Select Page

Pada Artikel kali ini, kita akan membahas tentang budidaya tanaman kedelai, bagaimana sih cara pembudidayaan tanaman ini?, apa saja langkah-langkahnya, kita akan ulas tuntas di artikel kali ini.

Tanaman kedelai sebagian besarnya tumbuh di daerah yang memiliki iiklim tropis dan subtropis. Sebagai barometer iklim yang cocok bagi kedelai adalah bila cocok juga bagi tanaman jagung. Bahkan daya tahan tanaman kedelai jauh lebih baik daripada tanaman jagung. Iklim yang kering lebih disukai oleh tanaman kedelai dibandingkan iklim lembab.

Tanaman kedelai juga dapat tumbuh baik di daerah yang memiliki curah hujan sekitar 100 mm/bulan. Sedangkan agar mendapatkan hasil yang sangat optimal, tanaman kedelai membutuhkan curah hujan antara 100-200 mm/bulan.

Manfaat Tanaman Kedelai

budidaya tanaman kedelai

Sebelum kita mengetahui tentang cara budidaya tanaman kedelai, kita harus paham terlebih dahulu akan manfaat yang terkandung di dalam tanaman satu ini.

1. Anti Oksidan

Tanaman kedelai mengandung senyawa yang disebut dengan isoflavon, di mana bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan tubuh. Senyawa ini bertanggung jawab untuk memperbaiki sel-sel yang telah rusak dan mencegah kerusakan sel yang disebabkan oleh polusi lingkungan, sinar matahari dan proses tubuh yang normal terjadi.

2. Mengurangi Resiko Penyakit Jantung

Protein dan isoflavon yang hadir dalam kedelai, membantu dalam mengurangi kolesterol jahat, serta penurunan kemungkinan pembekuan pada darah. Protein dan isoflavon yang terdapat pada kedelai juga dapat mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke. Para peniliti saat ini menunjukkan bahwa, mengkonsumsi susu yang mengandung setidaknya 25 gram protein kedelai selama sembilan minggu akan mengakibatkan penurunan 5% kolesterol LDL rata-rata dalam tubuh.

3. Mencegah Osteoporosis

Protein pada tanaman kedelai membantu dalam penyerapan yang lebih baik kalsium didalam tulang manusia. Isoflavon yang hadir dalam makanan kedelai berfungsi untuk memperlambat kehilangan tulang dan menghambat kerusakan tulang yang pada gilirannya mencegah osteoporosis.

4.  Mengatasi Gejala Menopause

Kandungan isoflavon pada biji kedelai membantu untuk mengatur estrogen dalam tubuh. Penelitian telah menemukan bahwa isoflavon kedelai dapat mengurangi rasa panas pada badan (hot flushes) pada wanita menopause.

5. Menjaga Berat Badan

Jumlah kandungan serat yang lumayan tinggi pada kedelai digunakan tubuh sebagai alat untuk manajemen (mengatur) berat badan. Ini adalah indeks glisemik rendah (GI) makanan yang mengatur gula darah dan fluktuasi insulin. Sehingga dapat membantu mengontrol rasa lapar. Hal ini akan sangat membantu Anda dalam proses penurunan berat badan.

Jenis Tanaman Kedelai

budidaya tanaman kedelai

Tanaman kedelai sendiri memiliki cukup banyak jenis yang dibudidayakan di indonesia, namun kita akan mengenal dan memahami 5 jenis varietas yang paling banyak dibudidayakan di indonesia.

1. Varietas Baluran

Varietas kedelai unggulan yang pertama adalah varietas Baluran, Suyono, T. Adisarwanto dan I. Hartana merupakan pemulia dari varietas Baluran, menurut deksripsinya varietas Baluran mampu mencapai daya hasil antara 2,5 sampai 3,5 ton perhektar dengan umur tanaman 33 hari saat berbunga dan 80 hari umur saat polong kedelai sudah matang atau siap dipanen. tinggi tanaman dari varietas Baluran antara 60-80 cm. pertama dilepas secara resmi yakni pada tahun 2002 tepatnya pada tanggal 15 April.

2. Varietas Anjasmoro

Berbeda dengan varietas Baluran, Varietas Anjasmoro memiliki tinggi tanaman yang lebih tinggi yakni sekitar 64 sampai 68 cm, potensi hasil dari varietas anjasmoro sekitar 2,03 ton sampai 2,25 ton per hektar. umur tanaman juga lebih lama jika dibandingkan varietas baluran yakni sekitar 82-92 hari, sedangkan untuk umur berbunga disekitar35 sampai 39 hst. Pemulia vareiatas anjasmoro adalah Takashi Sanbuichi, Nagaaki Sekiya, Jamaluddin M., Susanto, Darman. M.A., dan M. Muchlish Adie. Varietas Anjasmoro pertama dikeluarkan pada 22 oktober tahun 2001.

