Select Page

CARA MENANAM JAGUNG DI POLYBAG DENGAN BAIK DAN BENAR

Cara Menanam Jagung Di Polybag

Cara menanam jagung di polybag memerlukan kreatifitas anda dalam mengaplikasikannya. Jagung merupakan salah satu tanaman berkarbohidrat tinggi yang paling banyak diminati ketiga di dunia setelah gandum dan padi.

Bagi penduduk di daerah Amerika Tengah dan Amerika Selatan, bulir jagung merupakan panganan pokok, sebagaimana di sebagian penduduk Afrika dan beberapa daerah diIndonesia.
Dimasa kini, cara menanam jagung di polybag bukan merupakan masalah bagi para pembudidaya, jagung juga sudah menjadi komponen terpenting dari pakan ternak berupa hewan pemakan biji-bijian.
Kegunaan yang lainnya adalah sebagai sumber minyak pangan serta bahan dasar untuk membuat tepung maizena.
Berbagai produk turunan hasil dari jagung menjadi bahan baku untuk berbagai produk industri farmasi, kosmetika, dan kimia.

A. SEJARAH PERSEBARAN JAGUNG

Jagung yang dibudidayakan sering dianggap sebagai keturunan langsung dari jenis tanaman rerumputan mirip jagung yang sering disebut teosinte.

Didalam proses domestikasinya, yang berlangsung kurang lebih 7000 tahun yang lalu oleh penduduk asli setempat, masuklah gen-gen dari subspesies lain.

Istilah teosinte sebenarnya hanya digunakan untuk menggambarkan semua spesies didalam genus Zea, kecuali Zea mays ssp, mays.

Proses domestikasi inilah yang menjadikan jagung merupakan satu-satunya spesies tumbuhan yang tidak dapat hidup sendiri atau liar di alam.

Gua Guila Naquitz di Oaxaca, Meksiko, merupakan nama lokasi ditemukannya sisa-sisa jagung tertua yang ada didunia.

Petunjuk para arkeolog mengarah pada budidaya jagung primitif di sebagian wilayah di selatan Meksiko, Amerika Tengah, sejak kurang lebih 7000 tahun yang lalu.

Sisa-sisa dari tongkol jagung kuno yang telah ditemukan di Gua Guila Naquitz, Lembah Oaxaca berusia sekitar kurang lebih 6250 tahun.

Tongkol Tertua Juga Ditemukan Di Gua Tehuacan Meksiko Yang Berusia Sekitar Kurang Lebih 3450 SM.

Bangsa Olmek dan bangsa Maya ditengarai sudah melakukan budidaya jagung ini di seantero Amerika Tengah sejak 10.000 tahun yang lalu dan sudah mengenal berbagai teknik pengolahan hasil budidaya.

Teknologi ini lalu dibawa ke Amerika Selatan yang tepatnya di Ekuador sekitar 7000 tahun yang lalu, dan sudah mencapai wilayah pegunungan di selatan Peru pada 4000 tahun yang lalu.

Pada saat inilah perkembangan jagung yang mulai beradaptasi dengan suhu rendah di kawasan Pegunungan Andes.

Sejak tahun 2500 SM, tanaman ini sudah terkenall di berbagai penjuru Benua Amerika.

Kedatangan dari orang-orang Eropa sejak akhir abad ke-15 membawa  jenis-jenis jagung ke Dunia Lama, baik ke wilayah Eropa maupun di wilayah Asia.

Penyebaran jagung ke wilayah di benua Asia dipercepat dengan terbukanya jalur barat yang dipelopori langsung oleh armada pimpinan Ferdinand Magellan yang sedang melintasi Samudera Pasifik.

Di lokasi atau tempat yang baru ini jagung relatif mudah untuk beradaptasi dikarenakan tanaman ini memiliki plastisitas fenotipe yang terbilang tinggi.

Jagung  Masuk Ke Nusantara Pada Awal Abad Ke-16 Oleh  Penjelajah Portugis.

