Cara Meningkatan Hasil Panen Padi Dengan Mudah
Berbicara mengenai cara meningkatan hasil panen padi, tentunya kita tidak lepas dari yang namanya petani dan sawah.
Petani meruapakan sesorang yang biasa membudidayakan padi. Dan sawah merupakan lahan atau tempat untuk media menanam padi.
Padi biasanya lebih banyak dibudidayakan oleh masyarakat yang tinggal disekitar wilayah dataran yang rendah.
cara meningkatan hasil panen padi di sawah sangatlah mudah dan menyenangkan, apalagi apabila padi disawah sudah mulai menghijau dan akan menjadi pemandangan yang sangat indah sekali.
Namun untuk cara meningkatan hasil panen padi di sawah membutuhkan kerja keras dan perawatan secara ekstra.
Mulai dari penanaman padi, pengairan sawah, hingga tiba waktu panen.
Pertanian yang ada diIndonesia sendiri kini sudah lebih mudah, pemerintah sudah memberikan kemudahan untuk para petani dengan adanya sistem irigasi.
Irigasi sendiri berfungsi sebagai alat untuk mengairi sawah satu serta mengaliri sawah miliki petani yang lainnya.
A.BEBERAPA CARA MUDAH UNTUK MENINGKATKAN HASIL PANEN PADI
Memupuk Padi
Langkah awal untuk cara meningkatan hasil panen padi di sawah adalah dengan melakukan pemupukan.
Setelah padi simpulan telah ditanam dan sudah berumur pada tahap awal, untuk itu lakukan pemupukan tahap awal.
Pemupukan sendiri bertujuan untuk membuat padi menjadi cepat tumbuh dengan subur.
Perlu anda ketahui bahwa didalam pemilihan pupuk juga jangan sembarang atau asal memilih pupuk.
Pastikan pupuk yang akan anda pilih berkualitas. Maka anda harus tekun dan teliti didalam memilih pupuk untuk padi anda.
Membrantas Atau Membersihkan Gulma Yang Tumbuh Disekitar Padi
cara meningkatan hasil panen padi disawah selanjutnya adalah dengan membersikan gulma yang sering menganggu dari pertumbuhan padi.
Sebab jika anda tidak membersihkan gulma tersebut, maka gulma yang ada akan menghambat pertumbuhan padi.
Sehingga padi yang anda budidayakan tidak bisa menghasilkan panen yang unggul dan berkualitas.
Membasmi Hama Dan Penyakit
Langkah ketiga yang bisa anda lakukan untuk cara meningkatan hasil panen padi di sawah selain melakukan pemupukan dan membersihkan gulma adalah, anda juga perlu melakukan pembasmian terhadap hama dan penyakit.
Banyak hama padi seperti wereng, walang sangit, dan tikus merupakan hama yang sangat merugikan petani.
Untuk itu anda harus dapat mebasmi hama tersebut dengan produk pembasmian hama yang bisa anda beli ditoko pertanian.
Pemupukan Tahap Kedua
Untuk mengahasilkan panen padi yang unggul anda harus melakukan pemupukan 2 hingga 3 kali.
Setelah padi sudah menginjak umur sekitar 2 bulan atau padi sudah mulai menghijau, sebaiknya anda segera melakukan pempukan tahap kedua agar mempercepat proses pertumbuhan dan meningkatkan hasil panen yang berkualitas.
Menjaga Dan Merawat Tanaman Padi Hingga Panen
Untuk cara meningkatan hasil panen padi di sawah yang perlu anda lakukan adalah dengan menjaga tanaman padi dari banyak sekali ancaman hewan peliharaan maupun binatang lain. Terutama setelah padi mulai berubah.
B.Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Padi.
Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi cara meningkatan hasil panen padi di sawah adalah masalah dari kesuburan tanah itu sendiri, pemakaian pupuk, bibit padi, serta cara bercocok tanam.
Secara alami, tingkat dari kesuburan tanah lama kelamaan akan mengalami penurunan dari waktu ke waktu, terutama apabila cara untuk pengolahan tanahnya kurang baik.
Sumber daya tanah dapat anda perbaiki dengan cara menggunakan pemupukan yang tepat.
Pemakaian pupuk yang baik dan tepat waktu mampu memperbaiki kesuburan tanah serta meningkatkan produktivitas padi yang anda budidaya.
Selama ini para petani lebih banyak menggunakan pupuk berjenis anorganik seperti urea dan yang lainnya, daripada pupuk organik seperti kompos, pupuk kandang dan sebagainya.
Penggunaan pupuk anorganik ini sendiri dapat mengurangi kesuburan dari tanah, sedangkan pupuk organik justru mampu memperbaiki kesuburan tanah.
