Select Page

Pada artikel kali ini, kita akan belajar cara tanam kacang tanah, simak semua langkah-langkah dan ulasan yang ada di artikel ini, supaya kacang tanah yang kalian budidayakan, mendapatkan hasil yang melimpah.

Tanaman yang memiliki nama latin Arachis hypogaea L, atau yang biasa kita kenal dengan sebutan kacang tanah, merupakan salah satu tanaman berjenis polong-polongan atau legume. Anggota dari suku Fabaceae yang cukup banyak dibudidayakan di negara Indonesia, dan termasuk kedalam kacang-kacangan terpenting kedua setelah kacang kedelai.

Varietas Tanaman Kacang Tanah

karung

Ada banyak jenis/varietas kacang tanah yang dibudidayakan di negeri ini, setiap varietas memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing, kita akan pelajari 4 varietas kacang tanah, yang paling banyak di budidayakan di Indonesia.

1. Varietas Jerapah

Varietas kacang tanah jenis jerapah merupakan varietas yang mampu beradaptasi sangat luas, toleran terhadap kondisi kekeringan dan keasaman. Produktivitas rata-rata mencapai 1,92 ton/ha. Berbiji 2 per polong (spanish), lonjong bulat, ukuran biji cukup sedang (45-50 g/100 biji). Varietas jerapah tahan terhadap layu bakteri, toleran terhadap penyakit bercak daun dan karat daun. Umur panen 90-95 hari.

2. Varietas Bison

Varietas kacang tanah jenis Bison merupakan varietas kacang tanah yang memiliki biji 2 per polong (spanish), tahan terhadap penyakit karat, lumayan tahan penyakit tahan bercak daun, agak tahan A. flavus, toleran penaungan, sesuai untuk metode tumpangsari dengan tanaman jagung ataupun ubi kayu. Toleran terhadap klorosis dan beradaptasi sangat baik di lahan kering kapuran. Hasil dari jenis bison rata-rata, di lahan kering Alfisol alkalis 2,0 ton/ha, dengan rendemen biji 72%.Umur panen 90-95 hari.

3. Varietas Domba

Varietas kacang tanah jenis domba merupakan varietas kacang tanah yang berbiji 3-4/polong, cukup tahan serangan penyakit karat, cukup tahan penyakit bercak daun, tahan A. flavus, dan toleran klorosis sehingga beradaptasi dengan baik di lahan kering kapuran. Hasil polong dari jenis domba rata-rata di lahan kering Alfisol alkalis 2,1 ton/ha dengan rendemen biji 70%.Umur panen 90-95 hari.

4. Varietas Tuban

Varietas kacang tanah jenis tuban merupakan Varietas yang dimurnikan dari varietas lokal daerah Tuban. Berbiji dua per polong (spanish), memiliki adaptasi cukup baik di lahan kering Alfisol seperti di daerah Tuban, cukup toleran dengan kondisi seperti kekeringan, tahan terhadap penyakit layu, namun cukup peka terhadap penyakit daun. Hasil polong dari jenis tuban rata-rata 2,0 ton/ ha.Umur panen 90-95 hari.

Cara Tanam Kacang Tanah dan Syarat Tumbuh Tanaman Kacang Tanah

cara tanam kacang tanah

1. Cara Tanam Kacang Tanah Dengan Cara Melihat Keadaan Iklim Lahan

Kacang tanah relatif toleran kekeringan dan membutuhkan sekitar minimal 400 mm curah hujan selama masa pertumbuhan. Untuk pertumbuhan optimal dibutuhkan curah hujan tahunan 750 – 1250 mm. Sementara suhu sendiri merupakan faktor pembatas utama untuk hasil dari pertumbuhan kacang tanah, untuk perkecambahan dibutuhkan kisaran suhu 15 – 45 derajat C. Selama masa pertumbuhan, dibutuhkan suhu dengan rata-rata 22-27 derajat C. Cuaca kering diperlukan untuk pematangan dan panen.

Pertumbuhan dan perkembangan tanaman sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan, seperti tanah, temperatur, sinar matahari, hujan, kecepatan angin dan faktor-faktor iklim lainnya. Di daerah yang memiliki musim kemarau panjang (kurang curah hujannya), kacang tanah memerlukan pengairan, terutama pada faseperkecambahan, pembuahan, dan pengisian polong.

