Select Page

Pada artikel kali ini, kita akan mengasih tau Cara Merawat Tomat, simak semua langkah-langkah dan ulasan yang ada di artikel ini, supaya tomat yang kalian budidaya-kan, mendapatkan hasil yang melimpah, dan menguntungkan.

Tomat (Solanum lycopersicum) adalah tumbuhan dari keluarga Solanaceae, tumbuhan asli Amerika Tengah dan Selatan, dari Meksiko sampai Peru.
Tanaman tomat ini sendiri memiliki siklus hidup yang lumayan singkat dan memiliki tinggi antara 1 sampai 3 meter. Buah tomat sendiri memiliki khasiat antara lain mencegah kanker, karena buah tomat pada warna merahnya banyak mengandung zat Lycopene.

Varietas Tomat

cara merawat tomat

1. Varietas Intan

Potensi hasil mencapai ±25 ton/ha. Buah berbentuk seperti apel, warna buah muda hijau muda, sedangkan warna buah tua jingga sampai merah dengan bobot per buah 50—75 g. Umur berbuah 70—80 hari setelah  semai dan panen seluruhnya 130—140 hari setelah semai. Toleran terhadap penyakit layu bakteri dan peka terhadap busuk daun. Cocok untuk dataran rendah.

2. Varietas Ratna

Potensi hasil mencapai ±20 ton/ha. warna buah muda putih polos dan warna buah tua jingga sampai merah dengan bobot per buah 35—45 g. Umur berbuah 70—80 hari setelah semai dan panen seluruhnya 130—140 hari setelah semai. Cukup tahan terhadap penyakit layu bakteri dan juga peka terhadap penyakit busuk daun. Cocok untuk dataran rendah maupun dataran tinggi.

3. Varietas Berlian

Varietas ini merupakan introduksi dari Taiwan dan berumur genjah. postur tanamannya pendek dan bersifat determinate. Bentuk buah bulat oval dan pada waktu muda berwarna hijau muda, sedangkan waktu masak berwarna merah sampai oranye. Ukuran buah sedang (43 g) serta tumbuh dengan di dataran tinggi atau medium. Potensi hasilnya 11—23 ton/ha.

4. Varietas Taiwan

Varietas ini di introduksi dari Taiwan. Tanaman ini mampu tumbuh tinggi. Ada dua jenis dari varietas ini, yaitu tomat taiwan besar dan tomat taiwan kecil.

Tomat besar dimanfaatkan  sebagai sayur, buah, dan bahan olahan makanan, seperti jus, sambal, dan saos. Sementara itu, tomat taiwan berukuran lebih kecil dan dimanfaatkan sebagai sayur, buah, dan beberapa bahan olahan. Namun, tomat taiwan kecil tidak cocok untuk digunakan sebagai bahan jus.

5. Varietas Mutiara

Varietas ini merupakan hasil persilangan dalam negeri dan berumur genjah. Postur tanaman sedang sampai agak tinggi serta bersifat determinate. Buahnya berbentuk oval dengan permukaan yang licin.

Buah muda berwarna putih kehijauan, sedangkan buah tua berwarna merah dan berukuran besar (75 g). Varietas ini tumbuh dengan baik di dataran rendah dan tinggi serta tahan terhadap layu bakteri dan busuk daun. Potensi hasilnya mencapai 40 ton/ha.

Cara Menanam Tomat dan Syarat Tumbuh Tanaman Tomat

cara merawat tomat

 Melihat Iklim Tanaman Tomat

Tomat sendiri dapat tumbuh di daerah tropis maupun sub tropis. Jumlah curah hujan yang dikehendaki dan dibutuhkan dalam pelaksanaan budidaya tomat ini ialah sekitar 750-1.250 mm/tahun.

Keadaan tersebut berhubungan erat dengan ketersediaan air tanah bagi tanaman, terutama di daerah yang tidak terdapat irigasi teknis. Curah hujan yang tinggi juga dapat menghambat persarian. Kekurangan asupan sinar matahari dapat menyebabkan tanaman tomat mudah terserang penyakit, baik parasit maupun non parasit.

Sinar matahari berintensitas tinggi akan menghasilkan vitamin C dan karoten (provitamin A) yang lebih tinggi. Penyerapan terhadap unsur hara yang maksimal yang dilakukan oleh tanaman tomat akan dicapai maksimal apabila pencahayaan selama 12-14 jam/hari, sedangkan intensitas cahaya yang dikehendaki adalah 0,25mm, per jam.

