Cara Menanam Cabe Rawit Dengan Tepat Dan Mudah

Cara Menanam Cabe Rawit

Cabai rawit atau cabai kathur, merupakan buah dan tumbuhan anggota dari genus Capsicum. Ia sangat populer sebagai bumbu masakan di negara yang berada di Asia Tenggara karena cara menanam cabe rawit yang terbilang mudah.

Di negara Malaysia dan Singapura cabe dinamakan cili padi, di Filipina siling labuyo, sedangkan di Thailand phrik khinu.

Di India teratnya di kota Kerala, terdapat masakan tradisional yang berbahan baku menggunakan cabai rawit yang dinamakan kanthari mulagu.

Didalam bahasa Inggris ia sering dikenal dengan nama Thai pepper atau bird’s eye chili pepper.

A. Sejarah Cabe

Cabai merupakan tanaman perdu yang tergolong famili terong-terongan atau yang sering dipakai sejak dulu sebagai bumbu masakan.
Pada awalnya tanaman cabai termasuk tanaman liar yang biasa hidup di hutan-hutan.
Beberapa referensi telah menyebutkan bahwa cabai sendiri berasal dari Amerika Selatan, tepatnya di Bolivia.
Dari negara tersebut tanaman cabai mulai menyebar hingga ke Amerika Tengah dan akhirnya telah menyebar ke seluruh dunia.
Menurut sejarah, masyarakat atau golongan yang pertama kali memanfaatkan dan membudidayakan tanaman cabai adalah suku inca di Amerika selatan, suku Maya di Amerika Tengah dan suku Aztek yang berada di Meksiko pada sekitar tahun 2.500 SM.
Di masa itu mereka sudah memanfaatkan tanaman cabai sebagai bumbu untuk masakan.
Orang yang sangat berjasa dalam penyebaran tanaman cabai bernama Christophorus Columbus (1451-1506).
Ia adalah seorang pelaut yang berasal dari italia yang pernah berlayar sekaligus mendarat di pegunungan  Guanahani, yang pada kemudian dia namakan Pantai Salvador di kepulauan Bahama.
Di sekitar laut karibia pada tanggal 12 oktober 1492, Columbus telah menemukan penduduk asli di daerah tersebut yang sudah memanfaatkan cabai sebagai bumbu masakan.
Ia kemudian membawa pulang biji-biji cabai ke negaranya untuk dikembangbiakan dan dikembangkan sendiri.
Cabai yang dibawa oleh Columbus ke negara Spanyol adalah jenis cabai merah.
Tanaman cabai yang pertama kali masuk ke negara Indonesia karena dibawa oleh pelaut portugis.
Ferdinand Magelhaens (1480-1521) yang telah melakukan pelayaran atas prakarsa Spanyol.

Pada tahun 1519, Magelhaens telah mendarat di pulau Maluku. Di dalam pelayarannya melalui samudera Atlantik menuju ke lautan teduh, ia melewati sebuah selat yang selanjutnya disebut dengan selat Magelhaens.

 

B. Jenis Jenis Tanaman Cabe

Tanaman cabai mempunyai banyak sekali ragam atau jenis pertumbuhan dan bentuk buahnya. Diperkirakan terdapat kurang lebih 20 spesies yang sebagian besar  hidup di negara asalnya. Di bawah ini merupakan jenis-jenis dari tanaman cabai:

1. Cabai rawit

Cara Menanam Cabe Rawit

Tanaman cabai rawit mempunyai morfologi: daun yang tunggal, agak bulat dan cenderung melebar, ujungnya meruncing, pangkal yang menyempit, tepi rata, pertulangan yangmenyirip, jumlah percabangan banyak, berwarna hijau.
Bunga dari cabai rawit keluar dari ketiak daun, mahkotanya berbentuk menyerupai bintang, bunga tunggal, berwarna putih, putih kehijauan, atau ungu.
Ukuran dari cabai rawit lebih kecil daripada cabai keriting atau cabai merah yang cenderung berukuran besar, namun cabai rawit lebih pedas dari pada kedua cabai tersebut.

Beberapa Jenis Cabai Rawit Lokal Yang Ada Di Indonesia :

  1. Cabe jemprit: buahnya yang cenderung kecil dan pendek, lebih pedas.
  2. Cabai domba: buahnya yang lebih besar dari cabai jemprit, serta warnanya yang putih kekuningan.
  3. Rawit celepik: buah dari cabai ini lebih besar daripada cabai jemprit namun lebih kecil daripada cabai domba dam rasanya kurang pedas dibandingkan cabai rawit jemprit. Waktu muda berwarna hijau namun setelah masak akan berwarna merah cerah.

