Select Page

Pada kali ini kita akan membahas tentang bagaimana cara cepat budidaya jagung dengan hasil yang memuaskan ,tanaman jagung merupakan salah satu jenis tanaman pangan dari keluarga rumput-rumputan yang digolongkan dalam tanaman biji-bijian dan isi dari artikel ini adalah “Cara Cepat Budidaya Jagung dengan Hasil Yang Memuaskan” .

Jagung dikenal oleh masyarakat Indonesia karena tanaman jenis zea ini bisa menjadi bahan makanan pokok pengganti nasi dan berbagai macam makanan olahan. Selain itu bagian dari tanaman jagung juga dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak seperti daun, batang,agar tercapainya cara cepat budidaya jagung yang baik simaklah artikel ini hingga selesai .

Cara Budidaya Jagung

cara budidaya jagung

Cara budidaya jagung dengan hasil yang memuaskan sangat jelas sekali yang diincar oleh para petani jagung, mengingat tanaman ini merupakan golongan tanaman pokok di beberapa daerah di Indonesia. Untuk budidaya tanamannya pun tidak sulit jika kita tanam di kebun.

Konsumsi buah jagung hampir semua orang pernah merasakannya, olahan buah ini banyak sekali seperti membuat jasuke (jagung susu kedelai) dan jenis olahan lainnya.Jikaanda ingin membudidayakannya di tempat anda, ada beberapa teknik agar budidaya jagung yang anda tanam menghasilkan jagung yang berkualitas.

Untuk cara cepat budidaya jagung dengan hasil yang memuaskan anda bisa terapkan pada penanaman jagung lainnya. Jagung hanya beda varietas saja meskipun ada beberapa cara mungkin perbedaanya tidak jauh, misalkan anda akan menanam jagung manis, jagung baby corn, jagung warna-warni, jagung hibrida, jagung bisi 2 dan jenis jagung lainnya.

Berikut Adalah Cara Budidaya Jagung dengan Hasil yang Memuaskan :

  1. Pemilihan Benih Jagung
  2. Syarat Tumbuh Tanaman Jagung
  3. Iklim
  4. Media Tanah
  5. Berikan Pupuk ke Tanaman Jagung

Cara Budidaya Jagung dengan hasil yang memuaskan diawali dari Benih Hingga Panen.

Apabila cara menanam jagung yang selama ini anda pakai tidak berhasil atau lebih tepatnya tidak mendapatkan hasil yang maksimal, tentunya silahkan mencoba dengan metode yang kami sarankan yaitu cara cepat budidaya jagung dengan hasil yang memuaskan.

Bukan hanya manusia yang bekerja akan tetapi dalam suatu keberhasilan pada budidaya jagung ditentunkan oleh keberadaan mikroba dalam tanah. Untuk lebih jelasnya berikut adalah uraian dari cara cepat budidaya jagung.

1. Pemilihan Benih Jagung

Cara cepat budidaya jagung yang terbaik atau lebih tepatnya adalah benih jagung hibrida yang sudah telah bersertifikat. Biasanya benih jagung telah diberi perlakuan khusus,yaitu dengan cara melapisi fungisida pada benih agar terlindungi dari berbagai serangan penyakit.

2. Syarat Tumbuh Tanaman Jagung

Yang harus diperhatikan dalam melakukan cara cepat budidaya jagung ialah :

Iklim
  • Beriklim subtropis dan tropis
  • Curah hujan yang ideal
  • suhu yang baik
Media Tanah
  • Memiliki tekstur tanah yang gembur
  • Mengandung cukup unsur hara
  • Memiliki ketersediaan air yang memadai
  • kemiringan tanah kurang dari 8%
Ketinggian

Memiliki ketinggian antara 1000-1800 mdpl dengan ketinggian maksimum 50-600 mdpl

4. Waktu dan Cara Cepat Budidaya Jagung dengan Hasil Yang Memuaskan

Pada kondisi musim normal, waktu yang tepat saat menanam jagung adalah dibulan Mei-Juli. Pada intensitas curah hujan telah berkurang bahkan telah selesai, sehingga pada bulan-bulan tersebut sangat cocok untuk melakukan budidaya jagung.

Taburi lahan dengan pupuk kandang/kompos sebanyak 10-20 ton per hektar. Hal ini bertujuan mempercepat proses remediasi tanah dari residu pupuk kimia, pestisida kimia dan sisa-sisa bahan organik (jerami, daun-daunan, dll) agar tanah menjadi gembur dan subur.

