Select Page

Tujuan teknik Penggilingan padi yang baik dilakukan agar dapat menghasil kan padi yang menjadi beras yang berkualitas dan bermutu tinggi dan memiliki daya saing yang tinggi dari segi kualitas dan harga dipasaran. Untuk agar bisa menghasilkan hasil penggilingan padi harus dilakukan Teknik Penggilingan padi yang baik.

Teknik penggilingan padi yang baik dikenal pada saat ini dapat di golongkan menjadi dua macam, yaitu:

1. Sistem Penggilingan Padi Secara Bertahap (Diskontinyu),

Yaitu sistem penggilingan dimana proses gabah menjadi beras dilakukan secara bertahap. Didalam proses pemecah kulit dan penyosohan dilakukan secara terpisah dan pengumpanan dilakukan secara manual. Dan biasanya banyak dilakukan pada pengilingan padi skala kecil dan sederhana.

Sistem yang hanya terdiri dari 1 unit saja mesin pemecah kulit, 1 unit mesin penyosoh dan juga 1 unit diesel penggerak. Beras yang dihasilkan juga masih terukur kotor dengan persentase beras kepala yang rendah, dengan persentase beras pecah tinggi dan derajat sosoh yang masih rendah pula.

Begitulah teknik penggilingan padi yang baik secara diskontinyu.

2. Sistem Penggilingan Langsung (Kontinyu),

yaitu sistem pengilingan dimana proses dari gabah menjadi beras giling dilakukan sekali jalan. Sistem ini menggunakan ban berjalan, sehinga proses pemecah kulit gabah dan proses penyosohan diakukakan secara berurutan dan bersamaan. Begitu pula dalam teknik penggilingan padi yang baik

Biasanya diterapkan pada teknik penggilingan dengan skala besar, dikarenakan memerlukan unit alat yang lebih banyak dibandingkan dengan sisitem bertahap yaitu 2 unit mesin pemecah kulit, 2 unit mesin penyosoh,unit elevator, unit grader dan unit tenaga penggerak (Nugraha et al, 2000).

 

Teknik penggilingan padi yang baik melalui beberapa tahapan proses sebagai berikut :

1. Persiapan Bahan Baku

Proses pertama dalam teknik penggilingan padi yang baik, Untuk bisa menghasilkan beras yang berkualitas maka harus menggunakan Teknik penggilingan yang baik dan bahan baku gabah yang berkualitas pula. Gabah harus diketahui dahulu varietasnya, asal gabah, kapan gabah itu dipanen, kadar air dalam gabah dan langsung dikeringkan sampai kadar air 14%.

Baik melalui penjemuran atau juga menggunakan alat mesin pengering. Dalam penundaan gabah kering panen lebih 2 -3 bulan akan menimbulkan kuning. Gabah yang telah kering sebaiknya tidak kehujanan karena dapat meningkatkan butir patah dan menir. Usahakan untuk gabah yang digiling adalah gabah kering panen (GKG) yang baru dipanen agar penampakan putih cerah dengan cita rasa yang belum berubah.

Bila menggunakan gabah sudah kering yang telah disimpan lebih dari 4 bulan atau 1 musim, maka penampakan beras tidak bagus atau (buram) dan terjadi perubahan cita rasa pada hasilnya (tingkat kepulenan hasilnya menurun).

2. Proses Pemecahan Kulit

Pada proses kedua teknik penggilingan padi yang baik yaitu pemecahan kulit, mula – mula tumpukan gabah (GKG) disiapkan di dekat lubang tempat masuknya (corong sekam) gabah. Mesin penggerak dan juga mesin pemecah kulit dihidupkan, kemudian corong sekam dibuka-tutup dengan alatnya yaitu klep penutup.

Proses pemecah kulit dilakukan 2 kali (diulang) dan diayak sebanyak 1 kali dengan alat ayakan beras. Pemecahan kulit agar dihasilkan beras pecah kulit (BPK). Ayakan BPK untuk yang varietasnya butir bulat (ukuran lubang ayakan 0,8 inci) dan untuk yang butir panjang (ukuran lubang ayakan 1 inci) bedanya.

Proses pemecahan kulit berjalan baik bila butir gabah pada beras pecah kulit tidak ada. Namun bila masih banyak butir gabah harus distel ulang struktur rubber roll dan kecepatan putarannya.

3. Proses Penyosohan Beras

Proses ini menggunakan alat penyosoh tipe friksi yaitu gesekan antar butiran dalam teknik penggilingan padi yang baik, sehingga dihasilkan beras yang penampakannya bening. Beras pecah kulit disosoh 2 kali. Proses penyosohan pertama menggunakan mesin penyosoh tipe untuk kulit friksi (dapat digunakan merk ICHI N 120 kapasitas 1200 kg per jam) dan sosoh kedua menggunakan mesin penyosoh merk ICHI N 70 kg per jam).