Di daerah yang curah hujannya tinggi, penyerapan zat hara dari dalam tanah, panen, pengolahan hasil, dan serangan cendawan merupakan masalah (Suprapto, 2000).Benih kacang tanah membutuhkan air yang cukup banyak selama perkecambahan. Untuk perkecambahan optimum, diperlukan tanah dengan kelembaban 35- 40%. Benih harus ditanam ketika tingkat kelembaban yang menguntungkan untuk perkecambahan dan pertumbuhan yang cepat.

2. Cara Tanam Kacang Tanah Dengan Cara Memperhatikan Kondisi Tanah

Tanaman kacang tanah tumbuh dengan sangat baik, jika ditanam di lahan ringan yang cukup mengandung akan unsur hara seperti (Ca, N, P dan K). Tanaman ini menghendaki lahan yang gembur, agar perkembangan perakarannya berjalan baik. Ginoforanya mudah masuk ke dalam tanah untuk membentuk polong, dan pemanenannya mudah (tidak banyak polong yang hilang atau tertinggal di dalam tanah).

Sebaiknya pH tanahnya antara 5,0 – 6,3. Pada lahan tanah yang sangat banyak mengandung asam, efisiensi bakteri dalam mengikat unsur N dari udara akan sangat berkurang. Sedangkan pada tanah yang terlalu basa, unsur hara nya kurang tersedia. Kacang tanah tumbuh terbaik di tanah yang gembur, bertekstur longgar dan juga tersedia kalsium, kalium dan fosfor. Tanah harus baik aerasi nya dan mengandung bahan organik.

Tanah liat berat yang cenderung memiliki permukaan keras tidak cocok karena polong akan sulit terbentuk. Tanaman kacang tumbuh dengan sangat baik di tanah sedikit asam dengan tingkat keasaman air 6,0-6,5 tetapi dengan tingkat keasaman air 5,5-7,0 masih bisa tumbuh. Tanah salin tidak cocok untuk ditanami kacang tanah dikarena kacang memiliki kadar garam yang sangat rendah. Persyaratan mengenai tanah yang cocok bagi tumbuhnya kacang tanah tidaklah begitu istimewa.

Syarat yang paling penting bahwa keadaan dari tanah tidak terlalu kurus dan padat. Kondisi tanah yang mutlak diperlukan adalah tanah yang gembur. Tanah yang gembur ini mempermudah ketika masa penanaman, pemeliharaan tanaman, dan pasca panen berlangsung. Akibat tanah yang gembur memberikan keuntungan, diantaranya mempercepat perkecambahan biji, mempermudah ginofora untuk menembus tanah, dan mempermudah proses pembentukan polong.

3. Cara Tanam Kacang Tanah Dengan Cara Memperhatikan Ketinggian Tempat

Ketinggian tempat yang baik dan paling ideal untuk tanaman seperti kacang tanah adalah pada ketinggian antara 500 meter dibawah permukaan laut. Jenis kacang tanah tertentu dapat ditanam pada ketinggian tempat yang berbeda untuk bisa tumbuh dengan optimal.

Cara Tanam Kacang Tanah dan Pengenalan Terhadap Hama Penyakit Pada Kacang Tanah

hama pada tanaman

Setiap kita membudidayakan sesuatu tanaman, entah itu jagung, kedelai, kacang tanah, dan tanaman organik lainnya, tentu kita tidak bisa menghindari sesuatu hal yang disebut dengan hama dan penyakit, kedua hal ini selalu muncul dan kita sebagai seorang pembudidaya harus dapat mengatasi hal ini, jika tidak, kita tidak akan mendapatkan hasil panen yang maksimal. Dibawah ini, kita akan mengetahui dan belajar mengenai hama-hama yang menyerang tanaman kacang tanah.

1. Aphid

Kacang tanah merupakan salah satu tanaman yang menjadi inang dari hama yang bernama Kutu Aphid. Kutu Aphid menyerang saat tanaman mulai muncul di permukaan tanah hingga tanaman menjelang panen. Kutu ini lebih menyukai bagian tanaman yang muda seperti pucuk dan tangkai daun muda, tetapi pada keadaan populasi tinggi dapat tersebar sampai ke bagian tanaman yang tua.

Serangga muda dan imago menyerang tanaman dengan cara menghisap cairan tanaman. Serangan pada pucuk tanaman muda menyebabkan pertumbuhan tanaman menjadi kerdil. Selain sebagai hama, Kutu Aphid juga bertindak sebagai vektor (serangga penular) berbagai penyakit virus kacang-kacangan seperti Soybean Yellow Mosaic Virus, Soybean Dwarf Yrus, Peanut Stripe Virus, dll.