Beberapa tahun belakangan ini pemerintah Indonesia menganjurkan agar para petani bisa beralih menggunakan pupuk organik.
Namun petani lebih banyak yang menyukai menggunakan pupuk anorganik karena pemakaiannya lebih praktisserta hasilnya yang lebih cepat.
Didalam memilih benih padi, petani padi sawah pada umumnya mereka menggunakan benih yang sudah merupakan turunan beberapa kali.
Hal ini tentu saja akan mengakibatkan hasil padi yang kurang baik jika dibandingkan bibit padi yang masih murni.
Anggapan petani bahwa benih yang baik atau unggul bila ditanam lagi dapat memberikan hasil yang baik atau unggul pula, sudah seharusnya diluruskan.
Faktor Lain Yang Mengakibatkan Rendahnya Cara Meningkatan Hasil Panen Padi
Ada sebagian dari petani melakukan pelanggaran dalam rangka cara meningkatan hasil panen padi di sawah dengan melanggar waktu tanam yang tidak sesuai dengan jadwal tanam sesuai dengan anjuran pemerintah.
Misalnya setelah petani berhasil memanen padi yang ia tekuni, lalu petani tersebut langsung menanam lagi dengan pengolahan tanah yang tergesa-gesa, tanpa memperhatikan keadaan dari lahan atau tanah kembali menjadi baik.
Jarak tanam antara tanaman padi yang satu dengan padi yang lain yang sejalan dengan prosedur yang benar juga kurang diperhatikan oleh para petani.
Selain itu, anjuran Pemerintah agar petani yang menanam padi agar secara bergantian sepertinya kurang diperhatikan oleh para petani tersebut.
Terkadang sebagian dari para petani hanya menanam padi saja, dengan alasan tanaman berjenis palawija tidak mempunyai nilai ekonomi.
Organisme pengganggu juga dapat menyebabkan rendahnya produktivitas padi per hektar, bahkan dengan adanya ancaman tersebut dapat menyebabkan gagal panen atau puso.
Jasad dari pengganggu dapat berupa serangga, ulat, burung, tikus dan sebagainya.
Untuk pemberantasan jasad pengganggu mempunyai cara-cara tersendiri, sesuai jenis pengganggunya.
Salah satu jenis dari jasad pengganggu yang banyak merugikan petani adalah jenis serangga.
Pemberantasan yang sering dilakukan oleh para petani adalah dengan menggunakan pestisida.
Jenis pestisida ini ada bermacam-macam, penggunaannya, ukuran, dan waktu pemakaiannya.
Penggunaan pestisida yang kurang pas tidak akan memberikan hasil secara optimal.
Penggunaan pestisida yang tidak memenuhi proporsional, selain dapat menyebabkan serangga kebal terhadap jenis pestisida, juga akan dapat mengakibatkan pencemaran di lingkungan lahan tersebut.
Akibatnya, rata-rata produksi dari padi akan mengalami penurunan bahkan hingga gagal panen.
C.Mencegah Bulir Padi Yang Kosong
Cara agar bulir padi yang kita budidaya berisi semua yang terbukti efektif akan kami bahas pada panduan berikut secara detail.
Pada tanaman padi terdapat tiga fase pertumbuhan antara lain fase vegetatif, fase generatif, dan fase pemasakan.
Kebutuhan air, nutrisi serta hormon pada ketiga fase tersebut sangat bervariasi yaitu pada fase pembentukan akar, pembentukan anakan aktif, anakan maksimum, inisiasi pembentukan malai, fase bunting serta fase pembungaan.
Fase keluarnya bulir padi merupakan tergolong dalam fase generatif, dimana fase generatif merupakan fase pembentukan organ reproduktif atau perkembangbiakan dari padi tersebut.
Fase ini membutuhkan waktu hingga 35 hari setelah fase vegetatif lambat terlewati, yaitu pembentukan bakal malai, masa bunting, dan masa pembungaan.
Pada fase generative inilah, komponen hasil padi seperti jumlah malai per satuan luas dan jumlah gabah per malai mulai terbentuk.
Ada 3 Fase Atau Tahap Cara Agar Bulir Padi Berisi Semua
1.Fase Primordia
Cara meningkatan hasil panen padi di sawah agar bulir padi dapat berisi semua yaitu dengan dimulainya fase promordia, atau biasa disebut juga dengan istilah inisiasi malai, yaitu tahap dimulainya proses pembentukan malai hingga malai mulai terbentuk sempurna.
Pada tahap ini panjang malai, jumlah bulir, dan jumlah gabah akan diisi pada fase selanjutnya.
Ketersediaan unsur kandungan hara, air dan hormon tanaman yang kurang untuk mencukupi selama tahap ini akan menyebabkan panjang malai, jumlah bulir, dan jumlah gabah dalam satu malai yang terbentuk tidak maksimal.