Diperlukan untuk diperhatikan juga kecepatan dalam putaran untuk bisa mencapai beras berkualitas adalah 1100 rpm dengan menyetel gas pada mesin penggerak dan menyetel katup pengepresan keluarnya beras.

Proses penyosohan berjalan baik bila rendemen beras yang dihasilkan sama atau lebih dari 65% dan derajat sosoh sama atau lebih dari 95%. Untuk bisa mengelompokkan kelas mutu beras dapat ditambah ayakan beras. Dianjurkan menggunakan alat penyosoh tipe friksi dikarenakan menghasilkan kehilangan hasil selama penggilingan terendah (3,14% dibanding alat penyosoh tipe abrasive (3,54%).

Usaha untuk meningkatkan mutu beras hasil giling tergantung dari produk akhir yang diinginkan oleh konsumen. Ada 3 jenis preferensi konsumen terhadap beras, yaitu beras bening, beras putih dan beras mengkilap. Untuk memproduksinya diperlukan proses yang berbeda.

Untuk pembuatan beras dengan penampakan bening menggunakan alat penyosoh tipe friksi, untuk beras putih menggunakan alat penyosoh tipe abrasive dan untuk beras putih menggunakan alat penyosoh sistem pengkabutan.

Tinggi-rendahnya tingkat penyosohan menentukan tingkat kehilangan zat-zat gizi. Proses penggilingan dan penyosohan yang baik akan menghasilkan butiran beras utuh (beras kepala) yang maksimal dan beras patah yang minimal. Setelah proses penyosohan beras pecah kulit menghasilkan antara lain beras giling, dedak dan bekatul.

4. Proses Pengemasan

Beras hasil giling sebaiknya tidak langsung dikemas dalam teknik penggilingan padi yang baik, sampai sisa panas akibat penggilingan hilang. Jenis kemasan disarankan memperhatikan beras isinya. Untuk kemasan beras yang lebih dari 10 kg sebaiknya menggunakan karung plastik yang dijahit tutupnya.

Sedangkan untuk yang ukuran 5 kg bisa juga dengan kantong plastik yang tebalnya 0,8 mm. Fakta yang juga perlu diperhatikan dalam memilih jenis kemasan adalah kekuatan dari kemasan itu sendri.

Bahan kemasan (sebaikknya bersifat tidak korosif dan tidak mencemari produk beras, kedap udara atau pori-pori penyerapan uap air dari luar tidak sampai mengganggu peningkatan kadar air beras dalam kemasan).  Serta label dalam kemasan untuk beras hendaknya mencantumkan nama varietas ( untuk menghindari pemalsuan ).

5. Proses Penyimpanan

Tempat penyimpanan beras yang harus diperhatikan adalah kondisi tempat penyimpanan harus aman dari pencurian dan tikus, bersih, bebas kontaminasi hama (Caliandra sp. Dan Tribolium castaneum.) dan penyakit gudang, ada pengaturan aerasi, tidak boleh bocor dan tidak boleh lembab.

Sebelum beras disimpan sebaiknya dilakukan pemeriksaan dahulu. Untuk penyimpanan karung beras disimpan dan diletakkan diatas bantalan-bantalan kayu yang disusun berjejer dengan jarak 50 cm untuk pengaturan aerase. Tidak boleh langsung kontak dengan lantai untuk bisa menghindar dari kelembaban penyimpanan.

Memudahkan untuk pengendalian hama (fumigasi), serta teknik penumpukan beras.

 

Mutu Beras dari Teknik Penggilingan padi yang baik.

dari Teknik penggilingan padi yang baik, Mutu berasnya, rendemennya, mutu gabah dan kehilangan bobot saling berkaitan selama dalam proses pemberasan. Mutu beras ditentukan oleh mutu gabah pada waktu digiling, derajat sosoh, kondisi penggilingan dan penanganannya serta sifat varietasnya (*Soemardi,1991).

Pada penetapan mutu gabah, rendemen giling mencakup rendemen beras kepala dan rendemen total giling. Mutu giling beras merupakan persyaratan utama dalam penetapan mutu gabah karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi yaitu menentukan jumlah berat beras yang dihasilkan.

Rendemen beras kepala mempunyai keragaman yang besar yang tergantung pada berbagai faktor yaitu varietas, jenis biji, butir kapur, cara budidaya, faktor lingkungan, perlakuan lepas panen yang dimulai sejak pemanenan, perontokan, pengeringan, penyimpanan, hingga penggilingan.

