Select Page

Pada artikel kali kami akan memberikan cara budidaya tanaman cengkeh yang benar. Cengkeh atau cengkih adalah tanaman asli nusantara. Tanaman cengkeh ini berasal dari Pulau Maluku, kemudian menyebar di daratan Indonesia lainnya sampai ke manca negara seperti Bangladesh, Sri Lanka, Pakistan, dan banyak lagi.

Cengkeh adalah salah satu jenis tanaman rempah yang memiliki banyak manfaat. Bagian yang sering dimanfaatkan dari tanaman cengkeh yaitu bagian kuncup bunganya. Biasanya bisa melalui proses pengeringan terlebih dahulu sebelum akhirnya dikonsumsi atau digunakan. Kuncup bunga dari tanaman inilah yang disebut disebut oleh masyarakat sebagai cengkeh.

Manfaat Tanaman Cengkeh

Cengkeh biasa digunakan untuk penambah citarasa makanan maupun minuman. Sensasinya yang hangat dan pedas cukup disukai oleh kalangan masyarakat, terutama yang tinggal di daerah dingin. Di samping itu, cengkeh juga mempunyai manfaat yang baik untuk kesehatan tubuh karena diketahui mengandung fosfor, zat besi, magnesium, kalsium, kalium, seng, natrium, dan vitamin. Contoh manfaat cengkeh untuk tubuh adalah sebagai berikut.

  1. Menyehatkan jantung
  2. Melancarkan pencernaan
  3. Sebagai anti-oksidan
  4. Mengatasi radang
  5. Mengatasi rasa nyeri karena sakit gigi
  6. Mencegah bau mulut dan bau badan
  7. Mengontrol gula darah
  8. Meningkatkan sistem imun tubuh

Adapula cara budidaya tanaman cengkeh sebagai beriut.

Budidaya Tanaman Cengkeh – Iklim Dan Tanah

Tanaman cengkeh tumbuh dengan sangat baik di tanah liat, kaya tropis lembab dan bisa juga tumbuh dengan baik di tanah merah Kerala. Sebuah iklim yang lebih dingin dengan curah hujan terdistribusi dengan sangat baik cukup ideal untuk situs pembungaan.

Karena tanaman cengkeh sangat tidak tahan dengan kekeringan, sebab bila terjadi kekeringan pada pohon cengkeh dapat mengakibatkan kematian pada pohon yang masih berusia sekitar 1 – 2 tahun. Baik itu drainase karena tanaman tidak bisa menahan kondisi masuk air yang berlebihan.

Jadi tanaman cengkeh ini bisa tumbuh subur dengan baik di daerah yang curah hujan tahunan yang mencapai 150-300 mm dan tanaman cengkeh ini bisa tumbuh di ketinggian 1500m di atas permukaan laut.

Budidaya Tanaman Cengkeh – Bahan Tanam

Supaya memperoleh pohon cengkeh yang produktif dan berkualitas, sebaiknya para petani harus dapat memproduksi biji yang berkualitas untuk keperluan pembibitan di antaranya yaitu:

  • Benih harus dikumpulkan dari buah yang sudah masak agar meningkatkan kualitas benih
  • Buah-buahan untuk budidaya untuk benih, dikenal sangat populer sebagai “ibu dari cengkeh” cengkeh yang telah terpilih untuk diambil bijinya buat pembenihan atau pembibitan,di rekomendasikan biarkan sampai matang di pohon
  • Pohonnya sehat,Percabangannya rapat mulai dari bawah dan juga dari atas
  • Daunnya rimbun dan Umurnya sekitar 10 tahun ke atas

Pohon yang bakal diambil bijinya harus dirawat teratur dan penuh perhatian ,dengan cara diberi pupuk cukup banyak. Dosis pupuknya harus cukup banyak daripada pohon cengkeh yang tidak dibijikan. Tanah di sekitar pohon yang akan diambil bijinya harus digemburkan terlebih dahulu dan bila perlu ditambah dengan pupuk kandang.

Biji yang kualitasnya baik biasanya terletak pada bagian pucuk, karena biji yang di pucuk bisa tumbuh lebih besar dan hampir tidak ada yang kosong Biji-biji yang dipetik merupakan biji yang sudah berubah berwarna hitam ungu dan sudah ada yang gugur. Biji ini masak kira-kira 4 sampai 5 bulan setelah panen, atau 9 sampai 10 bulan dari bakal bunga

Setelah dikumpulkan semua biji yang masak, baru kemudian dikupas kulitnya. Pengupasan dilakukan secara perlahan agar biji cengkeh tidak luka. Sesudah dikupas kemudian dicuci menggunakan air bersih, kemudian dipilih untuk memisahkan biji yang tidak baik contohnya; biji yang sangat kecil, ada bercak hitam, kotilnya sudah tinggal satu, atau satu buah cengkeh namun berisi dua biji. Setelah disortir dan dipilih, biji-biji cengkeh dapat ditanam langsung di pembibitan atau direndam menggunakan air dengan waktu semalam.

Budidaya Tanaman Cengkeh – Persemaian Dan Pembibitan

Proses budidaya cengkeh bisa dimulai dari kerja pembibitan dan persemaian. Supaya anda bisa memperoleh dan mendapatkan pohon cengkeh yang produktif dan berkualitas, maka kerja pembibitan dan persemaian harus dilakukan dengan sangat baik, cermat dan teliti.

Fase – fase kerja yang harus dilakukan dalam persemaian.

