Select Page

Salah satu jenis sayuran dari famili leguminosa yang banyak tumbuh di dataran rendah yaitu kacang panjang atau Vigna Sinensis merupakan . Tanaman kacang panjang ini relatif mudah untuk dibudidayakan. Tidak hanya itu, tanaman kacang panjang ini juga banyak mengandung nutrisi seperti protein, karbohidrat, lemak, serat, kalsium, zat besi, vit B1, vit B2 dll. keluarga dari tanaman ini seringkali dimanfaatkan oleh petani untuk memulihkan kandungan nitrogen pada tanah mereka.

Cara Menanam Kacang Panjang

kacang panjang

Tanaman kacang panjang ini bisa dibudidayakan diberbagai jenis tanah seperti tanah Regosol, Latosol (lempung berpasir) dan Alluvial. Tanaman ini bisa tumbuh baik pada suhu 20-300C dengan curah hujan 600-1.500 mm/tahun dan tingkat keasaman tanah antara 5,5-6,5. Kacang panjang adalah tumbuhan yang menjalar dengan batang berwarna hijau muda dan membentuk segi enam. Daunnya berwarna hijau tua dengan ujung meruncing. Bunganya berbentuk kupu-kupu berwarna biru muda.

Berikut Cara Menanam Kacang Panjang

 

Menyiapkan Benih

benih kacang panjang

Pembenihan yang digunakan bisa dari benih sendiri atau benih yang dibeli dari toko pertanian. Gunakan benih kacang panjang dengan kriteria yang masih bagus, warnanya cerah, tidak kisut ,dan terhindar dari OPT.

Varietas kacang panjang yang biasa digunakan adalah KP-1 dan KP-2 yang toleran terhadap hama penggerek polong dan penyakit busuk polong.

Menyiapkan Lahan

Untuk lahan langkah pertama yaitu membuat bedengan dengan lebar 70-80 cm, tinggi 20-30 cm dan jarak antar bedeng 50-60 cm. Taburkan dolomit/kapur pertanian sebanyak 50-75 kg/400 m2 (jika ph tanah dibawah 5,5). Setelah itu tambahkan pupuk dasar TSP, KCl dan ZA (2:1 :1) dengan dosis 1-20 kg/400 m2. Pupuk dasar ditaburkan 10-15 hari sebelum tanam.

Buatlah lubang tanam tugal sedalam 3-5 cm. Disetiap bedengan untuk dua baris tanaman dengan jarak tanam 70×30 cm. Tanam 2-4 biji kacang panjang disetiap lubong tanam, tutup dengan tanah.

Siapkan ajir atau lanjaran yang dibuat dari bambu dengan panjang sekitar 2 meter yang nantinya dijadikan sebagai tempat merambatnya kacang panjang.

Pemeliharaan Tanaman

Ketika tanaman sudah mencapai tinggi 25 cm, langkah yang dilakukan selanjutnya adalah pemberian penyangga (ajir). Guna untuk menjaga tanaman agar dapat tumbuh dengan kuat, dan sekaligus sebagai media perambatan tanaman. Selain itu, penyangga ini juga berguna menjaga tanaman agar tidak menyentuh tanah karena bisa menyebabkan tanaman menjadi busuk.

Ajir atau penyangga ini dipasang 10 hari sesudah menanam benih. dan menancapkan 5 ajir diantara 2 lobang tanam, beri silang lanjaran dan kemudian diikat dengan tali agar lebih kuat dan kokoh.

Selain penyangaan, kacang panjang juga harus disiram, penyiangan dan pemangkasan daun. Pemangkasan daun ini dilakukan setelah tanaman berumur 1,5-2 bulan setelah tanam dengan cara memotong tangkai daun. Daun yang di pangkas adalah daun yang sudah tua.

Pemupukan

Setelah tanaman berumur 1 minggu dan 3 minggu langkah yang harus dilakukan selanjutnya yaitu pemupukan. Pupuk yang dibutuhkan untuk tanah seluas 100 m2, yaitu pupuk urea 0,5 kg, SP – 36 1 kg dan KCI 1 kg. setelah di campurkan lalu dibagi 2 dan bisa digunakan untuk 2 kali pemupukan. Pupuk yang telah dibagi 2 kemudian di tabur atau dikocorkan di sekitar tanaman dengan dosis 20 g per tanaman.