Demikian juga rendemen dari total beras giling dipengaruhi oleh perlakuan tersebut diatas dan juga ditentukan oleh perbandingan sekam, kulit ari, dan bagian endosperm. Mutu giling merupakan salah satu faktor penting yang menetukan mutu beras.

Mutu giling mencakup berbagai ciri, yaitu rendemen beras giling, rendemen beras kepala, persentase beras pecah, dan derajat sosoh beras. Sebagian besar dari beras yang beredar di beberapa daerah yang ada di Indonesia memiliki derajat sosoh 80 % atau lebih dan persentase beras kepala lebih besar dari 75 % dan mengandung butir patah kurang dari 30 %.

Berbagai faktor yang meliputi keadaan lingkungan, panen hingga penanganan lepas panen mempengaruhi mutu giling disamping faktor genetik (*Haryadi, 2006).

Setelah mengetahui Teknik penggilingan padi yang baik artikel ini mungkin menarik cara budidaya tanaman padi 

Untuk meningkatkan mutu beras bagian yang harus diperbaiki yaitu :

1). Perbaikan budidaya padi;

2). Perbaikan penanganan pascapanen;

3). Perbaikan proses penggilingan;

4). Peningkatan kemampuan SDM.

 

Perbaikan proses teknik penggilingan yang baik dapat berupa :

  • Kadar air gabah 14 %;
  • Teknik penggilingan yang baik yang dimana terjadinya proses pecah kulit bertahap dengan dilakukan dua kali, penyosohan bertahap dilakukan dua kali, susunan mesin perontok tergantung untuk tujuan, pengkilapan di sarankan tidak menambahkan senyawa atau zat lain;
  • Jenis mesin yang dipilih harus tepat, kualitas dan produksinya;
  • Kondisi mesin harus layak dipakai, jika ada yang tidak layak beroperasi harus diperbaiki atau diganti;
  • Operator harus menguasai prinsip penggilingan pada padi, harus menguasai mesin penggilingan dan harus menguasai tentang mutu dan kualitas (*Setyono).

Peluang Usaha dari Teknik Penggilingan Padi yang Baik

Jika Anda mencari satu peluang usaha seperti berjualan olahan hasil dari penepungan menjadi tepung beras dan di desa dengan potensi yang luar biasa, rasanya bisnis satu ini tidak boleh terlewatkan dari ulasan. Pasalnya bisa dikatakan bisnis satu ini menjadi salah satu bisnis dengan prospek terbaik. Memiliki suatu peluang untuk laku keras mengingat Anda menawarkan jasa yang terbilang banyak cari di kalanga pedesaan, apalagi kalau desa yang dimaksud memang desa penghasil padi.

Tentu saja dikarenakan bisnis yang kami maksud adalah bisnis jasa penggilingan padi. Bisnis satu ini memang unggul dari banyak sisi. Dari sisi modal relatif tidak terlalu berat, sedang dari sisi hasil Anda bisa mendapat beberapa sumber ganda dari satu usaha ini.

Itu sebabnya, bahkan tidak sedikit para pelaku-pelaku usaha jasa penggilingan padi di daerah pedesaan cukup hanya menggantungkan hidup dari usahanya sudah bisa menghidupi satu keluarga. Salah satu pemilik usaha penggilingan padi dari daerah Klaten bernama bapak Ngadiyono sempat berbagi dengan kami dan menjadi sumber ulasan kami mengenai peluang usaha di desa yang terbilang sangat potensial ini.

Ketika Memulai

Bapak Ngadiyono memulai usaha penggilingan padinya sekitar 3 tahun lalu. Deangan hanya berbekal modal sebesar 50 juta yang beliau dapatkan dari penjualan tanah miliknya, beliau membeli sebuah mesin giling padi modern senilai 32 juta dan sebuah bangunan bedeng di halaman samping rumahnya untuk ruang usaha giling padi.

Kebetulan juga ketika itu di desa tempatnya tinggal belum ada satupun jasa penggilingan padi seperti yang beliau buka saat itu. Tentu saja jasa ini dengan sangat cepat mendapat sambutan baik dari masyarakat sekitar yang memang kebanyakan berprofesi sebagai petani.

Dengan Hanya dalam satu bulan pertama saja, beliau sudah mendapatkan hasil dari jasa giling saja sekitar 2 juta. Kini Dengan secara rata-rata pendapatan dari jasa giling padi yang dikelola dan dilaksanakan bapak Ngadiyono menghasilkan keuntungan sekitar 3 juta.