2. Wareng Empoasca

Hama wereng Empoasca atau dikenal juga dengan Sikada merupakan hama pada kacang tanah yang berukuran kecil berwarna hijau kekuningan. Hama ini biasanya hanya berukuran 3mm dengan ukuran serangga jantan lebih kecil daripada serangga betina.

Nimfa dan serangga dewasa akan menghisap cairan daun tanaman dari permukaan bawah daun. Serangan pada tanaman muda mengakibatkan tanaman menjadi layu. Sedangkan pada tanaman yang lebih tua, ujung daun muda yang terserang akan nampak berwarna kuning membentuk huruf V. Kacang tanah yang terserang Empoasca tampak lebih kuning daripada tanaman sehat.

3. Penggorok Daun

Selain menyerang kacang tanah, pengorok daun atau Aproerema Modicela juga dapat menyerang kedelai dan kacang tunggak. Serangga dewasa biasanya berwarna kecoklataLarva umumnya tinggal di lipatan daun atau di antara daun-daun yang terlipat.

Larva muda biasanya langsung menggerek/mengorok di dalam daun diantara epidermis atas dan bawah. Gejala serangan dapat diamati dengan adanya perubahan warna daun menjadi kecoklatan seperti kering. Serangan berat di lapangan, terlihat daun kacang tanah seperti terbakar dengan panjang tubuh sekitar 6mm.

Cara Tanam Kacang Tanah

peanut

Oke, sekarang kita akan membahas mengenai cara tanam kacang tanah ini, jadi simak baik-baik ya.

1. Cara Tanam Kacang Tanah yang Pertama Melakukan Pemilihan Benih Kacang Tanah

Benih kacang tanah didapatkan dari kacang tanah yang dibiarkan sampai kering dan tua, kira-kira kurang lebih 100 hari. Buah yang siap dijadikan benih warnanya kehitaman dan apabila dibuka atau dibelah, tidak memiliki selaput pada bagian dalam cangkang. Setelah benih kacang tanah dipanen, sortir terlebih dahulu kemudian jemur selama kurang lebih 4-5 hari.

Untuk menjaga kualitas dari benih kacang tanah ini, benih kacang tanah sebaiknya disimpan selama 3-6 bulan saja. Cangkang kacang sebaiknya tidak dikupas selama masa penyimpanan dan penyiapan untuk menjadi benih. Buka cangkang hanya apabila benih akan digunakan. Benih yang paling baik untuk ditanam adalah benih yang baru.

2. Cara Tanam Kacang Tanah yang Kedua Adalah Pengolahan Lahan Tanam

Untuk mendapat hasil yang maksimal, tanah tempat dibudidayakannya kacang tanah harus digemburkan terlebih dahulu dengan cara dibajak hingga tanah menjadi butiran-butiran halus. Lalu kemudian tambahkan kapur sebanyak 2 ton per hektar. Campurkan kapur secara merata dengan tanah yang telah dibajak, diamkan lahan selama 2 hari.

Lalu kemudian gunakan pupuk kandang yang telah matang atau pupuk kompos sebagai pupuk dasar lahan. Apabila tersedia, gunakan campuran pupuk kandang yang terbuat dari dari kotoran ayam dengan kotoran kambing atau sapi. Campurkan dengan tanah secara merata. Budidaya kacang tanah bisa dilakukan dengan membuat bedengan atau tanpa bedengan. Bedengan ini diperlukan apabila lahan yang akan digunakan rawan tergenang air.

Drainase yang baik diperlukan untuk menjaga kesehatan tanaman agar akar tidak berjamur. Penanaman bibit kacang tanah dilakukan dengan cara ditugal dengan jarak tanam 25 cm. Isi setiap lubang dengan satu sampai dua butir benih. Diperlukan sekitar 50 kg benih untuk setiap satu hektar lahan tanam. Setelah benih kacang tanah ditanam, siram lahan setiap pagi dan sore. Kacang tanah akan segera berkecambah setelah 4-7 hari.

3. Cara Tanam Kacang Tanah yang Ketiga Adalah Melakukan Perawatan dan Pemupukan

Tanaman kacang tanah dapat tumbuh serempak setelah satu minggu semenjak masa penanaman dan mulai berbunga pada umur 20 hari dan berlanjut hingga umur 75 hari. Hanya bunga kacang tanah yang keluar diatas umur 30 hari yang akan menjadi polong. Setelah terjadi penyerbukan dan pembuahan, akan tumbuh ginofor atau bakan buah pada hari ke-3 sampai ke-4. Lalu kemudian ginofor tersebut akan menuju dan menembus tanah untuk bisa membentuk polong.

