Select Page

Padi adalah salah satu tanaman budidaya terpenting dalam peradaban di dunia. dengan kata lain padi menjadi salah satu bahan makanan pokok dunia. merawat tanaman padi sendiri tidaklah mudah, banyak hal yang harus diperhatikan dalam merawat padi, akan tetapi jangan kuatir, pada artikel ini kita akan bahas tuntas bagaimana cara merawat tanaman padi agar hasil panen maksimal.

Banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan dalam pembudidayaan padi, mulai dari pengairan, penanganan hama, pemberian pupuk dan masih banyak lagi. kita akan pelajari satu persatu dan kita akan ulas mengenai cara merawat tanaman padi agar hasil panen maksimal.

jika teman-teman ingin membudidayakan sayur-sayuran seperti kacang panjang bisa lihat di budidaya kacang panjang

Cara Merawat Tanaman Padi dan Syarat Tumbuh Tanaman Padi 

1. Iklim

  • Tanaman padi dapat tumbuh dengan baik pada curah hujan rata-rata 200 mm/bulan atau curah hujan yang dikehendaki 1500-2000 mm/tahun.
  • Tanaman padi dapat tumbuh dengan baik pada temperatur 15-30 derajat celcius
  • Dengan Kadar kelembapan udara berkisar 40-60 %.
  • Ketersediaan air cukup tinggi.
  • Ketersediaan sinar matahari memadai.

2. Media Tanah untuk Menanam Padi

  • Bentuk tanah yang bervariasi dan bergantung pada iklim, mulai dari berpasir, lempung sampai berdebu.
  • Mengandung bahan organik, unsur hara.
  • Subur, gembur, dan tidak dalam terserang hama.
  • Memiliki kadar keasaman air 4-7.

3. Ketinggian Tanah untuk Tanaman Padi

  • Ketinggian tanaman padi yang baik adalah 0-1500 meter dibawah permukaan laut.

Hama yang Menyerang Tanaman Padi

Cara merawat tanaman padi selanjutnya adalah memperhatikan perkembangan hama tanaman yang merusak.

Hama merupakan salah satu kendala yang dihadapi oleh petani padi dalam berproduksi. Pada tahun 1912, hama perusak batang merusak ladang padi seluas 38,318 hektare di Jawa dan kehilangan 61.760 ton. Pada tahun 2000-2005, hama ini merusak tanaman padi rata-rata 85.000 ha/tahun (Direktorat Bina Perlindungan Tanaman Pangan 2006).

Hama dan penyakit menjadi momok yang menakutkan. Maka dari itu, kita perlu mengetahui penyebab dan cara mengatasi hama dan penyakit pada tanaman sehingga ketika kita mengalami masalah yang serupa pada tanaman yang kita budidaya, kita bisa segera mengambil tindakan yang tepat.

1. Tikus

cara merawat tanaman padi hama tikus

Hama tikus menyerang batang tanaman padi yang menyebabkan batang pada tanaman padi terputus dan tumbang. Hama ini biasanya bisa diatasi dengan melepaskan ular dan burung hantu.

Selain itu, petani juga bisa mencampurkan oli dengan racun tikus, lalu cairan oli dan racun tikus tersebut diletakkan di genangan air sekitaran sawah untuk menjebak tikus-tikus tersebut. Akan tetapi, jika ingin menggunakan cara praktis, bisa dengan menggunakan Natural Aroma.

 

2. Wereng

hama wareng

Hama ini menyerang tanaman padi dengan cara menghisap cairan batang dan menyebabkan munculnya virus yang berbahaya bagi tanaman. Serangan hama wereng dapat dicegah dengan memutuskan rantai perkembangan wereng yaitu dengan melakukan pergantian tanam dengan tanaman lain.

Selain itu, petani juga harus memperhatikan jarak tanam padi karena jarak yang tanam yang terlalu dekat dapat menyebabkan populasi hama wereng bertambah. Pencegahan hama wereng juga dapat menggunakan cairan bawang putih dengan menyemprotkan sebagai pestisida pada tanaman padi.

4. Burung

cara merawat tanaman padi hama burung

 

yang keempat ini menjadi musuh yang paling mengganggu karena burung memakan buah tanaman padi yang sudah tua atau menjelang panen. Dan hal ini tentunya sangat merugikan para petani.

Untuk pencegahan hama burung, biasanya para petani menggunakan orang sawah atau alat yang terbuat dari kaleng bekas yang ketika terkena angin akan mengeluarkan bunyi-bunyian yang dapat mengusir burung tersebut.

