksaan ini, masalah pada proses penanaman dapat segera diketahui dan diperbaiki.

Cara Merawat Alat Tanam Padi 4 Baris

Perawatan rutin diperlukan agar alat tetap bekerja optimal dan siap digunakan pada musim tanam berikutnya. Berikut beberapa langkah perawatan yang dapat dilakukan:

  1. Bersihkan Mesin Setelah Digunakan
    Setelah selesai digunakan, bersihkan sisa lumpur, tanah, dan kotoran yang menempel pada roda maupun bagian penanam. Kemudian, keringkan mesin sebelum disimpan agar tidak mudah mengalami korosi.
  2. Periksa Bagian Penanam
    Selanjutnya, periksa lengan, garpu, dan mekanisme pengambil bibit untuk memastikan tidak ada lumpur atau sisa tanaman yang menghambat pergerakannya. Bersihkan bagian tersebut jika ditemukan kotoran.
  3. Periksa Baut dan Sambungan
    Secara berkala, periksa baut, mur, dan sambungan pada rangka maupun komponen mesin. Jika ada yang longgar, segera kencangkan agar mesin tetap stabil dan aman ketika digunakan.
  4. Lakukan Pelumasan Komponen Bergerak
    Berikutnya, berikan pelumas pada bagian-bagian yang bergerak sesuai kebutuhan. Pelumasan membantu mengurangi gesekan sehingga komponen dapat bergerak lebih lancar dan mengurangi risiko keausan.
  5. Simpan di Tempat Kering dan Aman
    Terakhir, simpan alat di tempat yang kering, bersih, dan terlindung dari hujan atau paparan air secara langsung. Sebelum disimpan dalam waktu lama, pastikan mesin sudah dibersihkan dan seluruh komponennya dalam kondisi baik.

Cara Pemesanan

Jika Anda tertarik membeli Alat Tanam Padi 4 Baris atau ingin berkonsultasi mengenai mesin pertanian yang sesuai dengan kebutuhan lahan Anda, silakan hubungi tim MesinPertanian.id melalui nomor kontak atau klik link WhatsApp ini. Tim kami siap membantu memberikan informasi mengenai spesifikasi, harga, ketersediaan mesin, hingga proses pemesanan.

Wilayah Pengiriman

MesinPertanian.id melayani pengiriman mesin pertanian ke berbagai wilayah di seluruh Indonesia. Alat Tanam Padi 4 Baris dapat dikirim ke berbagai kota dan daerah, seperti Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Depok, Bandung, Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Malang, Denpasar, Medan, Padang, Pekanbaru, Balikpapan, Samarinda, Banjarmasin, Pontianak, Makassar, Manado, Palu, Lombok, Maluku, hingga Papua.

Untuk memastikan ongkos kirim, estimasi waktu pengiriman, dan ketersediaan layanan ke lokasi Anda, silakan hubungi tim MesinPertanian.id sebelum melakukan pemesanan.