Setelah itu lakukan proses olah tanah saat 5 hari sebelum tanam, dengan dibajak/traktor dengan kedalaman 20-30 cm, yang bertujuan untuk membalik dan membuat struktur tanah agar menjadi gembur, menambah oksigen dalam tanah, memudahkan perakaran tanaman masuk ke dalam tanah dan menyerap unsur hara serta memperbaiki aerasi tanah.

5. Jarak Tanam Jagung

Pada kondisi tanah berjenis tanah becek, sebaiknya dibuatkan bedengan agar benih tidak tergenang air dan tidak busuk. Sehingga benih akan tumbuh cepat dan maksimal.

Lebar bedengan adalah 100 cm dan jarak antar bedengan adalah 50 cm. Sedangkan jarak didalam barisnya adalah 20-25 cm, sehingga jarak tanam jagung, baik menggunakan bedengan ataupun yang tidak mengunakan bedengan adalah 75cm x 25cm atau 75cm x 20cm.

Setelah itu buat lubang tanam dengan cara tugal sedalam 5-10 cm kemudian tanam benih jagung dan tutup dengan bokashi. Setelah itu, siram dengan POC GDM pada lubang tanam. Berfungsi mempercepat pertumbuhan tanaman dan melindungi tanaman dari serangan penyakit.

6. Pemupukan Tanaman Jagung

Setelah tanaman jagung tumbuh ,lakukan penyemprotan dengan pupuk organik yang khusus untuk tanaman pangan dan sayur setiap 10 hari sekali dengan dosis 2 gelas air mineral pada tanaman dan daerah perakaran untuk memaksimalkan pertumbuhan tanaman. Sedangkan pupuk kimia diberikan pada tanaman jagung berumur 10, 21 dan 50 HST dengan memberikan 400 Kg pupuk NPK dan 200-300 pupuk kandungan Nitrogen.

7. Pemeliharaan Tanaman Jagung

Pemeliharaan tanaman jagung dilakukan dalam berbagai tahap, yaitu:

  1. Penjarangan dan Penyulaman Proses ini dilakukan pada tanam ada dua atau lebih benih jagung yang tertanam, sehingga tumbuh dua atau lebih tanaman jagung. Oleh sebab itu, harus dilakukan penjarangan. Proses penyulaman tanaman jagung dilakukan apabila ada tanaman yang mati dengan mengantikan tanaman baru.
  2. Penyiangan Melakukan proses pembersihan tanaman yang pengganggu di sekitar tanaman jagung, seperti rumput, krokot, keladi dan tanaman pengganggu lainnya.
  3. PembumbunanPelaksanaannya dapat dilakukan secara bersamaan saat proses penyiangan dengan tujuan memperkuat akar tanaman serta membantu mempercepat pertumbuhan.

 

8. Panen Dan Pasca Panen

cara budidaya jagung

Tanaman jagung siap panen terlihat dari daun klobotnya yang mulai mengering dan berwarna kecoklatan.

Ciri-Ciri Tanaman Jagung Siap Panen :
  1. Tanaman jagung dapat di panen saat masak fisiologis berumur 100-110 HST pada dataran rendah dan tergantung dari jenis varietasnya.
  2. Kulit klobotnya telah berwarna coklat.
  3. Rambut jagung pada tongkol telah kering dan berwarna hitam.
  4. Jumlah populasi untuk klobot kering mencapai 90%.
  5. Tekstur keras pada biji jagung dengan ditandai apabila ditekan kuku tidak hancur/keras.
  6. Terdapat titik hitam (black layer) pada bagian ujung biji jagung.

Jika tanaman jagung anda sudah menunjukkan ciri-ciri siap panen, maka lakukan pemanenan. Lakukan pemanenan dan perlakuan pasca penen dengan baik, agar penerapan cara budidaya jagung dengan hasil memuaskan berhasil dan hasil panen anda terbebas dari serangan cendawan dan kerusakan hasil pasca panen.

Pasca Panen Jagung

 

Setelah panen, jagung harus dikeringkan terlebih dahulu. Cara mengeringkan jagung yang paling umum yaitu dengan menjemurnya di ladang atau diatas terpal.

Kerusakan pada jagung masih bisa saja terjadi saat proses pengeringan, terutama saat panen jagung dilakukan pada musim hujan. Jagung yang dalam keadaan basah rentan dengan serangan jamur.

Serangan jamur merusak hasil panen jagung hingga lebih dari 50%.