Akibat riwayat yang cukup tua ini, berbagai macam nama atau julukan dipakai untuk menyebut jagung tersebut.

Kata jagung sendiri menurut Denys Lombard merupakan singkatan dari jawa agung, yang berarti jewa besar, nama yang telah digunakan oleh penduduk orang Jawa dan telah diadopsi ke dalam bahasa Melayu.

Beberapa Nama Lokal Dari Jagung :

  •  jagong (Sunda, Aceh, Batak, Ambon)
  •  jago (Bima)
  •  jhaghung (Madura)
  •  rigi (Nias)
  •  eyako (Enggano)
  •  wataru(Sumba)
  •  latung (Flores)
  •  fata (Solor)
  •  pena (Timor)
  •  gandung (Toraja)
  •  kastela (Halmahera)
  •  telo (Tidore)
  •  binthe atau binde(Gorontalo dan Buol)
  •  barelle´ (Bugis)

Di kawasan timur di negara Indonesia juga memakai istilah milu, yang nama aslinya merupakan adaptasi dari kata milho yang mempunyai arti “jagung” didalam bahasa Portugis.

B. CARA MENANAM JAGUNG DI POLYBAG

Cara Menanam Jagung Di Polybag

Cara menanam jagung di polybag yang baik dan benar memerlukan kreatifitas anda dalam mengaplikasikannya.
Tanaman jagung biasanya tumbuh didataran yang rendah hingga didataran tinggi yang ketinggiannya kurang lebih 1200 meter diatas permukaan laut.
Untuk cara menanam jagung di polybag ini sendiri membutuhkan media berupa tanah lempung, lempung berpasir, tanah vulkanik yang subur, gembur, yang tanah itu kaya akan bahan organik.
Didalam upaya atau cara menanam jagung di polybag juga membutuhkan sinar matahari minimal 8 jam perharinya, dengan suhu udara kira kira 20 sampai 33 derajat celcius.

Namun apabila Anda ingin menerapkan cara menanam jagung di polybag dan Anda tidak memiliki lahan untuk media bertanamnya yang cukup, Anda tak perlu khawatir.

Dimasa Kini Berkebun Dapat Dilakukan Dimanapun

Apabila Anda ingin menanam jagung, namun Anda tidak memiliki lahan yang cukup untuk media tanami jagung, Anda dapat mencoba cara menanam jagung di polybag.
Sebagian orang menganggap bahwa memakan hasil panen sendiri pasti rasanya akan berbeda dengan membeli makanan langsung  di tempat lain.
Rasanya ada kepuasan tersendiri ketika Anda menyantap makanan yang diambil atau dipanen sendiri.
Selain itu, dengan menyantap hasil dari panen tersebut, gizi dan vitamin yang terkandung didalam jagung tersebut akan masih tetap terjaga kadarnya.
Walaupun kepopuleran tanaman jagung masih kalah dari nasi putih, namun ternyata tanaman jagung mempunyai banyak sekali manfaat yang bisa kita ambil dan tidak banyak orang ketahui.
Jagung sendiri, termasuk makanan pokok sebagai pengganti nasi yang memiliki kandungan nilai gizi yang lebih banyak atau kompleks dari pada nasi putih.
Selain dari itu, karakteristik dari jagung ini juga sangat bermanfaat bagi orang penderita diabetes dan juga sangat efektif untuk orang-orang yang ingin menurunkan berat badannya.
Sebelum Anda menanam jagung menggunakan media polybag sebagai media tanamnya, ada baiknya apabila Anda mempersiapkan alat dan bahan terlebih dahulu yang nantinya akan Anda gunakan untuk sarana penanaman jagung tersebut.