Pengendalian dengan penyemprotan pestisida ini bisa di lakukan ketika tanaman telah berumur 2 minggu dan satu bulan. Atau bisa di lakukan ketika terjadi serangan hama dan penyakit. Hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman kacang panjang adalah

  • Kutu hitam dan kutu putih, menghisap cairan pada daun sehingga mengakibatkan bercak kuning pada daun. Pada gilirannya akan menganggu proses fotosintesis daun sehingga produksi tidak maksimal.
  • Ulat kepik daun, mengakibatkan lubang-lubang pada daun dengan bentuk yang tidak beraturan.
  • Polong muda akan terlihat ada lubang-lubang kecil dan bijinya habis dimakan. Dan pada polong yang tua akan ditemukan bercak-bercak coklat dan didalamnya terdapat ulat hijau beserta kotorannya.
  • Ulat bulu, ulat ini biasanya menyerang seluruh bagian tanaman yang terdapat dipermukaan tanah. Serangan bisa hebat dan meluas hingga menghabiskan seluruh areal tanaman.
  • Karat dan bercak daun Cercospora adalah penyakit yang biasa dijumpai pada budidaya kacang panjang. tetapi pada bididaya kacang panjang jarang ditemukan penyakit melainkan serangan hama.

Panen

Kacang panjang sudah siap dipanen ketika berumur 45-50 hari. Buah yang siap dipanen berwarna hijau keputihan. Cara panen bisa dilakukan dengan cara dipetik, biasanya periode panen kacang panjang dalam satu kali siklus budidaya sebanyak 15-18 kali. Hasil produksi dari kacang panjang tergantung pada banyak atau sedikitnya variabel, diantaranya jenis varieatas tanaman, mutu benih dan pemeliharaan. Biasanya budidaya kacang panjang yang baik bisa menghasilkan 35 ton/H.

Cara memanen atau memetik buah berpengaruh pada pemanenan berikutnya. Ada 2 cara untuk memetik atau memanen kacang panjang. Cara pertama dengan cara mematahkan tangkai buah ke arah yang berlawanan dengan lekukan buah yang menempel pada buah. Cara kedua yaitu dengan cara memutar buah hingga terlepas dari tangkainya. Cara-cara tersebut bisa mengurangi resiko kerusakan pada bunga atau buah yang belum siap panen.

Berikut Beberapa Manfaat Kacang Panjang

Menurut penelitian yang telah dilakukan mahasiswa dari Fakultas Farmasi UGM, Yogyakarta, kacang panjang telah terbukti memiliki kandungan fitoestrogen alias hormon estrogen alami pada tumbuhan yang fungsinya mirip hormon estrogen yang diproduksi oleh manusia. Salah satu jenis fitoestrogen adalah flavonoid yang dapat merangsang pertumbuhan sel-sel epitel pada payudara sehingga payudara Anda dapat membesar.

Meskipun demikian, penelitian ini masih berlangsung pada tahap awal dan membutuhkan studi lebih lanjut untuk membuktikan manfaat kacang panjang untuk payudara tersebut.

2. Menyehatkan Mata

Manfaat kacang panjang yang satu ini berhubungan dengan kandungan vitamin A yang terdapat di dalamnya. Setiap sajian kacang panjang (100 gram) mengandung 865 IU atau sekitar 28 persen dari total kebutuhan vitamin A per hari bagi laki-laki dan 37 persen bagi wanita.

3. Menyehatkan Kulit

Kandungan vitamin C yang terdapat pada kacang panjang dapat memberi efek kulit yang sehat, misalnya mengurangi risiko kulit kering dan berkeriput. Manfaat kacang panjang ini juga didapat dari kandungan antioksidan yang terdapat dalam tanaman tersebut.