Walaupun varietas yang ditanam memiliki jumlah butir per malai tinggi.
Sehingga air harus selalu tersedia dan pemberian pupuk susulan serta pemberian hormon pada tanaman harus dilakukan sebelum memasuki masa primordia.
Intensitas sinar matahari pada fase ini akan sangat mempengaruhi dari ukuran gabah yang akan terbentuk.
2.Fase Bunting
Setelah fase primordia, malai padi yang muda mengalami peningkatan ukuran dan berkembang keatas didalam pelepah daun bendera yang akan menyebabkan pelepah daun menggembung.
Penggembungan pelepah daun inilah yang sering disebut bunting.
3.Fase Pembungaan
Fase penggembungan merupakan tahap keluarnya malai padi sampai dengan terjadinya persarian.
Dalam satu rumpun, diperlukan waktu kurang lebih10-14 hari bagi para malai untuk keluar. Lamanya periode tersebut dikibatkan dari perbedaan laju perkembangan antar individu tanaman dalam satu rumpun.
Apabila 50% malai telah keluar, maka pertanaman padi dianggap sudah masuk kedalam fase pembungaan.
Sehari setelah malai tersebut keluar, terjadilah peristiwa pembuahan.
Dalam satu malai proses pembuahan selesai dalam waktu 5 hari.
Tahap ini merupakan tahap masakritis kedua, dimana ketersediaan air serta hormondari tanaman sangat dibutuhkan untuk melalui proses pembungaan.
Air diupayakan setinggi kurang lebih 3-5 cm dan air tersebut harus dibiarkan sampai tahap pengisian gabah selesai.
Mengapa Pada Tahap Premordia, Tahap Bunting Serta Tahap Pembungaan Membutuhkan Unsur Hara, Air dan Hormon Untuk Tanaman ?
cara agar bulir padi dapat terisi semua dengan memberikan unsur hara, air dan hormon tanaman.
Setiap tanaman pastinya sangat membutuhkan yang namanya unsur hara untuk keberlangsungan hidupnya.
Karena unsur hara, baik makro maupun mikro merupakan sumber nutrisi pokok bagi kelangsungan tanaman tersebut.
Sedangkan air dibutuhkan tanaman hanya untuk proses fotosintesis, pelarut unsur hara, sebagai pendorong proses respirasi, memelihara suhu tanaman serta untuk bahan penyusun utama daripada protoplasma.
Jadi apabila tanaman yang kita budidaya kekurangan air dan unsur hara, maka pertumbuhan tanaman tersebut akan terhambat, kerdil, tidak maksimal bahkan bisa menyebabkan kematian.
Untuk itu unsur hara dan air harus tercukupi pada saat masa tahap premordia, bunting dan tahap pembungaan.
Tapi yang menarik disini adalah kebutuhan tanaman akan hormon yang sangat dibutuhkan pada ketiga fase tersebut.
Karena dengan hormon tanaman, malai padi akan keluar secara maksimal, bulir padi dapat keluar dengan sempurna (menghindari bulir padi yang terjepit dibatang), keluar secara serempak dan lebih cepat.
Bulir padi kosong dapat disebabkan oleh faktor pada saat fase keluarnya malai tidak berlangsung secara maksimal sehingga masih ada bulir padi yang terjepit di batang padi saat proses pemasakan dan setelah proses pemasakan sudah selesai.
bulir padi tersebut keluar dari batang padi yang akhirnya menjadi bulir yang kosong.
Dan apabila bulir padi tersebut hampa yang didapatkan banyak saat panen, tentunya hasil panen akan minimal.
D.Peluang Usaha Budidaya Padi
E.Cara Mudah Dalam Menjalankan Usaha Pertanian
Beberapa jenis bibit padi antara lain adalah :
- Cianjur
- Pandanwangi
- Rojolele
- IR berbagai varian
- Ketan, dll.
F.Kesimpulannya :
Dari artikel yang telah anda baca di atas dapat kita simpulkan bahwa didalam upaya atau cara meningkatan hasil panen padi di sawah membutuhkan kerja keras dan perawatan secara ekstra, mulai dari penanaman padi, pengairan sawah, hingga tiba waktu panen. Nanti kalau sudah jadi nasi,akan menjadi nikmat kita makan dengan sosis telur hasil dari mesin sosis telur .
Dan apabila anda sudah menguasainya maka tujuan untuk upaya meningkatan hasil panen padi yang telah anda tekuni akan dapat terwujud.
itu tadi sedikit artikel dari kami semoga dapat berguna dan membantu anda dalam upaya meningkatan hasil panen anda, sekian.