5. Hama Putih

hama putih

Hama putih seringkali menyerang daun bibit tanaman padi yang masih kecil. Tanaman padi yang terserang hama putih mengalami perubahan warna pada daun padi tersebut. Daun padi yang awalnya berwarna hijau berubah menjadi bercak-bercak putih panjang sejajar dengan tulang daun padi.

Salah satu cara untuk mengendalikan hama ini adalah petani harus pintar-pintar mengatur perairan. Selain faktor pengairan, biasanya hama ini juga disebabkan oleh pemilihan bibit yang kurang sesuai atau tidak tepat. Setelah daun banyak yang menjadi berwarna putih, petani harus segera membuangnya satu per satu agar tumbuh daun yang baru.

Penyakit yang Sering Menyerang Tanaman Padi

Bukan hanya hama yang menjadi penyebab utama kerusakan yang timbul pada tanaman padi, padi juga memiliki penyakit yang disebabkan oleh tanaman padi itu sendiri, bibit padi yang tidak bagus/unggul menjadi salah satu penyebab utama timbulnya penyakit pada tanaman padi.

Tapi tenang saja, di artikel cara merawat tanaman padi ini kita akan bahas semuanya secara tuntas, kami juga akan berikan cara mengatasi tanaman padi yang sudah terkena penyakit.

Berikut ini adalah beberapa penyakit yang sering menyerang tanaman padi.

1. Hawar Daun Bakteri

Penyakit ini disebabkan bakteri Xanthomonas campestris pv oryzae,  penyakit inilah yang dapat menurunkan hasil panen lumayan signifikan. Penyakit ini sering menyerang pada saat kondisi musim hujan atau musim kemarau, terutama menyerang pada lahan sawah yang selalu digenang oleh air dan penggunaan pupuk N yang berlebihan pada lahan.

Daun padi yang terserang bakteri ini akan berwarna hijau kelabu, melipat dan menggulung, layu, dan akhirnya mati, mirip seperti tanaman yang terserang penggerak batang.

Jika tanaman padi sudah terlanjur terkena serangan penyakit hawar daun dan menunjukkan gejala yang sesuai, maka anda harus segera mengambil tindakan yang cepat dan tepat untuk mengatasinya.

Hal-hal yang harus kita ingat bahwa kasus serangan hawar daun pada tanaman padi lebih dominan disebabkan oleh bakteri, maka penanganannya juga harus menggunakan anti bakteri (bakterisida).

Cara Mengatasi Penyakit Hawar Daun pada Padi:

  • Ketika sudah menemukan gejala dan ciri yang sesuai maka segera menyemprotkan bakterisida kontak yang berbahan aktif tembaga hidroksida 2 sampai 3 hari berturut-turut. Tembaga hidroksida otomatis juga berfungsi ganda sebagai fungisida bagi tanaman yang terkena penyakit hawar daun ini.
  • Apabila setelah 3 hari tanaman padi disemprot menggunakan bakterisida kontak maka pada hari ke-4 gunakan lah bakterisida sistemik yang  menggunakan bahan aktif seperti streptomycin, untuk mengobati tanaman padi dari dalam jaringan tanamanpadi tersebut.
  • Penyemprotan bakterisida sistemik bisa juga dicampur dengan pupuk kalium dan phospat (MKP) untuk meningkatkan efektifitasnya dalam mengatasi penyakit hawar daun.
  • Hentikan penyemprotan dan jangan menaburkan pupuk nitrogen untuk sementara waktu hingga penyakit hawar daun berhasil dikendalikan dengan sempurna.

2. Busuk Batang

Busuk batang merupakan sebuah penyakit yang menyerang tanaman pada bagian kanopi dan menyebabkan tanaman padi menjadi mudah rebah.

Gejala yang timbul pada tanaman padi yang terkena penyakit busuk batang berupa bercak kehitaman serta bentuknya tidak teratur pada sisi luar pelepah daun padi dan secara bertahap membesar. Kemudian cendawan akan menembus batang padi yang kemudian menjadi lemah dan akhirnya anakan padi akan mati. Akibat akhirnya tanaman menjadi rebah.

