Select Page

Pernahkah Anda berpikir bagaimana cara menanam bawang merah sendiri? Bawang merah yang umumnya diketahui sebagai bahan bumbu masakkan yang paling utama atau paling sering digunakan didunia. Bawang merah berasal dari negara Pakistan, Iran, dan tumbuh di pegunungan-pegunungan yang ada disebelah utara negara tersebut.

Setelah berjalannya waktu, bawang merah pun tersebar ke seluruh penjuru dunia, baik itu sub-tropis ataupun tropis.

Bawang merah selain digunakan sebagai bahan masakan yang sangat wajib. Setelah dikupas menggunakan mesin pengupas bawang, bawang merah juga bisa diolah. Biasanya bawang merah diolah menjadi bawang goreng, campuran sambal, dan lainnya.

Selain digunakan sebagai bahan bumbu makanan, bawang merah juga dapat dijadikan sebagai obat tradisional. Karena didalam bawang merah terdapat kandungan kandungan yang sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh Anda.

Cara Menanam Bawang Merah Yang Baik dan Benar

cara menanam bawang merah

Cara Menanam Bawang Merah : Bagian 1 Menyiapkan Penanaman

1. Pilih Jenis Bawang Merah Yang Ingin Anda Tanam

Seperti kebanyakan buah-buahan dan sayuran, ada berbagai macam variasi bawang merah yang menarik dengan alasan yang berbeda-beda. Bawang merah hadir dalam tiga warna umum – putih, kuning, dan merah/ungu. Masing-masing memiliki rasa yang berbeda. Selain itu, bawang merah dikelompokkan menjadi dua jenis waktu tumbuh: siang hari yang panjang dan siang hari yang pendek.

Bawang merah termasuk ke dalam bagian kategori siang hari yang panjang karena mereka dapat mulai tumbuh ketika siang hari. Panjang waktunya antara 14 sampai 16 jam (akhir musim semi/musim panas). Sedangkan bawang yang masuk dalam kategori siang hari yang pendek mulai tumbuh ketika siang hari panjangnya antara 10-12 jam (musim dingin/awal musim semi).

Bawang merah di siang hari yang panjang sangat cocok untuk tumbuh di wilayah utara AS. Sedangkan bawang merah di siang hari yang pendek sangat cocok untuk tumbuh di wilayah selatan AS.

Bawang kuning adalah bawang merah yang berwarna keemasan dan memiliki rasa yang sedikit manis, bawang merah yang berwarna putih memiliki rasa dan aroma yang sedikit lebih tajam daripada bawang kuning, dan bawang merah adalah bawang yang berwarna ungu dan sering dimakan segar daripada dimasak.

2. Tentukan Bagaimana Anda Menanam Bawang Tersebut

Secara garis besar, terdapat dua cara yang sangat umum untuk menanam bawang. Yaitu, menanam bawang merah menggunakan umbi bawang ataupun dengan menggunakan biji bawang.

Umumnya para petani lebih suka menanam dengan menggunakan umbi. Karena, dengan cara ini bawang merah dapat sedikit lebih kuat dan lebih tahan terhadap cuaca buruk daripada menanam bawang merah biji bawang. Namun, jika Anda mampu dan ingin menanam bawang dari biji di dalam ruangan dan memindahkannya ke luar rumah, Anda pasti bisa membesarkan bawang Anda yang berasal dari biji.

Anda bisa memilih untuk menanam bawang dari cangkok/stek, tetapi ini tidak selalu berhasil dan jauh lebih sulit dilakukan daripada menggunakan umbi atau biji.

Kunjungi penjual bibit di kota Anda untuk mendapatkan rekomendasi tentang umbi dan biji bawang yang bisa tumbuh dengan baik di daerah Anda.

3. Ketahui Kapan Waktunya Untuk Menanam

Bawang bisa sulit tumbuh jika mereka tidak ditanam di waktu yang tepat. Jika ditanam di cuaca yang dingin, mereka bisa mati atau membuang energinya dalam bentuk bunga bukan dalam bentuk umbi di musim semi.

Dan jika Anda lebih memilih untuk menanam biji, mulailah menanamnya di dalam ruangan setidaknya 6 minggu sebelum ditanam di luar ruangan. Bawang bisa ditanam di luar ruangan di akhir Maret atau awal April, atau ketika suhunya tidak turun di bawah -7 °C.

4. Pilih Lokasi Yang Ideal

Bawang tidak terlalu memilih tempat ketika tiba saatnya musim tanam, tetapi mereka memiliki beberapa kesukaan. Pilih tempat dengan ruang yang lapang dan sinar matahari penuh.