3. Varietas Burangrang

Varietas yang dikeluarkan pada tahun 1999 ini mempunyai potensi hasil sekitar 1,6 sampai 2,5 ton perhektar. Rodiah S., Ono Sutrisno, Gatot Kustiyono, Sumarno, dan Soegito merupakan tim pemulia untuk varietas Burangrang. Umur tanaman bisa mencapai 80 sampai 82 hari sedangkan untuk masa berbunga sekitar 35 hari. varietas ini tahan terhadao penyakit karat daun.

4. Varietas Grobogan

Varietas yang dikeularkan pada tahun 2008 ini mempunyai sifat polong yang sedikit lebih keras dan mempunyai sifat daun akan rontoh bertahap jika masa panen akan datang. T. Adisarwanto, Sumarsono, Sunardi, Tjandramukti, Ali Muchtar, Sihono, SB. Bapak Purwanto, Ibu Siti Khawariyah, Bapak Murbantoro, dan kawan-kawan merekalah pemulai dari varietas Grobogan ini. Potensi hasil adalah 3,4 ton per hektar dengan umur tanaman sekitar 76 hari bisa kurang dan bisa lebih.

5. Varietas Argomulyo

Varietas Agromulyo berasal dari Introduksi dari Thailand, oleh PT Nestle Indonesia pada tahun 1988 dengan nama asal Nakhon Sawan 1, namun dikembangkan dan diperbanyak oleh BPTP Karangploso kabupaten Malang. Potensi hasil dari varietas ini adalah 1,5 samai 2 ton perhektar dengan umur tanaman sekitar 80 sampai 82 hst.

Budidaya Tanaman Kedelai dan Syarat Tumbuh Tanaman Kedelai

1. Budidaya Tanaman Kedelai Melihat Iklim Lahan

  • Tanaman kedelai dapat tumbuh baik di daerah yang memiliki curah hujan sekitar 100 sampai 400 mm/bulan. Sedangkan untuk mendapatkan hasil yang optimal, tanaman kedelai membutuhkan curah hujan antara 100 sampai 200 mm/bulan.
  • Suhu yang dibutuhkan oleh tanaman kedelai antara 21-34 derajat celcius, akan tetapi suhu optimum bagi pertumbuhan tanaman kedelai ini adalah 23-27 derajat celcius
  • Pada proses perkecambahan, benih kedelai memerlukan suhu yang cocok sekitar 30 derajat celcius.
  • Saat melakukan pemanenan, biji kedelai yang jatuh pada musim kemarau akan lebih baik dari pada musim hujan, dikarenakan hal ini berpengaruh terhadap waktu pemasakan biji dan pengeringan hasil.

2. Budidaya Tanaman Kedelai dan Memperhatikan Media Tanam

Pada dasarnya tanaman kedelai membutuhkan kondisi tanah yang tidak terlalu basah, tetapi air harus tetap tersedia. Tanaman jagung merupakan tanaman indikator yang sangat baik bagi tanaman kedelai. Tanah yang baik ditanami jagung, akan baik pula untuk ditanami kedelai.

  • Kedelai tidak membutuhkan struktur tanah yang khusus sebagai suatu persyaratan tumbuh. Bahkan pada kondisi lahan yang kurang subur dan agak asam pun tanaman kedelai dapat tumbuh dengan cukup baik, asalkan tidak tergenang oleh air yang akan menyebabkan pembusukan pada akar. Kedelai dapat tumbuh baik di berbagai jenis tanah, asal drainase dan aerasi tanah cukup baik.
  • Tanah-tanah yang cocok untuk menjadi media tanam untuk kedelai yaitu: alluvial, regosol, grumosol, latosol dan andosol. Untuk tanah-tanah podsolik merah kuning dan tanah yang mengandung banyak pasir kwarsa, pertumbuhan kedelai kurang baik, kecuali bila tanah diberi tambahan pupuk organik atau kompos dalam jumlah yang cukup.
  • Lahan yang baru pertama kali ditanami kedelai, sebaiknya perlu diberi bakteri Rhizobium, kecuali tanah yang sudah pernah ditanami Vigna sinensis (kacang panjang). Tanaman kedelai yang ditanam pada tanah berkapur atau bekas ditanami padi akan jauh lebih baik hasilnya, sebab tekstur tanahnya masih cukup baik dan tidak perlu diberi pemupukan awal.
  • Tanaman kedelai juga membutuhkan tanah yang kaya akan humus atau bahan organik. Bahan organik yang cukup dalam tanah akan memperbaiki daya olah dan juga merupakan sumber makanan yang baik bagi jasad renik, yang akhirnya akan membebaskan unsur hara untuk pertumbuhan tanaman kedelai itu sendiri.