Cara mengatasi Busuk Batang adalah sebagai berikut :

  • Melakukan penyemprotan dengan menggunakan pestisida jenis fungisida yang berbahan aktif seperti difenokonazol.
  • Melakukan pengelolaan air secara intermiten, dan juga jangan terlalu digenang dan sempatkan untuk pengeringan lahan secara berkala.
  • Jerami padi dan tunggul padi yang terkena penyakit busuk batang ini dimusnahkan dengan cara melakukan pembakaran, dengan tujuan agar penyakit tidak menyebar lagi ke tanaman baru.
Pemupukkan yang seimbang, dengan adanya pemberian unsur Kalium dapat menurunkan persentase infeksi yang ditularkan oleh cendawan busuk batang, dan gunakan pupuk Nitrogen sesuai anjuran.

3. Bercak Daun

Penyebab utama penyakit bercak daun adalah jamur Helmintosporium oryzae. menyerang tanaman padi mulai dari biji yang baru tumbuh menjadi kecambah, malai, pelepah daun dan buah yang baru tumbuh. Gejala yang muncul biasanya adalah biji padi busuk saat berkecambah, dan kemudian mati, tanaman padi yang mulai dewasa busuk dan kering, dan biji bercak-bercak tetapi tetap berisi.

Ada beberapa cara pencegahan agar tanaman padi tidak terserang penyakit bercak daun coklat yaitu antara lain:
  • Atur jarak tanam agar tidak terlalu rapat apalagi di saat musim hujan. Dan sangat di anjurkan menggunakan cara tanam sistem legowo.
  • Gunakan urea secukupnya dan  di imbangi dengan unsur K.
  • Gunakan benih bervarietas tahan terhadap jamur
  • Pemupukan yang berimbang secara lengkap, yaitu 250 kg urea, 100 kg SP36, dan 100 kg KCl per hektar.

Namun jika serangan penyakit bercak daun ini sudah terjadi pada lahan pertanian padi kita, segera lakukan antisipasi dengan memberikan obat atau fungisida.Obat atau fungisida yang ampuh untuk penyakit bercak daun coklat harus berbahan aktif difenoconazol, karbendazim, metil tiofanat, difenokonazol, tebukonazol azoxistrobin, belerang, atau klorotalonil.Funggisida berbahan aktif tersebut bisa kita dapatkan dari berbagai merk pestisida seperti antracol, dithane, score, anvil, folicur, Nativo, opus, indar, dan lain-lain.

4. Busuk Akar

Penyakit busuk akar sebenarnya juga ikut menyerang tanaman lain dan bukan hanya menyerang tanaman padi. Hanya saja patogen yang memberikan dampak yang berbeda-beda antar tiap tanaman. Busuk akar pada tanaman padi sering terjadi pada tanaman padi yang ditanam di lokasi basah (berair).

Kedua patogen ini sangat menyukai tempat yang lembab atau berair. Seperti kasus pada tanaman padi yang mengalami busuk akar biasanya karena air pada lahan tidak pernah bersirkulasi, serta kadar jamur dan bakteri baik yang sedikit sehingga jamur dan bakteri patogen berkembang biak dengan pesat

Penyakit ini cenderung sulit untuk diatasi dikarenakan patogen mendapatkan keuntungan yaitu kondisi lingkungan yang berair. Tetapi demikian tetap ada langkah terbaik yang bisa kita lakukan untuk mengatasi penyakit busuk akar pada tanaman padi.

usuk akar karena cendawan masih mungkin untuk diobati asalkan anda bisa mengenali gejalanya sejak awal. Untuk busuk akar karena bakteri mungkin peyembuhan bisa dilakukan dengan peluang sangat kecil.

Cara mengatasi penyakit busuk akar adalah sebagai berikut :

  1. Untuk dapat mengobati penyakit busuk akar yang disebabkan oleh cendawan maka anda bisa menggunakan Fungisida yang berbahan aktif Difekonazol (Score atau Amistar Top). Sekitar 4 hari sekali sambil diberikan fungisida kontak berbahan aktif seperti propineb atau tembaga hidroksida. Apabila tidak kunjung membaik maka ganti fungisida sistemik dengan bahan aktif seperti karbendazim.
  2. Kemudian apabila terjadi busuk akar akibat serangan bakteri patogen, maka yang harus digunakan adalah bakterisida berbahan aktif seperti streptomicyn mix dengan tembaga hidroksida. Penyemprotan pada tanaman padi dilakukan 2 hari sekali. Dan juga Jangan lupa untuk menggunakan pelekat, terutama jika menyemprotkan dimusim hujan agar bahan aktif tidak segera luntur dan hilang.

Bakterisida yang berbahan aktif seperti streptomicyn akan bekerja secara sistemik dengan cara masuk dan menyebar ke dalam jaringan tanaman dan mematikan setiap bakteri dari dalam jaringan tanaman.

