cara budidaya jahe merah
Alasan kenapa budidaya jahe merah dapat menebalkan dompet ?
- Budidaya jahe merah bisa anda lakukan pada ketinggian antara 0 – 2100 meter di atas permukaan laut. Jadi, cakupan wilayah yang bisa anda gunakan untuk membudidayakan jahe merah ini sangatlah luas.
- Permintaan pasar yang sangat tinggi membuat bisnis ini semakin menebalkan dompet anda. Perlu anda ketahui, permintaan pasar jahe merah tidak hanya di dalam negeri namun dari luar negeri juga besar.
- Cara budidaya jahe merah juga sangat mudah dan relatif murah meriah, cukup menggunakan media polybag atau karung. Sehingga, anda tidak perlu menyediakan lahan khusus untuk menanam jahe merah ini.
- Menurut pakar analisa ekonomi, harga jual jahe merah juga sangat tinggi. Apalagi jika anda kelola sendiri, keuntungannya bisa berkali-kali lipat.
- Masih belum banyak yang membudidayakan jahe merah di Indonesia, sehingga terkadang belum dapat memenuhi permintaan di pasaran.
- Jahe merah merupakan tanaman lintas musim (bias hidup di musim hujan dan musim kemarau), cocok untuk anda yang ingin fokus bisnis, baik bisnis sampingan ataupun bisnis utama.
Cara Budidaya Jahe Merah Dalam Polybag dan Karung
Bagi anda yang masih pemula dan belum mengerti cara menanam jahe merah tidak perlu khawatir. Kami akan membahasnya sampai tuntas. Cara membudidayakan jahe merah sebenernya gampang, hanya saja banyak yang belum mengetahui caranya.
Yang perlu diperhatikan bagi anda yang masih pemula adalah hindari membuat bibit dan fokuslah untuk membudidayakan tanaman jahe merah. Karena resiko terbesar saat membudidayakan jahe merah adalah ketika pembibitan. Lantas solusinya bagaimana ? Anda bisa membeli bibit jahe merah yang sudah siap tanam atau telah bertunas.
1. Menyiapkan Media Tanam Jahe Merah

Media tanam merupakan salah satu faktor terpenting dalam membudidayakan jahe merah ini. Media tanam yang akan kami jelaskan adalah dengan menggunakan polybag atau karung bekas.
Jika anda menggunakan karung, sebaiknya gunakan karung yang berukuran besar. Semakin besar karung yang anda gunakan, maka semakin besar pula produktivitas jahe merah tersebut.
Dan jika yang anda gunakan adalah polybag, sebaiknya gunakan polybag yang memiliki ukuran minimal 40 x 50 cm.
Untuk media pengisi di dalam polybag atau karung campurkanlah tanah, pasir, dan pupuk organik dengan perbandingan 1:1:1 atau 1:1:2.
2. Proses Pembibitan dan Penyemaian Jahe Merah

Menanam jahe merah sangatlah mudah, bagi anda yang masih pemula bisa membeli bibit jahe merah yang sudah siap tanam atau yang telah bertunas sekitar 5 – 10 cm. Tapi jika anda susah untuk mendapatkan bibit tunas, anda bisa menyemai bibit jahe merah sendiri.
Bagaimana langkah untuk pembibitannya ? pertama anda harus memilah jahe merah yang baru dipanen lalu di jemur sebentar dan disimpan kurang lebih 1 – 2 bulan. Perlu diperhatikan, pilihlah rimpang yang berkualitas (ukurannya besar, tidak cacat, dari indukan yang cukup tua)
Patahkan rimpang jahe merah sampai mempunyai 3 – 5 tunas lalu dijemur lagi. Setelah itu sterilkan bibit jahe merah dari virus atau jamur dan rendam bibit jahe merah menggunakan zat pengatur tumbuh SOT HCS selama 4 jam. Bibit telah siap untuk disemaikan.
Proses yang paling penting adalah pada saat penyemaian. Karena pada proses ini bibit harus dalam keadaan tetap lembab sampai mulai berkecambah. Benih jahe merah akan mulai berkecambah sekitar 2 minggu. Sebaiknya tempat penyemaiannya tidak diletakkan di tempat yang terkena sinar matahari dan hujan secara langsung.
3. Cara Penanaman dan Perawatan Jahe Merah

Ketika benih jahe merah sudah berusia sekitar 4 minggu dan memiliki ketinggian kurang lebih 10 cm, maka bibit diambil atau dipotong mulai dari rimpangnya untuk ditanam di media karung ataupun polybag yang sudah disiapkan.
Dalam memindahkan bibit ke dalam polybag ataupun karung harus berhati-hati. Karena dapat merusak tanaman jahe merah muda tersebut. Untuk penanaman jahe merah, anda harus membuat lubang sebesar ukuran pangkal bibit.
Masukan bibit jahe merah kedalam lubang dan tutup dengan media isi (tanah, pasir, pupuk organik) hingga padat. Kemudian lakukan penyiraman secaran teratur dan jangan letakkan jahe merah muda di tempat yang terkena sinar matahari langsung kurang lebih 2 – 3 bulan.
Penyiraman
Tahap penyiraman dilakukan hingga tanaman jahe merah memasuki fase senecense (mengering), yaitu fase saat tanaman jahe merah sudah tua dan mendekati masa panen. Penyiraman dilakukan setiap hari pada saat sore hari.
Penyiangan dan Penggemburan
Penyaingan dan penggemburan sangat penting untuk pertumbuhan tanaman jahe merah. Tujuan dilakukannya penyiangan adalah agar rumput tidak mengganggu proses tumbuh tanaman jahe merah. Karena rumput dapat menyerap nutrisi dalam tanah yang seharusnya diserap oleh tanaman jahe merah.
Sedangkan penggemburan dilakukan agar akar-akar tanaman jahe merah dapat berkembang dengan baik. Penggemburan bisa menggunakan cetok atau alat bantu lainnya. Penggemburan ini bisa dilakukan 1 bulan sekali, sekiranya ketika tanah sudah mulai tandus atau padat.
Pemupukan
Tanaman jahe merah perlu di pupuk. Biasanya pemupukan dilakukan setiap 2 bulan sekali dengan cara menambahkan pupuk organik di dalam media tanam.
Takaran yang ditambahkan ketika pemupukan kurang lebih 1/5 ukuran media tanam. Pemupukan biasanya dilakukan 3 kali selama umur tanaman jahe merah.
Pupuk yang digunakan adalah pupuk organik atau pupuk kandang. Sehingga akan lebih menghemat kantong anda.
4. Cara Memanen Jahe Merah

Ini lah saat yang di tunggu-tunggu, setelah proses penanaman selama kurang lebih 10 bulan, jahe merah siap untuk dipanen. Bagaimana cara memanen jahe merah ? karena disini media yang kita gunakan adalah polybag dan karung maka alat yang digunakan sangat sederhana, yaitu cetok.
Beda halnya jika anda menanam jahe merah di tanah yang luas. Mungkin agak ribet untuk cangkul-mencangkul dan membutuhkan banyak tenaga.
Ciri-ciri tanaman jahe merah siap dipanen, warna daunnya menguning dan batang mulai mengering. Kemudian tiriskan dan jemur jahe merah selama 1 minggu agar tanaman jahe merah bisa bertahan lama.