Alat Dan Bahan Yang Bisa Anda Gunakan Untuk Cara Menanam Jagung Di Polybag Adalah :

  • Tanah liat, sekam bakar serta pupuk kandang
  • Polybag yang berdiameter sekitar 15 cm
  • Pot yang berdiameter sekitar 60 cm atau kaleng bekas cat 25 kg
  • Benih jagung unggul yang sudah lolos pilih
Setelah Anda menyiapkan semua alat dan bahan untuk sarana penanaman jagung tersebut, barulah Anda dapat melakukan cara menanam jagung di polybag yang telah Anda siapkan.
Untuk cara penanaman nya silahkan simak artikel dibawah ini :

Cara Menanam Jagung Di Polybag Dengan Baik Dan Benar

Ambil polybag berukuran kecil yang  berdiameter kurang lebih 15 cm lalu isi polibag tersebut dengan campuran media tanam yang telah dipersiapkan (tanah sekam dan pupuk kandang).

Untuk media pupuk kandang, Anda dapat menggunakan kotoran dari kambing, dengan perbandingan tanah sekam dan pupuk kandang 1:1

Tanamlah benih jagung kedalam media tanam, dengan takaran satu polybag cukup gunakan 2 biji jagung saja.

Tutuplah biji jagung menggunakan media tanam, tipis saja, lalu selanjutnya siram menggunakan air secara perlahan.

Letakkan polybag yang telah Anda tanami biji jagung pada lokasi atau tempat yang terbuka dan udahakan terkena sinar matahari langsung dengan catatan tidak sampai kekeringan.

Usahakan tanah yang Anda gunakan untuk media menanam jagung tersebut selalu basah dan terkena air. Untuk penyiraman dapat Anda lakukan 3 kali sehari, pagi, siang dan di sore hari.

Benih Jagung Akan Keluar Daun Pada 5-7 Hari

Setelah mulai muncul daun, yang harus Anda lakukan adalah dengan menyiram menggunakan nutrisi hidroponik sekitar yang bisa Anda lalukan selama seminggu sekali.

Setelah tanaman jagung sudah berumur sekitar 25 hari setelah ditanam dan ketika batang jagung sudah mulai besar dan daunnya mulai lebat, tanamlah ke dalam pot atau tempat yang lebih besar.

Sebagai saran saja ketika anda memindahkan tanaman, sertakan juga media tanamnya agar akar dari tanaman jangung tersebut tidak rusak.

Yang bisa anda lakukan dengan cara menggunting polybag dari samping lalu sobek secara perlahan.

Setelah selesai dipindahkan, isi media tanam dengan komposisi yang sama (tanah sekam dan pupuk kandang) dengan takaran 1:1, sampai hampir memenuhi pot atau kaleng bekas cat kurang lebih  hingga 4/5 pot.

Ketika tanaman jagung sudah sudah mulai berumur 50 hari setelah ditanam, tanaman jagung akan lebih cepat bertumbuh. Dan jangan lupa untuk tetap menyiram tanaman jagung tersebut setiap pagi siang dan sore hari.

Anda dapat meningkatkan intensitas penyiraman berupa nutrisi hidroponik 2 kali dalam satu minggu, attau Anda juga dapat meningkatkan ppm (part per milion) menjadi 1.500.

Saat Jagung Sudah Memasuki 60 Hari

Pada daat jagung sudah berumur 60 hari setelah ditanam, tanaman jagung tersebut akan mulai berbunga. Siram dengan air 2 kali sehari yaitu dipagi hari dan disore hari.

Dan dengan demikian Anda perlu meningkatkan nutrisi yang diberikan hingga 2.000 ppm (part per milion) dan siramkan hanya pada seminggu sekali saja.

Hama yang umumnya menyerang tanaman jagung adalah ulat tanah, ulat grayak, hingga ulat penggerek.

Untuk pengendalian terhadap hama yang menyerang tanaman jagung tersebut Anda dapat melakukan penyemprotan insektisida : bulldog, spontan.

Sedangkan untuk pengendalian hama berjenis ulat tanah lebih baik Anda melakukan cara yaitu dengan menaburi tanah tersebut menggunakan regent.

Penyakit-penyakit yang biasanya menyerang tanaman jagung adalah bulai, bercak daun, hawar daun, dan busuk batang.