3. Ketinggian Tempat

Varietas kedelai berbiji kecil, sangat cocok ditanam di lahan dengan ketinggian 0,5- 300 m dpl.Sedangkan varietasi kedelai berbiji besar cocok ditanam di lahan dengan ketinggian 300-500 m dpl. Tanaman kedelai biasanya akan tumbuh cukup baik pada ketinggian tidak lebih dari 500 m dibawah permukaan laut.

Budidaya Tanaman Kedelai dan Pengenalan Hama Penyakit Pada Kedelai

budidaya tanaman kedelai

Setiap kita membudidayakan sesuatu tanaman, entah itu jagung, kedelai, padi, dan tanaman organik lainnya, tentu kita tidak bisa menghindari sesuatu hal yang disebut dengan hama dan penyakit, kedua hal ini selalu muncul dan kita sebagai seorang pembudidaya harus dapat mengatasi hal ini, jika tidak, kita tidak akan mendapatkan hasil panen yang maksimal. Dibawah ini, kita akan mengetahui dan belajar mengenai hama-hama yang terdapat pada tanaman kedelai,

Ulat Jengkal

Ulat Chrydeixis chalcites Eisper, disebut juga ulat jengkal atau ulet lompat. Tubuh ulat berwarna hijau dengan garis berwarna cerah pada sisinya. Serangan  dari ulat jengkal ini meninggalkan tanda berupa bekas gigitan pada daun. Fase ulat jengkal ini berlangsung sekitar 11-13 hari, dan kemudian menjadi pupa. Pupa ulat jengkal yang berada di dalam tanah atau di bawah daun diliputi oleh benang halus berwarna putih.

Setelah 7 hari, dari pupa keluar ngengat yang berwarna cokelat, di tepi daun muda, yang makin lama makin ke tengah, hingga akhirnya hanya tersisa tulang daunnya. Hama ini juga dapat pula menyerang bagian yang lunak misalnya  seperti ujung tanaman atau buah muda.

Tungau Merah

Tungau merah (Tetranychus cinnabarius Boisd) memiliki tubuh berwarna merah kecokelatan dan terdapat beberapa bercak hitam ditubuhnya. Hama tungau yang memiliki jenis jantan mempunyai warna hijau kekuningan. Hama tungau merah ini, banyak menyerang tanaman berjenis kacang-kacangan pada musim kemarau. Pada awalnya, serangan tungau merah ini menyebabkan timbulnya bercak kuning pada daun kedelai yang sudah tua.

Kemudian bercak ini makin meluas dan seluruh daun menjadi kering. Akhirnya, warna daun menjadi merah karat. Pada permukaan bawah daun terdapat anyaman benang halus yang menjadi tempat tinggal hama ini. Daun menjadi kering dan gugur. Serangan tungau merah juga dapat terjadi pada daun yang masih muda.

Budidaya Tanaman Kedelai

budidaya tanaman kedelai

Oke, sekarang kita akan membahas mengenai cara pembudidayaan tanaman kedelai ini, jadi simak baik-baik ya.

Budidaya Tanaman Kedelai yang Pertama Adalah Penanaman

Ada 3 sistem penanaman pada budidaya tanaman kedelai ini, yaitu, tanaman tunggal, tanaman campuran, dan tanaman tumpang sari, akan kita bahas secara lengkap,

1. Sistem Tanaman Tunggal

Dalam sistem tanaman tunggal ini, seluruh lahan ditanami oleh kedelai dengan tujuan memperoleh produksi kedelai baik mutu maupun jumlahnya. Tanaman kedelai yang ditanam dengan sistem ini, membutuhkan lahan kering tetapi cukup mengandung air, seperti tanah bekas persawahan dan pernah ditanami padi rendeng dan tanah tegalan saat permulaan musim penghujan.

Kelebihan lainnya ialah memudahkan pemberantasan hama dan penyakit. Kelemahan sistem ini adalah: penyebaran hama dan penyakit kedelai relatif cepat, sehingga penanaman kedelai dengan sistem ini memerlukan perhatian khusus. Jarak tanam kedelai sebagai tanaman tunggal adalah: 20 x 20 cm; 20 x 35 cm atau 20 x 40 cm.

2. Sistem Tanaman Campuran

Dengan sistem ini harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: Umur tanaman tidak jauh berbeda, Tanaman yang satu tidak mempunyai sifat mengalahkan tanaman yang liar.

Jenis hama dan penyakit sama atau salah satu dari tanaman tahan terhadap serangan hama dan penyakit, Kedua tanaman merupakan tanaman palawija, misalnya kedelai dengan kacang tunggak/kacang tanah, kedelai dengan jagung, kedelai dengan ketela pohon.

