Cara Merendam Benih Padi Dengan Mudah Dan Praktis

cara merendam benih padi

Di artikel kali ini saya akan membahas materi bertema tentang cara merendam benih padi dan apa saja manfaat dari perendaman benih padi sebelum disemaikan.

Perlu anda ketahui bahwa dengan melakukan perendaman benih dapat memaksimalkan hasil panen pada benih padi sehingga apabila ditaburkan akan mampu untuk tumbuh secara cepat, maka anda juga akan melakukannya.
Biasanya para petani akan melakukan tehnik cara merendam benih padi dalam pemilihan benih padi.
Yaitu dengan tahap penyortiran benih, lalu merendamnya dengan air selama kurang lebih sekitar satu malam, baru kemudian benih disebar pada area yang sudah dipersiapkan untuk proses menyemai.
Dalam cara merendam benih padi dalam budidaya padi disawah, menyemai adalah hal yang pokok dan sangat mempengaruhi hasil dari panen padi.
Walaupun ada sebagian dari petani yang tidak mau menyemai benih, dan lebih memilih menanam langsung padi dengan cara menaburkan benih pada area sawah tanpa harus menyemai terlebih dahulu.
Padahal menanam padi dengan menyebarkan  benih secara langsung akan jauh berbeda hasilnya jika benih terlebih dahulu disemai, kemudian setelah tumbuh beberapa minggu di cabut lalu ditanam pada lahan sawah.

DAMPAK BURUK APABILA KITA MENANAM PADI TANPA ADANYA PENYEMAIAN

Mungkin setelah anda membaca artikel tentang cara merendam benih padi, dampak buruk dari menanam padi sistem tebar langsung, anda tidak mau untuk melakukan hal itu.
Maka dari sekarang mulailah cara merendam benih padi lalu menanam padi dengan cara menyemai terlebih dahulu.
Dalam menyemai padi ada satu tehnik untuk mempercepat pertumbuhan akar pada benih padi yaitu dengan merendam padi didalam air selama satu malam, berikut ini penjelasan singkatnya :

Manfaat Dari Merendam Benih Padi Sebelum Penyemaian Dapat Merangsang Pertumbuhan Akar Padi.

Jadi dengan anda menerapkan cara merendam benih padi kedalam air selama satu malam maka akan merangsang kecambah akar.
Jadi nanti ketika benih sudah anda taburkan pada lahan persemaian, maka benih tersebut akan cepat tumbuh.
Cara merendam benih padi sebelum penyemaian cukup mudah, anda bisa memasukkan benih padi kedalam goni atau karung, kemudian masukkan kedalam air.
Sebagai saran, sebaiknya dalam cara merendam benih padi tambahkan fungisida dan ZPT tujuannya untuk mencegah penyakit.
Selain itu dengan anda memberikan ZPT maka pertumbuhan akar pada benih padi akan semakin cepat.
anda juga bisa melakukan cara merendam benih padi dengan cara seperti berikut ini:

Cara Merendam Benih Padi Dengan POC GDM :

  • Siapkan wadah/tempat sebagai media melakukan cara merendam benih padi. Wadah yang di gunakan boleh berupa ember, bak plastik atau wadah lain yang dapat diisi air dan dapat menampung benih padi yang siap diseleksi.
  • Masukkan POC GDM dengan takaran1 gelas (250 ml) untuk 10 Kg benih padi yang dimassukkan kedalam wadah kemudian isi dengan air lalu aduk-aduk supaya lebih cepat tercampur.
  • Masukkan benih padi kedalam larutan GDM dan air. Benih padi yang bagus akan tenggelam dan sebaliknya benih yang hampa dan retak akan mengapung kemudian buang benih padi yang mengapung.
  • Pilih benih yang tenggelam dengan sempurna lalu rendam benih padi selama kurang lebih 12-24 jam.
  • Tiriskan hingga kadar airnya berkurang lalu anginkan benih padi.
  • Apabila benih sudah benar-benar kering lalu padi siap ditebar di lahan persemaian.
  • Benih yang direndam dengan POC GDM pertumbuhannya akan lebih cepat dan terhindar dari ancaman penyakit.

 

Pemilihan Benih Yang Bermutu

cara merendam benih padi

Benih yang bermutu adalah benih dengan vigor tinggi dan bersertifikat.

pemilihan benih bermutu dalam budidaya tanaman padi bertujuan agar benih yang ditanam tersebut dapat bertumbuh dengan baik dan cepat.

Selain itu benih yang unggul tersebut juga dapat bertahan dari segala ancaman hama dan penyakit yang menyerang tanaman padi tersebut.

Pemilihan benih yang bermutu tersebut juga bertujuan agar nantinya benih unggul yang dibudidayakan tersebut akan menghasilkan panen yang melimpah.