Cara Merawat Tanaman Padi

cara merawat tanaman padi selanjutnya adalah ketika masih dalam masa benih, hal ini sangat penting sekali untuk dilakukan. Pada masa ini terjadi kondisi yang cukup rawan dari hama. Atau juga dari gangguan tumbuhan lain yang tidak kita harapkan seperti rumput-rumputan yang dapat mengambil nutrisi tanah. Untuk menjaga kualitas benih padi maka ketika ditanamkan harus memperhatikan hal-hal berikut ini.

1. Cara Merawat Tanaman Padi Pertama Pengecekan Akar

Saat menanam padi, perhatikan bahwa akar terawat dengan baik. Jika masih terdapat bulir padi, biarkan jangan sampai terjatuh atau pun dibuang, karena bulir padi adalah sumber makanan yang bisa membantu perkembangan benih padi. Dan jika menanam benih padi dengan ukuran yang sudah besar jangan memotong daun padi karena takut roboh karena angin. Benih padi yang ditanam kalau sudah roboh nanti akan berdiri sendiri jika akar sudah tertanam pada tempatnya.

2. Cara Merawat Tanaman Padi Kedua Pembersihan Rumput 

Lakukan pembersihan rumput 2 minggu sekali untuk menghindari invasi dari rumput yang tidak kita inginkan. Karena rumput liar memperlambat pertumbuhan tanaman padi.

3. Cara Merawat Tanaman Padi Ketiga Pengairan

Air merupakan komponen terpenting bagi pertumbuhan tanaman padi. Air yang digunakan untuk pengairan tanaman padi di sawah adalah air yang bersumber dari sungai, karena air sungai banyak mengandung lumpur dan kotoran-kotoran yang sangat dibutuhkan dan sangat berguna untuk menambah kesuburan tanah dan tanaman padi itu sendiri.

yang harus di perhatikan adalah Kedalaman air, hendaknya diatur sesuai dengan umur tanaman padi berikut penyesuaiannya:

  • Tanaman padi yang berumur 0-8 hari dalamnya air cukup 5 cm.
  • Padi berumur 8-45 hari dalamnya air dapat ditambah hingga 10-20 cm.
  • Padi yang sudah membentuk bulir dan mulai menguning dalamnya air dapat di tambah hingga 25 cm. setelah itu dikurangi sedikit demi sedikit.

Sepuluh hari sebelum panen sawah dikeringkan sama sekali. Agar padi dapat masak bersama-sama.

4. Cara Merawat Tanaman Padi Keempat Penyiangan dan Penyulaman

Setelah penanaman, Apabila ada tanaman padi yang mati harus segera diganti. Tanaman sulam itu dapat menyamai yang lain, apabila penggantian bibit baru jangan sampai lewat 10 hari sesudah tanam.

5. Cara Merawat Tanaman Padi Kelima Pemberian Pupuk

Cara pemberian pupuk pada padi adalah salah satu kunci untuk mendapatkan hasil panen yang optimal dan tentunya melimpah. Jika salah dalam memberikan pupuk pada padi, bukannya panen melimpah yang akan didapat tapi justru risiko tanaman padi menjadi rusak.

  • Pemupukkan susulan pertama dilakukan saat padi berumur 7-10 HST. Pupuk yang akan digunakan adalah Urea 75 kg/ha, Sp-36 100 kg/ha dan KCL 50 kg/ha.
  • Pemupukkan susulan kedua diberikan saat tanaman padi berumur 21 HST menggunakan pupuk Urea sebanyak 150 kg/ha.
  • Pemupukkan susulan ketiga pada saat umur padi 42 HST menggunakan 75 kg/ha Urea dan 50 kg/ha KCl.

Tanaman padi memerlukan banyak unsur hara N dibanding unsur hara P atau pun K. Pupuk Urea diberikan sebanyak 3 kali, agar pemberian pupuk N menjadi lebih efisien diserap oleh tanaman padi. Sedangkan untuk pemberian pupuk KCl dilakukan 2 kali, supaya proses pengisian gabah menjadi lebih baik.

Budidaya tanaman padi sebenarnya tidaklah sesulit yang dibayangkan, asalkan anda tahu bagaimana cara merawat tanaman padi agar tidak mendapatkan kerugian namun mendapatkan keuntungan, mungkin sampai disini pembahasan kita tentang cara merawat tanaman padi agar hasil panen maksimal.

Terima kasih dan sampai jumpa di pembahasan selanjutnya.