Adapun juga berbagai macam metode untuk menerapkan cara cepat budidaya jagung dengan hasil yang memuaskan, contohnya adalah metode tanpa olah tanah atau sering disebut dengan metode (TOT). Pengertian tanpa olah tanah disini adalah cara penanaman tanpa perlakuan persiapan lahan seperti pembalikan dan penggemburan tanah terlebih dahulu, hanya diperlukan lubang untuk membenamkan benih kedalam tanah.

Di negara maju penanaman tanpa olah tanah menggunakan alat planter, Sedangkan di Indonesia biasanya cukup menggunakan tugal. Tugal berfungsi untuk melubangi permukaan tanah tempat benih ditanam.

Perlu diketahui cara cepat budidaya jagung dengan hasil yang memuaskan tanpa olah tanah ini tidak bisa diterapkan di semua jenis lahan, hanya lahan yang memiliki tingkat kegemburan tertentu yang cocok untuk metode ini. Tanah keras tidak bisa menerapkan metode tanpa olah tanah.

Biasanya metode tanpa olah tanah cocok diterapkan di sawah, bekas tanaman padi yang telah selesai di panen. Bisa diterapkan di sawah tadah hujan maupun sawah beririgasi teknis yang ingin menerapkan rotasi tanaman. Jerami bekas padi sangat berguna sebagai mulsa untuk tanaman jagung.

Kelebihan dan Kekurangan Metode TOT

Cara menanam dengan metode tanpa olah tanah memiliki kelebihan dan kekurang. Berikut ini kelebihan penerapan metode tanpa olah tanah:

  • Menyingkat waktu budidaya karena petani tidak melakukan pengolahan tanah terlebih dahulu.
  • Menghemat ongkos tenaga kerja.
  • Menghindari kerusakan tanah, karena tanah yang terlalu sering dibalik dan digemburkan akan mengalami pengerasan dalam jangka panjang. Selain itu tanah yang digemburkan akan terbuka, sehingga ada potensi hilangnya mineral tanah.
  • Mengurangi erosi tanah bagian atas karena proses pengolahan.

Sementara itu kekurangan metode ini antara lain:

  • Ada kemungkinan tanah telah ditumbuhi gulma bisa mengganggu pertumbuhan tanaman.
  • Karena kemungkinan sisa-sisa hama yang masih berkembang biak di atas lahan.

Persiapan lahan

a. Penyiapan Mulsa Jerami

Langkah persiapan yang diperlukan untuk menerapkan cara cepat budidaya jagung dengan hasil yang memuaskan adalah pembersihan lahan. Bersihkan jerami sisa panen padi dari lahan dengan cara merajang atau mencacahnya. Kemudian taburkan secara merata di atas permukaan lahan. Jerami ini berguna sebagai mulsa penutup tanah.

b. Penyiapan Drainase

Siapkan drainase di lahan yang akan digunakan untuk menerapkan cara budidaya jagung dengan hasil yang memuaskan. Drainase dibuat garis lurus dengan jarak antar ruas sekitar 2 meter. Tujuan pembuatan drainase ini untuk membuang kelebihan air, karena tidak ada pengolahan tanah, seperti peninggian bedeng tanam. Jangan sampai lahan terendam air.

c. Pembersihan Gulma

Gulma menjadi faktor yang mengganggu dalam metode tanpa olah lahan. Bila laha yang kita gunakan ditumbuhi gulma sebaiknya terapkan pembersihan gulma dengan herbisida. Apabila gulmanya cukup banyak, gunakan herbisida sistemik yang membasmi gulma hingga ke akarnya. Silahkan gunakan merek herbisida gunakan sesuai dengan takaran yang dianjurkan.

Setelah 3 hari kontrol kembali lahan, apakah masih terdapat gulma atau tidak. Bila masih terdapat gulma lakukan lagi penyemprotan. Seminggu setelah penyemprotan herbisida, lahan siap untuk ditanami.

d. Pemupukan dan Pengapuran

Bila bekas lahan yang digunakan kurang subur, bisa ditambahkan penambahan pupuk organik. Boleh pupuk kompos atau pupuk kandang. Pupuk ditaburkan dalam bentul larik, sesuai dengan baris lubang tanam. Dosis pupuk organik tanaman jagung sekitar 1,5-2 ton per hektar. Bila perlu bisa lakukan pengapuran, cara menebarkan kapur sama dengan pupuk dalam bentuk larikan. Dosis pengapuran sekitar 300-400 kg per hektar