Memperhatikan Suhu

Kisaran temperatur yang baik untuk pertumbuhan tanaman tomat ialah antara 20-27 derajat celsius. Jika temperatur berada di suhu yang lebih dari 30 derajat celcius atau kurang dari 10 derajat celsius, maka hal itu akan mengakibatkan terhambatnya pembentukan dari buah tomat.

Untuk negara yang mempunyai empat musim setiap tahunnya, biasanya saat membudidayakan tomat, menggunakan pemanas untuk mengatur suhu udara ketika musim dingin, udara panas dari heater tersebut disalurkan ke dalam green house melalui saluran berbentuk fleksibel berwarna putih.

Kelembaban Lahan

Kelembaban lahan yang cukup baik untuk pertumbuhan tanaman tomat adalah sekitar 25 %. Keadaan seperti ini akan merangsang pertumbuhan untuk tanaman tomat yang masih berusia muda karena, asimilasi karbondioksida menjadi lebih baik melalui stomata yang membuka lebih banyak. Akan tetapi, kelembaban relatif yang tinggi juga dapat merangsang mikro organisme mengganggu tanaman.

Media Tanam

Biasanya, tanaman seperti tomat bisa ditanam di segala jenis media tanah, mulai dari tanah berpasir sampai tanah yang berlempung berpasir yang  sangat subur, gembur, berporus, banyak mengandung bahan organik dan unsur hara, serta mudah untuk merembes-kan air. Tingkat kemasaman tanah (pH) yang sesuai untuk budidaya tomat ialah berkisar 5,0-7,0.

Akar dari tanaman tomat sangat rentan terhadap kekurangan oksigen. Oleh sebab itu, tanaman tomat tidak boleh sampai digenangi oleh air. Dalam pembudidayaan tanaman tomat sendiri, sebaiknya pilih lokasi yang topografi tanahnya datar sehingga tidak perlu dibuat teras-teras dan tanggul.

Cara Mengatur Ketinggian Lahan

Tomat sendiri dapat tumbuh di berbagai bentuk ketinggian lahan, baik di dataran tinggi maupun di dataran rendah, tergantung dari varietasnya. Tomat yang paling sesuai untuk ditanam di dataran tinggi, adalah seperti varietas Kada, sedangkan untuk varietas yang sangat sesuai ditanam di dataran rendah, adalah varietas Intan, varietas Ratna, varietas LV, dan varietas CLN.

Selain itu juga, ada beberapa varietas tanaman tomat yang sangat cocok ditanam di dataran rendah maupun di dataran tinggi, antara lain varietas tomat GH 2, varietas tomat GH 4, varietas Berlian, dan varietas Mutiara.

Cara Menanam Tomat dan Pengenalan Terhadap Hama Penyakit yang Menyerang Tanaman Tomat

hama merawat tomat

Setiap kita membudidayakan sesuatu tanaman, entah itu jagung, kedelai, tomat, dan tanaman organik lainnya, tentu kita tidak bisa menghindari sesuatu hal yang disebut dengan hama dan penyakit, kedua hal ini selalu muncul dan kita sebagai seorang pembudidaya harus dapat mengatasi hal ini, jika tidak, kita tidak akan mendapatkan hasil panen yang maksimal. Dibawah ini, kita akan mengetahui dan belajar mengenai hama-hama yang menyerang tanaman tomat.

1. Hama Kutu Daun Thrips 

Ciri-ciri dari hama kutu daun thrips adalah memiliki panjang kurang lebih 1 mm dan memiliki warna kehitaman. Hama kutu daun thrips ini menyerang bagian daun pada tanaman tomat.

Hal ini mengakibatkan proses fotosintesis pada tanaman tomat akan terganggu karena proses fotosintesis terganggu atau bahkan bisa terhenti. Hama kutu daun thrips menghisap cairan pada daun tanaman.

Tanda-tanda dari serangan hama kutu daun thrips ini adalah daun tanaman tomat akan berubah warna menjadi putih. Serangan yang sudah sangat parah akan mengakibatkan daun menjadi kering dan lama kelamaan akan mati.

2. Ulat Buah Tomat

Hama ulat buah tomat ini menyerang pada bagian daun, bunga, dan buah tanaman tomat. Ciri-ciri dari hama ulat buah tomat ini adalah memiliki panjang tubuh sekitar 3 cm. Warna dari tubuh ulat ini adalah coklat hingga kehitaman. Tubuh dari ulat buah tomat ini diselubungi oleh bulu-bulu yang cukup halus.