2. Cabai Keriting

Cara Menanam Cabe Rawit

Cabai keriting merupakan jenis cabai merah yang termasuk cabai jenis hibrida yang sering dibudidayakan oleh para petani karena cara menanam cabe ini mudah dan cabai ini memiliki produktivitas yang tinggi dan panen yang lebih cepat yaitu kurang dari 75-120 hari.
Selain dari itu tanaman cabai keriting ini juga mampu beradaptasi cukup bagus baik didataran tinggi maupun didataran rendah, disamping relatif tahan penyakit, tingkat produksinya pun cenderung  tinggi.
Buah cabai merah keriting mempunyai bentuk memanjang dan mengeriting dengan ujung yang runcing, rasanya pedas, biji yang dapat dihasilkan relatif banyak.
Buah cabai yang masih muda biasanya berwarna hijau, lalu coklat dan setelah masak akan berubah menjadi merah tua.

3. Cabai Besar

Cara Menanam Cabe Rawit

Cabai besar merupakan salah satu cabai merah berjenis cabai hibrida yang sangat diminati oleh para petani untuk dibudidayakan karena cara menanam cabe besar yang cukup gampang dan cabe ini memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi.
Tanaman tersebut produktif dan mempunyai nilai pasar yang luas.
Cabai besar memiliki ukuran yang relatif lebih besar dibandingkan dengan cabai keriting. permukaannya pun lebih halus dan tidak bergelombang.
Akan tetapi cabai besar kalah pedas dibandingkan dengan cabai rawit dan cabai keriting.

C. Cara Menanam Cabe Rawit

Cabe rawit pada umumnya mempunyai tingkat kepedasan diatas cabe merah atau cabai keriting. ini memiliki beberapa keunggulan yang lebih banyak dibanding cabe merah atau cabe keriting.

Cabe tersebut dapat tahan terhadap hama dan penyakit serta cabai jenis ini memiliki usia produktif yang lebih panjang. Apabila dibudidayakan dengan benar cabe rawit akan mampu berproduksi hingga 2 sampai 3 tahun.

1. Syarat Tumbuh Cabe Rawit

Cabe rawit dapat tumbuh dan berkembang dimana saja serta ia mudah beradaptasi dengan lingkungan yang ada disekitarnya.

Akan tetapi cabe rawit akan lebih optimal lagi apabila cara menanam cabe rawit tersebut diterapkan pada dataran rendah dengan ketinggian kurang lebih 0 – 500 mdpl.

Jika cara menanam cabe rawit diterapkan didataran diatas 1000 mdpl, produktifitas dari cabai rawit ini akan berkurang.

Tanaman cabe rawit membutuhkan sinar matahari penuh atau minimal dalam sehari 8 jam. pH ideal untuk menanam cabe rawit adalah 6,5 sampai dengan 7.

Lahan yang digunakan untuk budidaya cabe rawit ini sebaiknya adalah lahan yang steril.

Yakni lahan yang sebelumnya belum pernah ditanami cabe atau setidaknya tidak ditanami cabe minimal selama kurang lebih 6 bulan.

Cabe rawit juga tidak baik apabila ditanam di lahan yang berdekatan dengan lahan cabe yang telah ditanam terlebih dahulu.

2. Persiapan Lahan Untuk Budidaya Cabe Rawit

Pertama kali yang harus Anda lakukan dalam cara menanam cabe rawit adalah dengan cara membersihkan lahan dari rerumputan atau gulma dan sisa-sisa tanaman sebelumnya.

Kemudian Anda harus melakukan penggemburan tanah. Buatlah bedengan dengan lebar kurang lebih 90 – 100 cm, tinggi dan panjang bedengan dapat Anda sesuaikan dengan kondisi lahan.

Pembuatan bedengan berguna untuk menghindari dari tergenangnya air saat hujan turun. Jarak antar bedengan kurang lebih 60 – 70 cm.

Setelah Anda selesai membuat bedengan, langkah untuk cara menanam cabe rawit selanjutnya adalah dengan menaburi pupuk dasar disekitar lahan yang akan ditanami cabai rawit.

Pupuk dasar yang biasa digunakan untuk tanaman cabe rawit antara lain pupuk kandang atau kompos, TSP, ZA dan KCL.

Pupuk dasar dapat Anda taburkan 10 sampai 15 hari sebelum Anda melakukan penanaman.

Taburkan pupuk dolomit apabila pH tanah dibawah 6.5. Cabe rawit bisa Anda tanam dengan mulsa plastik atau tanpa mulsa plastik. Jarak tanam antara tanaman satu dengan yang lain yaitu 70 x 60 cm atau 80 x 60 cm.

3. Persiapan Bibit Dan Penyemaian Cabe Rawit

Benih cabe rawit yang bisa Anda gunakan untuk cara menanam cabe rawit dapat bermacam-macam, bisa dengan cabe lokal atau cabe hibrida.