Itu di luar pendapatan yang diperoleh dari penjualan gabah dan dedak yang bisa mencapai angka 2 -3 jutaan. Itu artinya dalam satu bulan beliau bisa membukukan hasil bersih sekitar 6 juta.

Dalam satu kali giling perkilo gabah kering seorang bapak Ngadiyono memasang tarif jalan sekitar Rp 700. Tetapi biasanya dalam sehari sja beliau harus menggarap tak kurang dari 100 – 200 kilo gabah atau padi. Jelas saja angka sekitar 3 jutaan sudah pasti dikantong.

Angka itu masih bisa lebih besar lagi ketika sedang musim panen. Dikarenakan Banyaknya suplai padi di desa, maka setiap hari bisa saja beliau menggiling tak kurang dari beberapa ton padi.

Kadang juga keuntungan bersih sehari saja dari sekedar penghasilan jasa penggilingan saja bisa mencapai 400 ribuan atau sama dengan kisaran 12 jutaan dalam satu bulan. Itu belum juga termasuk keuntungan dari penjualan dedak dan juga gabah. Fantastis bukan?

Progres Peningkatan

Kini untuk bisa meningkatkan dari pendapatan bapak Ngadiyono juga menjalankan usaha jasa giling padi keliling dengan alat selep. Mesin Alat itu sebenarnya serupa fungsi dan cara kerjanya dengan mesin giling padi yang sebelumnya sudah di miliki bapak Ngadiyono.

Tetapi kali ini mesin ini disertai dengan roda dan mesin motor untuk membuatnya bisa berjalan meski dalam kecepatan rendah. Selain itu karena mesin ini bersifat moving, maka mesin giling selep ini memiliki bentuk yang lebih kompak.

Dari alat selep yang dibeli bapak Ngadiyono dengan harga beli sebesar 18 juta ini dalam 1 bulan beliau bisa membukukan keuntungan tak kurang dari 2 juta.

Mesin-mesin giling padi selep milik seorang bapak Ngadiyono ini memiliki kapasitas giling kecil supaya, selain karena lebih murah setidaknya mesin ini mudah untuk memasuki jalan-jalan kecil dan mendatangi konsumen hingga kepelosok desa. Apalagi jalur di kawasan Klaten cukup berliku dan banyak jalur tanjakan.

Kini penghasilan kotor dari usaha jasa itu setidaknya mencapai 8 jutaan tiap bulan, Beliau sudah memiliki 3 orang karyawan yang membantunya menjalankan usaha giling padi miliknya. Dalam Rencananya beliau sendiri ingin membuka cabang-cabang penggilingan baru di desa lain yang belum tersentuh jasa penggilingan yang serupa.

Itu merupakan tadi bagaimana sebuah peluang usaha di desa menjadi demikian berkembang pesat dan menghantarkan pemiliknya mencicipi sukses. Apakah anda juga tertarik dengan bisnis ini? Semoga bisa menjadi sebuah inspirasi dalam memulai sebuah peluang usaha.

Tips Memulai usaha

Yakinkan dirimu

Mulailah untuk lebih memantapkan hati sebelum memutuskan pilihanmu. Apabila masih setengah hati saat mulai membangun usaha, Anda akan lebih mudah dijatuhkan oleh keadaan.

Persiapkan model bisnis yang akan dijalankan

Jika hati sudah mantap, cobalah untuk mulai memikirkan model bisnis apa yang akan Anda jalankan nanti. Anda bisa mulai mencari tahu informasi tentang tren bisnis yang sedang berkembang dan potensial.

Berpikir “Out of The Box”

Tidak ada pebisnis yang sukses tanpa berpikir kreatif. Bisnis transportasi online misalnya yang terbukti, ia melihat peluang bagaimana bisnis ini nantinya menjadi solusi masyarakat urban modern. Nah, jadi biasakan untuk mengasah kemampuan berpikir menjadi lebih kreatif ya.

Fokus pada satu bisnis dulu

Jangan Haus akan kesuksesan terburu-buru menggandakan keuntungan dengan cara memulai bisnis ke dua. Pastikan juga bisnis yang Anda kelola saat ini sudah benar-benar stabil dalam keadaan terguncang, baik dari segi modal, SDM, maupun kebutuhan-kebutuhan lainnya.

Organisir diri

Mulailah dengan membiasakan diri lebih terorganisir. Hal ini akan sangat penting sebagai modal diri dalam mengatur usaha Anda. Sederhananya, jika Anda tak bisa mengorganisir diri anda sendiri, bagaimana Anda akan mengorganisir semua elemen dalam bisnis Anda?