3. Sistem Tanaman Tumpangsari

Sistem ini biasa diterapkan pada lahan tanah yang mendapat pengairan terus menerus sepanjang waktu, misalnya lahan tanah sawah yang memiliki irigasi teknis. Jika ingin mendapatkan kedelai yang bermutu baik, biasanya kedelai ditanam dengan waktu yang bersamaan.

Pemilihan waktu tanam kedelai ini harus tepat, agar tanaman yang masih muda tidak terkena banjir atau kekeringan. Dikarena umur kedelai yang menurut varietas yang dianjurkan berkisar antara 75-120 hari, maka sebaiknya kedelai ditanam menjelang akhir musim penghujan, yakni disaat tanah agak kering tetapi masih mengandung cukup kandungan air.

Waktu penanaman yang tepat pada masing-masing daerah sangat jauh berbeda. Sebagai pedoman, bila tanaman kedelai ditanam di tanah tegalan, waktu tanam yang terbaik adalah permulaan musim penghujan. Bila ditanam di lahan tanah persawahan, waktu tanam sangat tepat adalah menjelang akhir musim penghujan. Di lahan sawah yang memiliki sistem pengairan irigasi, kedelai dapat ditanam pada awal sampai pertengahan musim kemarau.

Budidaya Tanaman Kedelai yang Kedua Adalah Pemeliharaan Pada Tanaman

Dalam budidaya tanaman kedelai, selain kita harus paham mengenai cara penanamannya, kita juga harus paham mengenai pemeliharaan pada tanaman satu ini,

1. Penjarangan dan Penyulaman

Tanaman kedelai mulai tumbuh kira-kira di umur 5-6 hari. Kenyataannya tidak semua biji yang ditanam dapat tumbuh dengan baik dan sempurna, sehingga akan terlihat tidak seragam. Untuk menjaga agar produksi tanaman kedelai tetap berkualitas, benih kedelai yang tidak bisa tumbuh, sebaiknya segera diganti dengan biji-biji yang baru.

Dan biji yang telah dicampur Legin atau Nitrogen. Hal ini perlu dilakukan apabila jumlah benih yang tidak tumbuh mencapai lebih dari 10%. Waktu penyulaman yang terbaik adalah sore hari.

2. Penyiangan

Penyiangan pertama pada tanaman kedelai dilakukan pada saat kedelai  berumur 2-3 minggu. Melakukan penyiangan yang kedua dilakukan pada saat tanaman kedelai selesai berbunga, sekitar kurang lebih 6 minggu setelah masa tanam. Melakukan penyiangan kedua dilakukan bersamaan dengan melakukan pemupukan kedua (pemupukan lanjutan).

Penyiangan dapat dilakukan dengan cara mengikis gulma yang tumbuh di tanaman dengan menggunakan tangan atau kuret. Apabila lahan yang dimiliki luas, dapat juga dengan menggunakan herbisida. Sebaiknya digunakan herbisida seperti Lasso untuk gulma berdaun sempit dengan dosis 4 liter/hektar.

3. Pembubunan

Pembubunan dilakukan dengan sangat hati-hati dan tidak terlalu dalam, hal ini bertujuan agar tidak merusak perakaran tanaman kedelai. Luka pada akar akan menjadi tempat bagi penyakit yang cukup berbahaya.

4. Pemupukan

Dosis pupuk yang digunakan dalam pemupukan sangat tergantung pada jenis lahan dan kondisi tanah yang akan di pupuk. Pada tanah yang subur atau tanah bekas ditanami padi dengan dosis pupuk tinggi, pemupukan tentu tidak diperlukan.

5. Pengairan dan Penyiraman

Kedelai membutuhkan kondisi tanah yang cukup lembab namun tidak becek. Kondisi seperti ini dibutuhkan sejak kedelai masih benih dan ditanam hingga pengisian polong. Saat menjelang panen, tanah sebaiknya dalam keadaan kering.

Kekurangan pasokan air pada masa pertumbuhan akan menyebabkan tanaman menjadi kerdil, bahkan dapat menyebabkan tanaman mati apabila kekeringan telah melalui batasnya. kekeringan pada masa pembungaan dan pengisian polong dapat menyebabkan kegagalan panen.

6. Penyemprotan Pestisida

Penyemprotan pembasmi hama seperti pestisida dilakukan pada waktu yang berbeda-beda, tergantung jenis hama dan pola penyerangannya.

Itulah ulasan tentang budidaya tanaman kedelai, Semoga bermanfaat bagi anda semua. Lalu, apakah budidaya tanaman kedelai sama seperti cara menanam jagung?, simak semua ulasannya di situs ini, sampai jumpa di artikel berikutnya.