Untuk pengendalian dari penyakit-penyakit yang bisa menyerang tanaman jagung tersebut adalah Anda bisa menyemprotkan fungisida mankozeb, metalaksil, atau carbio.

Lakukan aktivitas tersebut hingga tanaman mulai muncul bakal buah. Dan ketika tanaman jagung sudah berumur memasuki 70 hari setelah tanam, rambut jagung akan terlihat lebih lebat.

C. CIRI-CIRI JAGUNG SIAP PANEN :

  1. Daunnya sudah mengering hingga 80%
  2. Kulit atau klobot jagung sudah kering
  3. Rambut dari jagung yang berwarna kecoklatan
  4. Buah jagung tersebut padat dan keras
  5. Warna buah jagung bening serta mengkilat

D. JENIS-JENIS BENIH JAGUNG DI INDONESIA

Berdasarkan dari pengamatan, benih jagung dapat dibagi menjadi 3 jenis yaitu:

1. Jagung Komposit.

Jagung komposit atau yang sering disebut dengan jagung lokal, merupakan jenis jagung yang biasa ditanam oleh para petani pada jaman dahulu.

Sekarang jagung komposit ini sudah mulai jarang dibudidayakan.

Keunggulan dari jenis jagung komposit atau jagung lokal ini adalah umurnya yang cenderung pendek, tahan dari ancaman hama dan penyakit, tidak menimbulkan ketergantungan dan bisa ditanam secara berulang-ulang.

Kekurangan dari jenis jagung komposit adalah kapasitas produksi jagung yang rendah yaitu hanya sekitar 3-5 ton per hektarnya.

Varietas jagung komposit antara lain Arjuna, Bisma, Joster, Sukma raga, Goter, Kretek, Gajah mas, Genjah rante, dsb.

2. Jagung Hibrida.

Jenis jagung hibrida ini adalah jagung yang proses pembuatannya melalui pemulbiaan dan penyilangan.

Yaitu dengan menyilangkan jagung induk jantan dengan jagung induk betina sehingga dapat menghasilkan jagung jenis baru yang memiliki sifat dan keunggulan dari kedua induknya.

Keunggulan jagung jenis hibrida ini adalah kapasitas produksinya yang tinggi yaitu sekitar 8-12 ton per hektarnya.

Kekurangan dari jagung hibrida ini adalah harga jagung yang lebih mahal antara 20 kali sampai 40 kali lipat dari harga jagung konsumsi yang lain.

3. Jagung Transgenik.

Jenis jagung transgenik merupakan jenis jagung yang proses pembuatannya dengan cara menyisipkan gen dari makhluk hidup atau non-makhluk hidup yang hasilnya nanti di harapkan jagung tersebut bisa tahan dari ancaman penyakit, tahan hama atau juga tahan dari obat kimia, sehingga tanaman tersebutmenjadi tanaman super.

Keunggulan dari jenis jagung ini adalah kapasitas produksinya yang terbilang cukup besar yaitu sekitar 8-10 ton per hektar, tahan dari serangan berbagai penyakit, tahan akan ancaman dari hama dan tahan obat kimia.

Kekurangannya adalah bibit dari jagung jenis ini harus beli di toko karena tidak bisa diproduksi oleh para petani.

E. PEMANFAATAN

Produk utama  dari jagung adalah dari bijiannya. Bijian sebenarnya merupakan buah dan biji yang saling menyatu.

Massa untuk bijian terbesar diisi oleh endosperma yang diperkaya akan karbohidrat.

Dari bijian yang dihasilkan, jagung menjadi sumber makanan pokok manusia ketiga setelah gandum dan beras.

Bijian jagung dapat digunakan sebagai pakan untuk hewan, baik untuk unggas maupun ternak besar.

Serapan terbesar di wilayah Indonesia sekarang adalah sebagai sumber pakan ternak.

Olahan dari bijian juga diserap kedalam industri pangan, farmasi, kosmetika, dan industri kimia.