Bawang akan tumbuh cukup besar jika mereka diberi ruang yang cukup, jadi ingatlah bahwa semakin besar ruang tanam yang Anda berikan kepada mereka untuk tumbuh, semakin besar bawang yang akan Anda dapatkan. Jangan pernah menanam bawang pada lokasi yang telah ternaungi oleh tanaman lain atau pohon-pohon besar.

Bawang tumbuh dengan baik di bedeng, jadi jika Anda tidak memiliki ruang kebun yang cukup besar, Anda bisa membuat bedeng yang terpisah untuk tanaman bawang Anda.

5. Siapkan Tanahnya

Walaupun dibutuhkan lebih dari satu rancangan pemikiran atau beberapa, maka akan lebih baik jika Anda bisa menyiapkan tanah untuk media tanam beberapa bulan sebelum Anda menanam bawang merah, dan Anda akan memperoleh tanaman bawang yang sudah anda tanam menjadi lebih baik nantinya.

Jika sangat memungkinkan, mulailah mengolah tanah dan menambahkan pupuk di musim gugur. Setelah itu, jika tanah Anda banyak mengandung batu, pasir, atau banyak mengandung tanah liat, campurkan beberapa tanah pot (campuran dari lempung, gambut, pasir dan pupuk) untuk membantu memperbaiki media tanamnya.

Selain dari pada itu, cobalah untuk menguji kadar pH tanah yang sudah anda siapkan sebelumnya serta coba untuk tambahkan senyawa yang diperlukan agar kadar pH dalam tanah Anda berada di kisaran 6 sampai 7,5 pH.

Waktu terbaik untuk menguji dan mengubah pH tanah adalah setidaknya satu bulan sebelum penanaman, sehingga tambahan bahan apa pun memiliki waktu yang cukup untuk menimbulkan efek pada tanah dan menyiapkan fondasi bagi bawang untuk tumbuh.

Cara Menanam Bawang Merah : Bagian 2 Menanam Bawang

1. Siapkan Tanahnnya

Ketika Anda sudah siap untuk menanam bawang merah, galilah tanah Anda dengan kedalaman sekitar 15,2 cm. Setelah itu, tambahkan satu lapisan pupuk fosfor (sekitar 1 cangkir per 6 meter). Gunakanlah campuran seperti 10-20-10 atau 0-20-0 maka campuran tersebut akan memberi dorongan tambahan lebih untuk perkembangan bawang merah Anda.

Pada titik ini, pastikan untuk menyingkirkan semua gulma yang muncul di petak tanah yang Anda gunakan untuk menanam bawang Anda.

2. Gali Lubangnya

Setelah anda melakukan langkah sebelumnya, maka tanam umbi bawang atau biji bawang yang sudah Anda siapkan sebelumnya dengan kedalaman tidak lebih dan tidak kurang dari dari 2,5 cm dari permukaan tanah yang sudah anda gali sebelumnya; jika terlalu banyak umbi yang ditanam, pertumbuhan bawang akan berkurang dan menyempit.

Cobalah untuk menanam umbi bawang Anda dengan jarak 10,2-15,2 cm, dan biji bawang dengan jarak 2,5-5,1 cm. Ketika bawang mulai tumbuh, Anda dapat memindahkan mereka dan memberi jarak tanam yang lebih jauh untuk meningkatkan ukuran pertumbuhan mereka.

3. Tanam Bawangnya

Setelah Anda sudah menggali tanah sesuai dengan ketentuan sebelum ini, Masukkanlah biji bawang merah pada lubang yang telah Anda gali sebelumnya, lalu setelah itu tutup dengan 1,25 sampai 2,5 cm tanah. Gunakanlah tangan Anda atau sepatu Anda guna memadatkan tanah di atas bawang merah tersebut; bawang akan tumbuh dengan lebih baik pada tanah yang padat, bukan pada tanah yang gembur.

Selesaikan penanaman dengan menambahkan sedikit air pada tanah yang sudah anda tanami bawang merah, dan Anda sudah siap untuk melihat tanaman Anda tumbuh!

Bawang dari hasil cangkok membutuhkan lebih banyak air daripada tanaman bawang dari umbi atau biji, sehingga Anda harus memberi kelembaban tambahan jika Anda menanam bawang jenis ini.

4. Jagalah Media Tanam Bawang Anda

Bawang adalah tanaman yang relatif lemah, karena memiliki sistem akar yang rapuh dan mudah dirusak atau dimanfaatkan oleh gulma dan karena mendapat tarikan.

Selalu gunakan alat cangkul untuk memangkas atau memotong bagian atas dari setiap gulma yang muncul pada permukaan tanah, bukan dengan cara mencabutnya menggunakan tangan Anda; jika Anda menarik gulma itu dapat membuat akar tanaman bawang Anda ikut tertarik, dan akan membuatnya sulit tumbuh.