Perawatan yang diperlukan pada saat tanaman kacang tanah berbunga antara lain adalah, pemberian pupuk tambahan. Sebaiknya tambahkan pupuk yang banyak mengandung posfor, supaya buah dari tanaman kacang tanah bagus dan banyak. Selain itu juga, lakukan penyiangan dan pembubunan pada tanah sehingga menutupi akar, batang dan daun di bagian bawahnya. Hal ini bertujuan untuk memperbanyak biji polong kacang tanah.

Penggunaan pupuk kandang yang sudah sangat matang, menanam serempak, penyiangan lahan yang intensif, membersihkan gulma, menanam benih secara serentak, pergiliran tanaman.Tanaman yang berpenyakit dicabut, dibuang dan dimusnahkan, agar tidak menular, sanitasi lingkungan dan menanam varietas tanaman yang tahan penyakit.

4. Cara Tanam Kacang Tanah yang Keempat Adalah Melakukan Pemanenan

Kacang tanah dapat dipanen pada umur 90 hari setelah melakukan penanaman bibit kacang tanah. Ciri-ciri fisik dari tanaman kacang tanah yang telah siap panen antara lain adalah batangnya mengeras, daun mulai menguning dan satu persatu berguguran. Selain itu kita juga bisa mengambil satu tanaman kacang tanah dan memeriksa secara langsung apakah bijinya sudah terisi penuh atau tidak.

Manfaat Dari Kacang Tanah

cara tanam kacang tanah

Sebelum kita mengetahui tentang cara tanam kacang tanah, kita harus paham terlebih dahulu akan manfaat yang terkandung di dalam kacang satu ini.

1. Mengurangi Gula Darah

Untuk kalian yang mengalami naiknya gula didalam darah, atau bermasalah dengan gula darah, kacang tanah bisa dimanfaatkan sebagai asupan nutrisi. Untuk dapat mengurangi kadar gula darah didalam tubuh. Para peneliti percaya, jika kacang tanah sangat bermanfaat menurunkan gula darah, karena mengandung mangan yang bisa menyerap kelebihan kandungan kalsium maupun glukosa.

2. Mencegah Penuaan Dini

Mengkonsumsi kacang tanah secara rutin setiap hari, dapat mengurangi resiko penuaan dini lho. Kandungan vitamin E pada kacang tanah sangat baik dalam membantu mencegah risiko penuaan dini, keriput pada kulit yang kering dan kusam. Vitamin B pada kacang tanah bahkan dipercayai oleh para ahli, membuat kulit lebih bersinar dan lebih terlihat awet muda.

3. Mengatasi Stres atau Depresi

Kacang tanah sebagai salah satu makanan yang mengandung zat trytophan, dipercaya oleh sebagian orang baik untuk mencegah serta mengatasi stres hingga depresi. Makanan yang memilliki rasa gurih ini juga bermanfaat membuat perasaan lebih bahagia, nyaman dan tenang. Sangat baik bukan dalam mengembalikan mood yang hilang.

4. Mencegah Kanker

Di zaman sekarang ini, penyakit kanker masih menjadi salah satu penyakit paling ditakuti di dunia. Untuk mencegah risiko penyakit kanker, pola hidup yang sehat, olahraga dan istirahat yang cukup sangat penting untuk dilakukan. Kemudian, dengan mengkonsumsi kacang tanah, tentu akan sangat baik dikarenakan makanan ini mengandung zat asam p-coumaric. yang sangat baik dalam membantu mencegah resiko kanker dan membunuh sel kanker yang ada dalam tubuh.

5. Mengurangi Resiko Penyakit Batu Empedu

Penelitian menyebutkan, jika nutrisi yang terkandung di dalam kacang tanah sangat baik dalam menurunkan risiko penyakit batu empedu. Kacang tanah ini juga bermanfaat dalam mencegah risiko dari berbagai infeksi pada kantung empedu, organ hati maupun organ didalam tubuh lainnya.

Itulah ulasan tentang cara tanam kacang tanah, Semoga bermanfaat bagi anda semua. Lalu, apakah langkah-langkah dalam cara tanam kacang tanah sama seperti perawatan pada padi?, simak semua ulasannya di situs ini, sampai jumpa di artikel berikutnya.