  • Membuat patok atau tanda pada tanah yang akan dicangkul terlebih dahulu. Lebarnya maksimal sekitar 175 cm dan panjangnya maksimal sekitar 5 meter, atau ditentukan secara kondisional dengan cara melihat lahan atau medan.
  • Di antara bedengan persemaian diberi parit air sekitar 50 cm.
  • Pencangkulan tanah yang akan dibuat bedengan sedalam kurang lebih 30 cm.
  • Membersihkan rerumputan dan tanaman pengganggu lainnya sampai ke akar-akarnya
  • Pencangkulan diulangi kurang lebih 3 kali untuk menggemburkan tanah, kemudian digulut sekitar 20 cm di atas permukaan parit.
  • Sekeliling tiap gulutan/bedengan persemaian diberi penahan (amping) agar tanah persemaian tidak larut kena air.
  • Tanah dicampur dengan pupuk kandang yang sudah masak rata-rata 1 blek tiap 3m² atau kondisional, melihat intensitas kesuburan tanah.
  • Memasang peneduh kira – kira setinggi 2 meter dengan atap alang-alang, daun kelapa atau jerami.
  • Masing – masing gukutan/bedengan disemprot memakai insektisida atau dicampur dengan bubuk incex untuk membunuh seperti ulat tanah, gangsir, rayap, dan lain-lain.

Setelah semuanya sudah siap, biji mulai ditanam. Pilihlah biji yang kualitasnya terbaik atau unggul. Biji dapat disediakan sendiri jika mempunyai induk tanaman cengkeh yang sangat bagus. Jika tidak memiliki benih yang bagus, sebaiknya mencari di toko – toko pertanian atau lembaga – lembaga pertanian dan tanaman yang sangat terpercaya.

Persiapan Lahan Dan Penanaman

Lahan yang dipilih untuk meningkatkan perkebunan cengkeh harus dicangkul,digemburkan dan dibersihkan dari pertumbuhan rumput-rumput liar terlebih dahulu. Selanjutnya membuat lubang dengan ukuran dari 75x75x75,cm digali dengan jarak 6 hingga 7 mts. Selanjutnya jarak yang harus disesuaikan dengan jarak tanaman utama. Penutupan lubang dilakukan dengan cara mencampurnya dengan kompos, pupuk kandang sapi, dan dicampur dengan TSP juga tanah galian pada setiap lubang tanam.

Pemupukan Dan Aplikasi Pupuk

Budidaya Tanaman Cengkeh

Tujuan pemupukan pada tanaman cengkeh merupakan untuk memperbaiki pertumbuhan tanaman cengkeh serta dapat meningkatnya produksi buah cengkeh. Pemupukan yang tidak sesuai dosis, waktu, dan caranya menyebabkan tanaman tidak dapat tumbuh baik dan optimal.

Tanaman bisa kekurangan unsur hara maupun kelebihan pupuk. Demikian dengan sebaliknya, pemupukan yang kelebihan dosis akan menimbulkan ketidak seimbangan unsur hara dalam tanah, dapat merusak sifat tanah, dan pencemaran lingkungan. dan pemberian pupuk yang baik dan tepat harus mengetahui kondisi lahan dan tanaman di antaranya yaitu:

  1. Untuk pertamakali bilamana tidak pernah diberikan DSP, dosis setiap pohonnya 5 kg. Kemudian setiap pemupukan 4 kg / pohon (sesuai dosis).
  2. Untuk tanah marginal, umumnya tanah berwarna terang atau daerah berbukit (podsolik merah kuning) penambahan pupuk kandang secara rutin/terus menerus sangat diperlukan.Pupuk ternak kandang atau kompos 50 kg
  3. Apabila anda menggunakan NPK 15-15-15, dosis perpohonnya ialah 4 kg NPK dan 4 kg DSP.
  4. Pemupukan dilakukan 2 kali pertahun yaitu pada awal dan akhir musim hujan.

Organic bisa diterapkan sebagai dosis tunggal pada awal musim hujan di parit digali sekitar pohon-pohon. Dosis pupuk yang dianjurkan untuk pupuk anorganik yaitu 40gram urea, 110gram yang super fosfat, dan 80gram Murate kalium dalam stage.The dosis awal semakin melonjak untuk 600gm urea, 1560gm Super fosfat dan 1250gm Murate per tahun.

Untuk dewasa pohon sekitar 15 tahun atau lebih pupuk harus diterapkan dalam dosis terbagi sama yaitu pada bulan Mei-Juni dan September-Oktober di parit dangkal digali di sekitar tanaman cengkih.

Panen

Budidaya Tanaman Cengkeh

Pohon cengkeh bisa dipanen setelah mencapai usia tanam 4-5-6 tahun atau ketika bunga berubah dari hijau ke ungu. Musim berbunga bervariasi dari bulan September-Oktober di dataran rendah dan Desember-Januari di tinggi. Agar memperoleh hasil kualitas mutu produksi yang baik bunga cengkeh sebaiknya dipetik saat matang petik, yaitu pada saat kepala bunga kelihatan sudah penuh akan tetapi belum terbuka lebar.

Bunga yang sudah dipetik lalu dimasukkan ke dalam keranjang gendong dan dibawa ke tempat pengolahan. Matang petik setiap tanaman pada umumnya belum semua serempak dan dalam tahap pemetikan ini dapat dilakukan setiap 10 hingga 14 hari selama 3 sampai 4 bulan. Tahap ini,dilakukan tidak harus merusak cabang dan di lakukan dengan hati-hati, agar tidak mempengaruhi pertumbuhan bunga berikutnya.

Jika langkah – langkah di atas telah dipenuhi, maka bersiaplah anda untuk melakukan langkah demi langkah cara budidaya tanaman cengkeh. Anda cukup tertarik untuk membudidayakan cengkeh? Pastikan anda sudah melakukan setiap prosesnya langkah demi langkah. Selamat bercocok tanam!. Semoga bermanfaat bagi anda sekian dan terima kasih.

 

× Whatsapp Kami!