Coba untu selalu menyiram bawang Anda dengan kuantitas sekitar 2,5 cm air dalam tiap minggu dan seterusnya. Tambahkanlah tanaman bawang merah Anda dengan pupuk nitrogen sekali dalam sebulan untuk memberi nutrisi tambahan. Satu bulan setelah penanaman, tambahkan lapisan mulsa di antara tiap-tiap tanaman untuk mempertahankan kelembaban dan menghindari tumbuhnya gulma.

Jika Anda ingin bawang Anda terasa sedikit manis, berilah mereka lebih banyak air daripada biasanya.

Jika tanaman bawang Anda ada yang berbunga, cabutlah tanamannya. Karena, bawang tersebut telah ‘terkunci’ serta tidak akan bisa tumbuh lagi dengan ukuran atau rasa yang normal.

5. Panen Bawang Anda

Jika Anda sudah melakukan semua langkah yang sudah diberikan sebelumnya, maka bawang merah yang Anda tanam sudah siap untuk dipanen dan jika pucuk tanamannya tampak kuning keemasan; pada titik ini, tekuk pucuk tersebut sampai terhampar rata di atas permukaan tanah. Melakukan tindakan seperti ini akan memindahkan lebih banyak nutrisi  untuk memperbesar umbi bawang Anda, bukan untuk menumbuhkan tunas.

Dalam waktu 24 jam, pucuk dari bawang merah yang anda tanam akan terlihat berwarna coklat dan bawang tersebut siap untuk dicabut. Cabutlah bawang Anda dari tanah serta pangkas tunasnya sekitar 2,5 cm di atas umbi dan akar.

Cobalah untun membiarkan bawangnya kering dalam waktu kurang lebih selama satu sampai dua hari di bawah sinar matahari, kemudian pindahkan bawang Anda ke tempat yang kering yang sudah Anda siapkan di dalam ruangan selama 2-4 minggu untuk melanjutkan proses pengeringan.

  1. Siapkan tempat menyimpan bawang Anda di dalam karung yang berongga atau di atas kawat kasa yang berguna untuk memberi aliran udara yang baik ketika bawang dikeringkan. Proses ini akan membantu agar bawang Anda menjadi lebih tahan lama dan mempertahankan rasanya.
  2. Bawang yang manis akan lebih cepat membusuk karena kadar airnya tinggi, jadi konsumsi terlebih dahulu bawang jenis ini untuk mencegah pembusukan.
  3. Buang, atau potong dan gunakan, setiap bawang yang menunjukkan tanda-tanda pembusukan agar mereka tidak menyebarkan penyakit ke bawang lain yang ada di dalam penyimpanan.

Cara Menanam Bawang Merah di Pot

cara menanam bawang merah

Alat dan Bahan yang Perlu Disiapkan:

  • Pot
  • Tanah subur
  • Bibit bawang merah

Kamu bisa mendapatkan bibit dari bawang merah di rumah.

Cara Menanam Bawang Merah di Pot

  1. Sediakan tanah subur dan pot sebagai media tanam dari bawang merah yang ingin Anda tanam lalu tambahkan sedikit pupuk ke dalam tanah subur yang sudah Anda sediakan tersebut.
  2. Pilihlah bawang yang bagus sebagai bibit. Jangan gunakan bawang merah yang sudah ada bercak hitam pada bawang merah tersebut, karena itu bisa mengakibatkan penyakit.
  3. Potong bagian ujung bawang merah sedikit saja. Jika sudah tumbuh daun pada bawangnya, maka tidak usah dipotong.
  4. Taruhlah beberapa siung bawang merah yang sudah tua tadi ke dalam pot yang sudah anda siapkan. Cara Anda mengetahui bawang merah tersebut sudah tua atau belum yaitu, bawang merah yang sudah tua memiliki ciri fisik sedikit kering dan terkadang sudah memiliki sedikit daun yang muncul.
  5. Tanam bawang merah Anda pada tanah yang sudah Anda siapkan sebelumnya di kedalaman kurang lebih 5 hingga 7 cm ke dalam tanah, setelah itu timbun kembali dengan tanah. Bawangnya jangan ditekan ya.
  6. Jangan lupa untuk menyiram calon bawang merah setiap pagi dan sore. Hindarkan air menggenang dalam pot.
  7. Bawang merah biasanya bisa dipanen setelah 60 – 90 hari. Bawang merah yang sudah bisa dipanen memiliki tanda-tanda. Yaitu, sudah memiliki daun yang layu dan sedikit kering. Jika Anda menanamnya di pot, biasanya terdapat tunas bawang yang menjulang ke atas.
  8. Bawang merah yang sudah dipanen sebaiknya kamu jemur 1 – 2 minggu, agar kandungan airnya berkurang. Sehingga bawang merah menjadi lebih awet saat disimpan.