Produk Jagung Yang Tak Kalah Penting Lainnya Adalah Jagung Tongkol. Jagung tongkol juga dapat dipanen dalam usia sekitar tiga minggu setelah penyerbukan untuk dijadikan sebagai sayuran atau direbus serta dibakar.

Tongkol jagung yang masih berumur muda dan belum berkembang secara penuh dipanen sebagai sayuran segar yang sering dikenal sebagai jagung semi.

Kelobot jagung juga dapat digunakan untuk pembungkus wajik di misalnya di Yogyakarta.

Tanaman jagung utuh yang masih hijau dimanfaatkan oleh para pengusaha tani peternakan sebagai hijauan.

Kandungan protein yang terkandung pada tanaman jagung sebagai sumber pakan bagi peternak sapi dan kerbau.

Bidang bioenergi mengembangkan tanaman jagung dengan kandungan selulosa yang tinggi untuk dimanfaatkan ke biomassanya sebagai sumber energi yang dapat terbarukan.

Daun pembungkus pada tongkol jagung atau yang disebut dengan kelobot yang telah melalui proses pengeringan biasa digunakan sebagai komponen rokok tradisional atau sering disebut rokok kelobot yang dilinting sendiri oleh para penggunanya.

Pangan

Bagian dari jagung yang biasanya dimakan manusia adalah pada bagian bijiannya, baik yang masih muda ketika isinya belum sepenuhnya mengering maupun setelah tua dan isinya sudah sepenuhnya mengering.

Bijian kering dapat dihaluskan lalu menjadi tepung maizena.

Maizena merupakan bahan yang sering digunakan untuk membuat berbagai olahan kue serta bahan baku untuk pembuatan mie bihun.

Dedak Merupakan Bijian Jagung Yang Telah Digiling Halus. dedak dapat dicampurkan dengan bahan yang lain sebagai makanan sarapan.

Pecahan kasar dari bijian jagung diolah di Amerika Serikat sebagai makanan sarapan populer yang bernama corn flakes.

Di Jawa Timur terutama, bijian jagung kering ditumbuk agak halus untuk mendapatkan beras jagung, yang apabila dikukus atau ditanak menjadi nasi jagung.

Nasi jagung ini, murni atau bercampur dengan nasi padi, umumnya sebagai makanan pokok terutama di wilayah Jawa Timur yang mendapat pengaruh dari budaya Madura.

Bijian utuh jagung juga dapat digoreng. Gorengan dari bijian kering jagung ini juga dikenal sebagai marning di Jawa Tengah.

Dari bijian jagung kering varietas tertentu juga bisa dibuat brondong jagung.

Untuk jagung yang masih muda biasanya dipasarkan secara utuh bersama tongkolnya.

Pakan

Untuk unggas Anda dapat memberikan jagung dalam bentuk utuh untuk pakan burung dara, dipecah untuk pakan burung pengicau.

Saat ini jagung juga dapat dijadikan sebagai sumber penunjang energi alternatif.

Tidak hanya itu, saripati dari jagung juga dapat diubah menjadi polimer sebagai bahan untuk campuran pengganti dari fungsi utama plastik.

Salah satu perusahaan di Jepang telah mencampurkan polimer jagung dan plastik menjadi bahan baku casing komputer yang telah siap dipasarkan.

Dari artikel tersebut bisa kita pahami bahwa untuk menerapkan cara menanam jagung di polybag dengan baik memerlukan kreatifitas anda dalam mengaplikasikannya.

Mesin Pemipil Jagung

Bagi kalian yang mau memipil jagung, kalian bisa menggunakan mesin pemipil jagung agar pekerjaan kalian bisa menjadi lebih mudah dan juga lebih cepat

itu tadi sedikit artikel yang dapat saya bagikan semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk Anda, dan sebelumnya saya sempat membuat artikel tentang Cara Menanam Jagung Di Polybag Dengan Baik Dan Benar sekian.

× Whatsapp Kami!