Tahapan Penanaman

a. Penyiapan benih

Gunakan benih unggul yang memiliki tingkat keberhasilan tumbuh lebih dari 95% agar penerapan cara cepat budidaya jagung dengan hasil yang memuaskan berhasil. Penyiapan benih sebaiknya mengikuti anjuran produsen benih tersebut. Bagi benih jagung bukan dari pabrikan, benih bisa disiapkan terlebih dahulu dengan cara merendam terlebih dahulu dengan insektisida. Gunannya agar benih terlindung dari serangan penyakit saat. Bagi benih produksi pabrik biasanya sudah dicampur dengan insektisida, penampakan benih biasanya berwarna merah, sehingga tidak perlu perendaman dengan insektisida.

b. Pengaturan jarak tanam

Jarak tanam untuk jagung dalam satu baris sekitar 20 cm, sedangkan jarak antar baris 70-75 cm. Bila bedengan yang dibuat selebar 2 meter, akan terdapat setidaknya 3 baris tanaman jagung dalam satu bedeng dengan jarak seperti ini makan akan membantu sekali pada cara cepat budidaya jagung dengan hasil yang memuaskan.

c. Penanaman

Penanaman benih dilakukan maksimal seminggu setelah pemberian pupuk organik dan pengapuran. Lubang tanam dibuat dengan tugal atau mesin planter. Kedalaman lubang tanam sekitar 3-5 cm. Masukkan 2 benih jagung dalam satu lubang tanam. Kemudian tutup dengan dengan tanah, jangat dipadatkan.

Siapkan juga tempat penyemaian benih secara terpisah, gunanya untuk menyulam tanaman jagung yang gagal tumbuh. Agar tanaman memiliki umur yang sama dengan tanaman yang telah ditanam di lahan.

Periksa pertumbuhan benih setelah satu minggu. Kemudian sulam benih yang gagal tumbuh dengan bibit yang telah disemaikan di tempat terpisah. Usahakan penyulaman dilakukan dengan tanaman yang seumur.

d. Pemberian Pupuk Tambahan

Pemupukan tambahan dilakukan sebanyak 2- 3 kali dalam satu masa tanam tergantung dari tingkat kesuburan tanah dan jenis benih yang digunakan. Jagung hibrida membutuhkan pemupukan yang lebih banyak dibanding jagung biasa.

Jenis pupuk yang sangat dibutuhkan untuk mengikuti cara cepat budidaya jagung de tanaman jagung harus memenuhi unsur N, P dan K. Unsur N didapatkan dari urea, unsur P dari SP-36 dan unsur K dari KCl. Takaran pupuk untuk budidaya jagung berdasarkan anjuran Balitbangtan per hektarnya adalah 350 kg Urea + 200 kg SP-36 + 100 kg KCl.

Bila kesulitan mendapatkan KCL, dengan takaran , 400 kg NPK 15:15:15 + 270 kg urea + 80 kg SP-36 untuk setiap hektarnya. Untuk frekuensi pemukan dua kali, berikan pada 10 dan 35 hari setelah tanam (hst). Untuk frekuensi pemupukan berikan pada umur 7-10 hst, 28-30 hst dan 40-45 hst

Pengairan

Pengairan yang paling mudah digunakan untuk mengikuti cara cepat budidaya jagung ialah di lahan sawah dengan sistem penggenangan. Bagian yang digenangi air hanya bagian parit drainase bukan seluruh lahan. Cara alirkan air ke saluran drainase yang telah dibuat. Biarkan air meresap pada tanah bedengan. Setelah tampak basah, keluarkan kembali air dari saluran drainase.

Ada 5 fase pertumbuhan jagung yang perlu pengairan, yaitufase pertumbuhan awal, fase pertumbuhan vegetatif, fase pembungaan, fase pengisian biji dan fase pematangan.

Panen dan Pasca Panen

Setelah mengikuti artikel ini yang membahas tentang cara cepat budidaya jagung dengan hasil yang maksimal maka setelah panen jagung harus dikeringkan terlebih dahulu. Cara pengeringan yang paling umum adalah dengan menjemurnya di ladang bersama-sama dengan klobotnya. Atau bisa dikupas kelobotnya kemudian jagung dijemur di lantai atau di atas terpal.

Kerusakan masih terjadi saat proses pengeringan terutama bila panen dilakukan di musim hujan. Jagung yang masih basah rentan dengan serangan jamur atau cendawan. Jamur bisa merusak hasil panen hingga lebih dari 50%.

Demikianlah cara cepat budidaya jagung dengan hasil yang memuaskan, jika dalam ada kendala atau hal kurang jelas dalam budidaya jagung, silakan ditanyakan melalui kolom komentar di bawah.