Manfaat Bawang Merah

Tak hanya sedap untuk dijadikan bumbu di berbagai olahan masakan. Namun ternyata bawang merah juga mengandung nutrisi yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh, loh. Dilansir dari Klik Dokter, Jurnal Phytotheraphy Research menyebutkan bahwa bawang merah merupakan salah satu sumber antioksidan yang dibutuhkan tubuh.

Masih ada banyak manfaat lain dari bawang merah bagi kesehatan tubuhmu. Berikut ini beberapa manfaat dari bawang merah untuk kesehatan tubuh.

1. Meningkatkan Kualitas Tidur

Kalau kamu sulit mendapatkan kualitas tidur yang baik, kamu bisa coba mengonsumsi bawang merah. Kandungan probiotik dapat meningkatkan kualitas tidur dan meredakan stress, loh. Selain itu, bakteri baik pada bawang merah dipercaya mampu merangsang kinerja otak juga.

2. Baik Untuk Kesehatan Mata

Kandungan sulfur yang terdapat pada bawang merah rupanya baik untuk kesehatan mata, loh. Zat tersebut mampu merangsang produksi protein yaitu glutathione yang berperan sebagai antiosidan. Selain itu, vitamin E yang terkandung pada bawang merah juga sangat baik untuk mata.

3. Menjaga Kesehatan Tulang

Beberapa peneliti menyebutkan bahwa bawang merah mampu mencegah osteoporosis. Tak hanya itu, bawang merah juga dipercaya dapat menjaga kesehatan tulang dengan menjaga massa tulang.

4. Mencegah Peradangan

Terdapat salah satu kandungan yaitu kandungan quercetin pada bawang merah dipercaya oleh orang banyak dapat meredakan radang. Jadi buat kamu yang sedang mengalami radang tenggorokan khususnya, bisa coba mengonsumsi bawang merah. Selain itu, bawang merah juga dapat membantu mengurangi nyeri kepala karena sinus dan hidung tersumbat.

Hal ini karena kandungan sulfur yang terdapat pada bawang merah, yang mampu menghancurkan mukus.

5. Melancarkan Pencernaan

Saat kamu mengalami gangguan pencernaan, mulailah coba mengonsumsi bawang merah. Kandungan serat yang terdapat pada bawang merah ini baik bagi pertumbuhan bakteri baik dalam usus. Selain itu, bawang merah juga dapat mencegah diare dan sembelit.

Bawang Merah Untuk Kesehatan

1. Memperlancar Sistem Pernapasan

Bawang merah merupakan salah satu obat yang dipercaya sebagai obat antiradang, bawang merah juga dipercaya dapat memperlancar sistem pernapasan. Oleh sebab itu, penderita asma dan alergi disarankan untuk mengonsumsi bawang merah.

2. Meningkatkan Kesehatan Jantung

Kalau kamu memiliki riwayat sakit jantung atau masalah pada jantung, cobalah konsumsi bawang merah. Kandungan flavonoid yang terkandung di dalam bawang merah dapat membantu kerja jantung. Selain itu, kandungan organosulfur pada bawang merah dapat mencegah resiko munculnya penyakit kardiovaskuler.

Ada lagi kandungan lain yang terdapat pada bawang merah yaitu, kandungan tiosulfinat yang mampu menurunkan resiko dari penyakit stroke.

3. Mencegah Kanker

Kandungan quercetin dan antosianin pada bawang merah dipercaya mampu menghambat dan menghancurkan sel kanker dalam tubuh. Nah, tak heran kalau bawang merah ini terkenal menjadi salah satu obat mujarab untuk menghancurkan kanker sel kolon dan payudara.

4. Kadar Gula Darah Menurun

Kandungan sulfur yang terdapat di dalam bawang merah dipercaya mampu menurunkan gula darah, loh. Kalau kamu memiliki masalah dengan gula darah, kamu bisa coba selalu menambahkan bawang merah ke dalam menu makanan, ya.

5. Memperkuat Sistem Imun

Kandungan selenium pada bawang merah dipercaya mampu meningkatkan sistem imun. Memakan bawang merah mentah atau matang, maka sistem imun akan bekerja dan kamu akan terhindar dari infeksi penyakit.

Sekian pembahasan hari ini tentang bagaimana cara menanam bawang merah beserta sederet manfaatnya bagi kesehatan tubuh. Terima kasih.

× Whatsapp Kami!