4. Menurunkan Risiko Nyeri Sendi

Hal ini masih berhubungan dengan kandungan vitamin C yang terdapat di dalamnya. kacang panjang memiliki 18,8 mg kandungan vitamin C per 100 gram sajiannya, sedangkan tubuh kita membutuhkan sekitar 1.000 mg vitamin C untuk merasakan manfaat kacang panjang ini.

5. Menangkal Radikal Bebas

Kandungan vitamin C dan antioksidan juga dapat menangkal radikal bebas. Radikal bebas diklaim sebagai salah satu penyebab penyakit-penyakit mematikan, seperti penyakit jantung, kanker, maupun artritis.

6. Membuat Tidur Lebih Nyenyak

Manfaat dari tanaman kacang panjang yang satu ini didapat dari kandungan magnesium yang mencapai 44 mg per 100 gram sajian. Magnesium merupakan zat yang terbukti dapat mengatasi masalah hiperaktif, kecemasan, dan susah tidur karena adanya gangguan fungsi pada otak.

7. Menyehatkan Janin

Kandungan folat (vitamin B9) yang terdapat dalam kacang panjang berperan penting dalam kesehatan janin, terutama pada trimester awal kehamilan. Folat terbukti dapat mencegah bayi lahir dengan cacat bawaan, seperti kelainan jantung dan spina bifida.

Meskipun begitu, kandungan folat yang ada di dalam 100 gram kacang panjang sangat kecil, yakni 62 mikrogram, sementara ibu hamil butuh 400-800 mg folat per hari. Untuk melengkapi kekurangan ini, Anda juga dianjurkan untuk mengonsumsi asam folat (folat dalam bentuk suplemen).

Namun yang perlu diperhatikan adalah cara pengolahan kacang panjang yang mungkin akan memengaruhi sedikit manfaat kacang panjang itu sendiri. Jadi, pastikan Anda tidak merebus atau menumis kacang panjang terlalu lama, agar nutrisi di dalamnya juga tidak ikut larut dalam air atau menguap bersama minyak goreng yang Anda gunakan.

Berikut Ada Beberapa Olahan Dari Kacang Panjang

1. Tumis Kacang Panjang

  • Bahan-bahan
  1. 1 ikat Kacang Panjang
  2. 6 siung bawang merah
  3. 2 siung bawang putih
  4. 5 biji cabe rawit
  5. Secukupnya garam
  6. Secukupnya gula
  7. 1 sdt saori saus tiram
  • Langkah
  1. Potong kacang panjang memanjang sebesar korek api.
  2. Cuci bersih dan tiriskan.Iris semua bumbu lalu tumis hingga harum,
  3. lalu masukkan kacang panjang dan tambahkan sedikit air.Tunggu hingga kacang panjang matang dan cek rasa.
  4. Tumis kacang panjang siap dihidangkan.

2. Oseng-oseng Kacang Panjang

  • Bahan-bahan
  1. 1 ikat kacang panjang, potong²
  2. 3 buah tempe, potong kecil²
  3. Sosis 4 buah,bisa pakai yangg 1000 an
  4. Kecambah secukupnya saja
  5. Cabe hijau 3 buah, iris serong
  6. Cabe merah 3 buah, iris serong
  7. Bawang merah 4 buah, iris tipis
  8. Bawang putih 2 buah, geprek, iris kecil²
  9. Garam
  10. Penyedap rasa
  11. Minyak goreng
  • Langkah
  1. Panaskan minyak,,goreng tempe hingga matang, angkat.kemudian masukkan sosis, goreng hingga matang, angkat,goreng kacang panjang hingga matang.angkat.
  2. Setelah semua bahan matang, kecuali kecambah ya, jgn digoreng! Kurangi minyak goreng menjadi sedikit untk menggoreng bawmer, bawang putih dan cabe.
  3. Tumis bawang merah, bawang putih hingga setengah menguning, kemudian masukkan cabe.tumis hingga wangi.
  4. Setelah itu masukkan sosis, tempe, kacang panjnag yg sudah dgoreng td. Tambahkan kecambah, masukkan garam, penyedap rasa secukupnya. Masak kurang lebih 3 menit.
× Whatsapp Kami!