Untuk benih dalam cara menanam cabe rawit buatan sendiri yang baik adalah dari cabe lokal, pilihlah buah cabe dari tanaman yang sehat dengan cara melihat kondisi fisik tumbuhan tersebut.

Gunakan buah cabe yang sudah matang secara sempurna yaitu buah yang sudah mulai merah sepenuhnya antara 90 – 100%.

Buah cabe yang baik untuk benih adalah buah dari hasil panen ke-4 hingga hasil panen ke-6.

Penyemaian bisa Anda lakukan dengan 2 cara, yakni dengan menggunakan polybag atau dengan tebar bedeng.

Benih yang baru Anda buat bisa langsung Anda semai. Sedangkan benih yang sudah agak lama, sebelum Anda semai benih tersebut harus direndam terlebih dahulu menggunakan air hangat kuku dan ZPT.

Anda juga bisa merendam benih tersebut menggunakan air yang telah diberi bawang merah.

Kenapa bawang mereh? Karena didalam bawang merah terkandung ZPT alami yang berfungsi untuk merangsang akar dan untuk mempercepat perkecambahan.

Bibit dari cabe ini bisa Anda tanam pada usia sekitar 25 – 30 hari setelah semai.

4. Cara Menanam Bibit Cabe Rawit

Bibit cabe mulai ditanam dilahan pada usia sekitar 25 – 30 hari setelah selesai disemai.

Penanaman sebaiknya Anda lakukan disore hari. Pilihlah bibit cabe yang sehat, dengan ciri-ciri memiliki vigor kuat serta memiliki daun yang berwarna hijau segar.

Setelah penanaman selesai segera lakukan penyiraman agar tanaman tersebut tidak lekas layu.

Apabila musim hujan gunakan jarak tanam antara 80 x 60 cm, sedangkan pada musim kemarau jarak tanam hanya berkisar 70 x 60 cm.

Pada saat musim hujan jarak tanam sebaiknya agak direnggangkan supaya lingkungan tersebut tetap terjaga kelembabannya.

Lingkungan yang lembab dapat menyebabkan ancaman penyakit cendawan yang dapat berkembang dengan cepat.

D. Cara Semai Benih Cabe

Cara Menanam Cabe Rawit

1. Dengan Menggunakan Polybag

  1.  Siapkan media untuk penyemaian yang sudah Anda dinginkan
  2.  Sediakan polybag berukuran 6 x 8 cm, lalu lubangi dibagian bawah polybag sebagai drainase
  3. Kemudian isi polybag dengan media semai
  4. Susunlah polybag sesuai selera Anda dan kemudian siramlah menggunakan air
  5. Rendam benih tersebut dengan air hangat kuku selama kurang lebih 3 – 4 jam kemudian tiriskan. Untuk mempercepat proses dari perkecambahan tambahkan ZPT secukupnya atau Anda juga bisa menggunakan larutan dari bawang merah
  6. Setelah ditiriskan, masukkan benih tersebut satu persatu ke polybag dengan takaran 1 polybag berisi 1 benih
  7. Tutuplah dengan tanah halus yang sudah diayak sebelmnya. jangan menutupinya terlalu tebal, sebab hal tersebut akan menghambat pertumbuhan dari benih
  8. Semprot benih yang sudah disemai dengan insektisida yang bertujuan untuk mencegah gangguan semut atau ancaman dari serangga lainnya
  9. Setelah itu tutuplah dengan mulsa plastik selama kurang lebih 7 hari atau sampai benih tersebut mulai tumbuh
  10. Cek kelembaban disetiap harinya, apabila kering semprot dengan air
  11. Biasanya benih tersebut akan tumbuh secara serentak di hari ke 6 atau ke 7. Dan Apabila benih sudah tumbuh setidaknya 70% buka mulsa penutup dan buat para-para sebagai naungan.

2. Cara Semai Benih Cabe Di Bedengan Atau Tanpa Polybag

1. Buatlah bedengan sesuai dengan kebutuhan Anda menggunakan media semai yang sudah Anda siapkan
2. Siramlah media semai menggunakan air secukupnya
3. Buatlah larikan dengan jarak antara 3 cm untuk memberikan ruang agar benih tersebut tidak berhimpitan
4. Letakkan benih yang sudah Anda rendam dengan air hangat dan ZPT pada larikan dengan jarak antara 2 hingga 3 cm, lalu tutuplah dengan tanah halus
5. Untuk langkah yang selanjutnya sama dengan langkah no. 8 sampai 11 diatas.

E. Pemasangan Ajir

Ajir atau yang disebut lanjaran diperlukan untuk menopang batang tanaman agar tanaman tersebut dapat berdiri dengan kokoh.

