Select Page
Mesin Perontok Padi Otomatis K250 adalah alat untuk merontokkan padi dari batang jeraminya. Kalau dulu untuk merontokkan padi dengan cara digebukkan ke dalam kayu.

Maka dengan menggunakan Mesin Perontok Padi ini, anda cukup memasukkan padi ke dalam Mesin Perontok Padi yang dapat berjalan sendiri.

Spesifikasi Mesin Perontok Padi Otomatis K250 :

mesin perontok padi

Kapasitas : 100 Kg – 250 Kg / Jam.
Bahan Tabung Perontok : Plattezer 1,2 mm.
Bahan Gigi Perontok : AS Berdiameter 12 mm.
Penggerak : Motor Bensin.
Daya ( Power ) : 5,5 HP.
Energi Yang Digunakan : Bensin.
Rangka : Besi Siku.
Dimensi Mesin : 1200 mm x 600 mm x 1400 mm.
Dilengkapi : Kipas  12 Inch
Dilengkapi Dengan : Roda
Aplikasi / Penggunaan : Untuk merontokkan buliran padi, kedelai, dan kacang tanah dari batangnya ( Jerami / Tanaman Padi ) secara otomatis dan cepat.

 

*Harga Dan Spesifikasi dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan*

Alat perontok padi adalah alat untuk merontokkan padi dari batang jeraminya. Kalau dulu untuk merontokkan padi dengan cara digebukkan ke dalam kayu. Maka dengan menggunakan Mesin Perontok Padi ini, anda cukup memasukkan padi ke dalam Mesin Perontok Padi yang dapat berjalan sendiri.

Memang untuk merontokkan padi ada yang menggunakan pedal dengan sistem perontok rotary yang hampir sama dengan model kami. Namun dengan sistem pedal, tentunya kapasitas terbatas, dan sangat bergantung kepada kekuatan pekerja.

Dan dengan mesin perontok padi yang sekarang, operasional mesin cukup sederhana, cukup dengan memegang bagian ujung gagang jerami padi. Kemudian ditempelkan ke dalam gerigi perontok padi, maka padi akan terontok sempurna.

Pengertian Perontok Padi

Mesin perontok padi atau Power Thresher adalah mesin atau alat penggerak yang digunakan oleh para petani untuk memisahkan/ merontokkan bulir-bulir padi (gabah) dari tangkainya/ jerami. … Seiring berjalannya waktu alat perontok padi dengan tenaga manusia tersebut kurang efektif dan efesien.

Thresher adalah alat perontok padi. Perontokan merupakan bagian integral dari proses penanganan pasca panen padi, dimana padi yang telah layak dipanen dirontokkan untuk memisahkan bulir-bulir padi jeraminya. Prinsip kerja thresher ini adalah dengan memukul bagian tangkai padi (jerami) sehingga bulir-bulir terlepas.

Dalam mempersiapkan banyak hasil tanaman untuk dipasarkan, biji-biji perlu dipisahkan dari tangkai tempat tumbuhnya. Semua tanaman padi-padian dengan biji yang kecil, biji harus dipipil dari tongkolnya, kacang tanah harus dirontokkan atau dipetik dari batangnya, dan biji kapas harus dipisahkan dari rambutnya. Untuk memisahkan biji dari bahan pengikatnya pada berbagai tanaman diperlukan jenis mesin yang berbeda-beda..

Sejarah perkembangan Mesin Perontok Padi

Mesin Perontok Padi adalah sebuah mesin yang digunakan untuk merontokkan padi. Mesin ini digunakan untuk membantu pekerjaan petani dalam merontokkan padi untuk memperoleh gabah, dulu petani merontokkan padi dengan cara yang konvensional atau sederhana, yaitu dengan menggeblokkan padi ke geblokkan padi yang berasal dari papan kayu dan bambu yang disusun seperti segitiga sembarang.

Perkembangan teknologi turut ambil bagian besar dalam perkembangan mesin perontok padi, diatas adalah mesin padi yang sederhana atau konvensional. Hingga manusia berfikir membuat mesin yang sederhana menggunakan diesel untuk merontokkan padi. Berikut adalah mesin perontok padi diesel :

Hingga perkembangan saat ini, telah ada mesin perontok padi, yang sekaligus dapat dikatakan sebagai mesin pemanen padi, mesin ini lebih kompleks dan lebih menghemat waktu dalam memanen padi, mesin ini dapat memanen padi sangat cepat. Selain itu mesin ini juga dapat digunakan untuk membajak sawah. Berikut adalah mesin perontok/pemanen padi yang modern

Dari perkembangan mesin perontok padi diatas itulah, manusia khususnya petani dapat menghemat waktunya dalam mengurus pertanian, dengan menghemat waktu, petani dapat mengurus pekerjaan lainnya, sehingga petani semakin produktif.

Perkembangan Mesin Perontok Padi

Mesin perontokan pertama dioperasikan manual yang digerakan oleh kuda. Kemudian mesin uap portabel menggantikan peran kuda dan memberikan tenaga bagi mesin perontok.

Pada tahun 1834, John Avery dan Hiram Abial Pitts melakukan pengembangan mesin sehingga mampu memisahkan biji-bijian dari kulit biji secara otomatis. Mereka memperoleh paten pada Desember 1837.

Meski sudah cukup otomatis, namun serangkaian proses untuk mendapatkan serealia dari lahan masih cukup panjang. Dimulai dari pemanenan, mengikatnya, merontokkan, dan seterusnya.

Semua proses ini dikerjakan secara terpisah. Pada tahun 1910, di daerah Palouse di barat laut Amerika Serikat, dikembangkan mesin yang memiliki konsep pemanen kombinasi yang ditarik oleh kuda. Mesin ini memanen dengan hasil akhir berupa biji-bijian gandum yang sudah dirontokkan.

Penemuan ini memotong jalur proses pasca panen gandum yang biasanya dilakukan di luar lahan pertanian. Kemudian mesin diesel dan gas muncul dan semakin meningkatkan inovasi mesin pemanen kombinasi.

Di Indonesia Thresher mulai populer di masyarakat pada tahun 60-an saat dimulainya Revolusi hijau yaitu mulai diperkenalkannya jenis varietas baru padi oleh IRRI (International Rice Risearch Institute) yang berkantor pusat di Philipina.

Jenis varietas padi IR saat itu mampu memberikan hasil yang sangat signifikan apabila ditanam secara intensif sehingga pada tahun 1985 Indonesia mulai mengalami “Swasembada Beras”.

× Whatsapp Kami!