Yang akan terjadi apabila jika ulat buah tomat ini menyerang salah satu bagian tanaman seperti, buah dari tomat adalah munculnya lubang yang mengelilingi buah tomat. Semakin lama buah tomat akan mengalami infeksi dan terjadi busuk lunak.

3. Hama Lalat Buah

Hama ini berukuran sekitar 8 mm dengan warna tubuh hijau kehitaman dan memiliki sayap tranparan. Sedangkan saat belatung muda berwarna putih dan kekuningan jika menjelang dewasa pada daging tomat. Tanaman tomat yang terserang hama lalat buah ini akan mengalami pembusukan dan terdapat belatung di dalamnya.

4. Layu Fusarium

Gejala  dari penyakit layu fusarium pada awal serangan adalah, dapat dilihat dengan adanya, tanaman yang secara tiba-tiba layu dan akan segar kembali pada sore hari dan saat pagi hari lalu akhirnya mati. Penyakit layu fusarium disebabkan oleh cendawan patogen Fusarium oxysporum. Jamur ini pada awalnya menyerang pada bagian akar dan lama kelamaan menyerang ke seluruh bagian tanaman.

5. Penyakit Busuk Buah

Ada dua macam jamur penyebab busuk buah pada tanaman tomat. Yang pertama adalah penyakit busuk buah pada tomat disebabkan oleh jamur jenis Thanatephorus cucumeris. Gejala yang terlihat adalah dengan adanya bercak kecil berwarna coklat pada buah tomat, lalu lama kelamaan membesar dan cekung, kemudian buah menjadi busuk lalu rontok.

Yang kedua adalah disebabkan oleh jmaur jenis Colletotrichum coccodes. Gejalanya adalah terdapat bercak kecil bulat dan berair, yang lama-lama menjadi cekung. Adanya bercak ungu pada pangkal buah dekat tangkai buah.

Cara Menanam Tomat

cara merawat tomat

Memilih Bibit Tomat yang Lebuh Baik

Untuk memilih jenis tomat yang akan ditanam hendaknya sesuaikan dahulu dengan karateristik lokasi. Apabila lahan berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi begitu juga sebaliknya. Cara menanam tomat bisa juga dari biji/benih dan bisa juga melalui bibit. Menanam tomat dari biji (benih) sebaiknya pilihlah benih yang paling berkualitas (produksi tinggi dan tahan terhadap penyakit).

Benih tomat yang terbaik dapat diperoleh di toko-toko pertanian terdekat, dengan bermacam merk yang berbeda dan dari berbagai perusahaan benih yang berbeda pula. Sedangkan untuk bibit tomat dapat diperoleh di tempat-tempat pembibitan tomat yang khusus menjual bibit.

Pengolahan Tanah 

Pengolahan tanah dilakukan untuk menciptakan kondisi fisik, kimia dan biologis tanah menjadi lebih baik, membunuh gulma dan tanaman yang tidak diinginkan, meratakan tanah untuk memudahkan cara menanam tomat, mempersiapkan pengaturan irigasi dan drainase serta untuk menempatkan sisa-sisa tanaman (seresah) pada tempat yang sesuai agar proses dekomposisi berjalan dengan baik.

Pengolahan Tanah dapat dilakukan dengan cara dibajak atau dicangkul dengan kedalaman sebaiknya ±20 cm untuk membuat tekstur tanah lebih gembur dan membunuh pathogen tanah.

Setelah itu taburkan pupuk kandang sebanyak ±20 Ton per hektar atau tambahkan NPK sebanyak 100 g/m² di bedengan dan apabila tanah terlalu asam (<5,5), tambahkan dolomit atau kapur pertanian. Manfaat pengapuran selain menaikan pH tanah juga untuk memperbaiki struktur tanah. Dosisnya harus disesuaikan dengan tingkat pH tanah masing-masing.

Bibit Tomat

Setelah bibit  tanaman tomat tumbuh  dengan tinggi sekitar 10 cm dan berumur kurang lebih 3 minggu, tanaman tomat siap untuk dipindahkan dan ditanam di lahan yang telah disediakan. Kemudian setelah bibit tomat ditanam, siram dengan POC GDM agar tanaman tidak stress dan bisa langsung berkembang dengan baik.