Ajir sendiri sebaiknya Anda pasang sebelum penanaman, atau segera setelah penanaman sudah selesai dikerjakan.

Kemudian ikatlah tanaman cabe rawit menggunakan tali.

Anda bisa membuat Ajir menggunakan kayu atau bambu, Ajir ditancapkan dengan jarak antara kurang lebih 5 cm dari batang tanaman.

Apabila tanaman cabe sudah mulai membesar, ajir tersebut dipasang dengan posisi miring yang membentuk sudut 30 atau 45 derajat agar tidak merusak akar dari tanaman.

F. Cara perawatan Dan Pemeliharaan Cabe Rawit

Lakukanlah penyulaman dengan segera apabila ada tanaman yang mati atau sudah terinfeksi penyakit.

Penyulaman dapat Anda lakukan setidaknya hingga tanaman berusia 2 minggu. Bersihkan rumput dan gulma liar yang biasa tumbuh disekitar tanaman agar tidak mengganggu kelangsungan hidup dari tanaman cabe tersebut.

Membersihkan gulma juga dapat bermanfaat untuk meminimalisir ancaman serangan hama dan penyakit.

Gulma apabila dibiarkan bisa menjadi tempat untuk bersembunyi inang hama dan berbagai penyakit.

Penyiraman dapat Anda lakukan apabila diperlukan, frekuensi penyiraman dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan.

Jika dimusim kering atau musim kemarau lakukanlah penyiraman sesering mungkin, tujuannya agar tanaman tersebut tidak mati kekeringan.

Penyiraman juga bisa Anda lakukan dengan kocoran atau dengan merendam bedengan.

Untuk pemupukan susulan pertama kali dapat Anda lakukan pada saat tanaman cabe rawit berusia sekitar 2 minggu setelah ditanam.

Dalam pemupukan pertama Anda dapat menggunakan pupuk NPK sebanyak 3 kg per1000 tanaman.

Larutkan pupuk tersebut dengan 200 liter air lalu kocorkan pada tanaman cabe rawit sebanyak 200 ml per tanamannya.

Pemupukan selanjutnya adpat Anda lakukan setiap 1 minggu dengan penambahan dosis secara berkala.

Penggunaan pupuk dapat Anda sesuaikan dengan kebutuhan dari tanaman cabe tersebut. Pupuk yang biasa digunakan para petani cabe adalah NPK, KCL, TSP, ZA, KNO3 atau MKP.

Penyemprotan pupuk pada daun juga diperlukan sebagai pemenuhan kebutuhan unsur hara mikro.

Penyemprotan pupuk daun dapat Anda lakukan setiap 1 minggu sekali. Agar lebih praktis, penyemprotan dapat dilakukan bersamaan dengan insektisida atau fungisida.

G. Pengendalian Hama Dan Penyakit Cabe Rawit

Hama serta penyakit pada tanaman cabe rawit sama halnya dengan cabe merah atau cabe keriting. Hama dan penyakit tersebut antara lain :

Penyakit yang menyerang tanaman cabe rawit : Layu fusarium, layu bakteri, patek, virus gemini, bercak daun, busuk batang serta busuk buah.
Pengendalian dari ancaman tersebut bisa Anda lakukan dengan penyemprotan insektisida dan fungisida.

Hama untuk tanaman cabe rawit : Ulat grayak,  jangkrik, ulat tanah, tungau, kutu daun, bekicot dan lalat buah.

H. CARA PANEN & MASA PANEN CABE RAWIT

Cabe ini bisa mulai Anda panen pada usia sekitar 80 – 90 hst atau hari setelah tanam.

Cabe rawit bisa dipanen melaluid dua cara, yaitu dipanen sebagai cabe rawit yang hijau dan sebagai cabe rawit merah. Biasanya cabe rawit dipanen dengan menyesuaikan permintaan pasar.

Didaerah Sumatera kebanyakan masyarakatnya menyukai cabe rawit yang masih hijau daripada cabe rawit merah. Sementara untuk di Pulau Jawa dapat bervariasi, cabe rawit bisa dipanen pada saat hijau maupun dipanen sebagai cabe rawit merah.

Pemanenan sebaiknya Anda lakukan dipagi hari setelah embun sudah mengering. Cabe rawit bisa Anda panen setiap 1 minggu sekali.

Apabila  cara menanam cabe rawit dilakukan dengan baik dan benar, cabe rawit akan mampu berproduksi hingga 2 sampai 3 tahun untuk cabe rawit jenis lokal.

Sedangkan pada jenis cabe rawit hibrida usia produktifnya relatif lebih pendek, yaitu hanya antara 8 sampai 12 bulan saja.