Lalu lakukan proses tanam pada waktu sore hari agar bibit tomat tidak mudah layu. Lakukan pemasangan ajir sedini mungkin dengan jarak 10-20 cm dari batang agar akar tidak rusak.

Penyulaman

Melakukan penyulaman berfungsi untuk mengganti tanaman tomat yang gagal tumbuh, baik sakit atau rebah dikarenakan cuaca. setelah seminggu tomat ditanam. cabut tanaman yang terlihat tidak sehat (kuning/layu) atau mati. Ganti dengan bibit sisa penyemaian. Melakukan penyiangan dalam budidaya tomat biasanya dilakukan kurang lebih 3-4 kali selama musim tanam.

penyiangan

Pada area tanam yang ditutup mulsa penyiangan bisa lebih jarang lagi. ini sendiri bertujuan untuk mengangkat gulma yang ada di area lahan tanam. Pertumbuhan gulma akan menganggu tanaman, karena tanaman harus bersaing dalam mendapatkan nutrisi. Selain itu juga gulma juga mengundang hama dan penyakit yang bisa menyerang tanaman utama.

 Pemotongan

Pada tanaman tomat dilakukan setiap minggu. Melakukan pemangkasan tunas yang tumbuh pada ketiak daun harus segera agar tidak tumbuh menjadi batang, tunas muda bisa dilakukan dengan tangan.

Namun apabila batang sudah terlalu keras, sebaiknya gunakan pisau atau gunting. Untuk bisa mengatur ketinggian dari tanaman tomat, ujung dari tanaman bisa dipotong. Pemotongan ujung tanaman dilakukan setelah terlihat jumlah dompolan buah sekitar 5-7 buah.

Pemupukan Tambahan

Pada budidaya tomat organik, semprotkan pupuk organik cair yang mempunyai kandungan kalium tinggi pada saat tanaman akan berbunga dan berbuah (fase generatif).

Penyemprotan bisa dilakukan setiap minggu. Harus diperhatikan juga, pupuk organik cair harus diencerkan terlebih dahulu, 1 liter pupuk cair dengan 100 liter air. Penting untuk dicatat, konsentrasi pupuk organik cair tidak boleh melebihi 2%.

Kemudian, kita bisa menambahkan pupuk kandang atau kompos setelah cara merawat tomat tanaman berusia kurang lebih 2-3 minggu dengan dosis satu gengaman tangan per tanaman tomat.

Untuk budidaya tomat non-organik, pada usia satu minggu berikan campuran urea dan KCl dengan perbandingan 1:1 sebanyak 1-2 gram per tanaman. Lalu setelah umur 2-3 minggu berikan kembali pupuk urea dan pupuk KCl sebanyak 5 gram per tanaman tomat.

Cara merawat tomat apabila pada umur lebih dari 4 minggu tanaman tomat masih terlihat kurang memiliki gizi, berikanlah pupuk urea dan KCl sebanyak 7 garm per tanaman. Perhatikan, pemberian urea dan KCl jangan sampai mengenai tanaman karena bisa melukai tanaman tersebut. Berikan jarak 5-7 cm dari tanaman.

Melakukan Pemanenan

Tanaman tomat baru bisa dipanen setelah 60-100 hari, tergantung dari varietas yang ditanam. Penentuan waktu panen yang tepat berdasarkan umur tanaman kadang kala tidak harus efektif.

Sebaiknya gunakan pengamatan fisik terhadap tanaman. Buah tomat sudah bisa dikatakan siap panen apabila jika, kulit buah tomat berubah warna dari hijau menjadi kekuning-kuningan, bagian tepi daun yang menguning dan bagian batang mulai mengering.

Pemetikan buah tomat hendaknya dilakukan di pagi atau di sore hari karena, pada siang hari tanaman masih melakukan fotosintesis. Pada keadaan yang demikian penguapan sedang sangat tinggi-tingginya sehingga buah tomat yang dipetik akan cepat layu. Pemanenan tomat bisa dilakukan setiap 2-3 hari sekali.

Di Indonesia sendiri produktivitas tanaman tomat secara rata-rata mencapai 15,84 ton per hektar. Namun untuk varietas tertentu dan didaerah-daerah tertentu bisa mencapai 25-30 ton per hektar.

Itulah yang saya mengerti tentang cara merawat tomat kalau ada yang kurang ya maaf sekian dan terimakasih..

× Whatsapp Kami!