Berikut adalah cara untuk memilih bibit padi unggul dan bermutu :

Didalam bidang pertanian, benih merupakan hal yang terpenting dalam proses persemaian.

Karena benih merupakan faktor utama dan penentu baik atau buruknya hasil dari budaya anda.

Sebenarnya banyak sekali cara untuk memilih benih padi yang unggul, berikut penjelasannya :

1. Merendam benih padi  kedalam larutan garam.

    Benih tersebut dimasukan kedalam wadah yang telah diisi dengan larutan garam sampai benih tersebut terangkat kepermukaan air, lalu buang benih padi yang mengapung di permukaan air tersebut dan ambil benih yang tenggelam saja

2. Memilah benih hasil pembelian di pasar

Yang paling utama adalah melihat dari biji benih tersebut, yaitu apabila benih memiliki biji yang besar, maka itu benih yang bagus.

Apaila dilihat dari keseluruhan benih tersebut mempuyai besar yang sama rata.

Saran saya pilihlah benih yang bermerek Shang yang sri.

Tetapi kelmahan dari cara ini adalah kita masih samar dengan hasil yang akan di peroleh tentunya. Karna yang namanya jaman skarang apapun pasti di curangin. hihihii saya jadi suudzon.

3. Memilah Benih Dari Hasil Daur Ulang

Cara ini sudah teruji dari hasil keunggulannya. Kita harus memilih benih yang berlabel putuh, atau paling tidak yang berlabel ungu. Itu bisa kita dapatkan di balai benih padi setempat, untuk label yang putih. Karena daur ulang, maka kita bisa melihat hasil dari benih itu ketika di panen, sebelum kita memilah benih untuk di tanam.

Keuntungan Menggunakan Benih Padi Yang Bermutu :

  • Benih Padi dapat tumbuh dan berkembang dengan cepat dan serempak
  • Pada saat benih mulai dipindah tanam, benih tersebut akan tumbuh lebih cepat
  • Jumlah tanaman yang optimum sehingga akan menghasilkan panen yang melimpah
  • Apabila benih tersebut disemaikan maka akan menghasilkan benih yang sehat dan tegar
  • Benih unggul akan menghasilkan bibit yang sehat dengan akar yang cenderung banyak.
  • Benih yang bagus akan menghasilkan perkecambahan dan pertumbuhannya yang seragam.
  • Bibit yang bermutu akan menghasilkan hasil yang tinggi

Ciri-Ciri Bibit Unggul :

cara merendam benih padi

ciri-ciri dari benih padi yang unggul dan berkualitas dapat dilihat dari gabahnya, yang bermutu adalah:

  1. Bibit padi yang varietasnya diketahui dan berlabel atau berkualitas
  2. Kemurniannya mencapai sekitar98%
  3. Daya tumbuh benih tersebut diatas 80%
  4. Berseragam serta bernas
  5. Hasil panen yang berpotensi tinggi
  6. Padi nya yang sehat, dalam artian bebas dari penyakit, hama dll

Apabila benih tersebut ditanam maka akan menghasilkan bibit yang bermutu, seperti:

1. bibit tersebut tumbuh dengan seragam

2. sehat dan akarnya yang banyak

3. apabila bibit tersebut dipindah, maka akan tumbuh dengan cepat lalu menghijau

TIPS KEBERHASILAN DALAM UPAYA MENANAM PADI

Cara Merendam Benih Padi

A. Pilih Bibit Padi Unggul Muda

Bibit padi muda yang apabila ditanam dengan baik akan lebih memberikan harapan serta menumbuhkan padi yang lebih baik pula.

Oleh sebab itu tanamlah bibit padi pada usia antara 10 hingga 18Hss atau Hari Setelah Sebar.

Dan jangan lupa untuk memilih benih padi dengan kualitas yang paling baik dari benih yang ada.

 

B. Pemupukan Phospat Se-awal Mungkin

Pupuk Phospat membutuhkan waktu yang cukup lama sampai terserap oleh akar tanaman.

Oleh karena itu lakukan pemupukan se awal mungkin, sehari atau dua hari sebelum benih tersebut padi ditanam.

Pupuk Phospat ini dapat merangsang pertumbuhan akar menjadi lebih cepat.

Memberikan Phospat se awal mungkin juga dapat membantu anak-anak padi memiliki akar yang kuat dan lebih panjang.

 

C. Pemupukan Nitrogen Lebih Awal

Keberhasilan petani juga tergantung dengan pemupukan nitrogen yang tepat.

Berikan pupuk nitrogen paling lambat hingga lima hari setelah benih padi ditanam. Nitrogen sangat berguna untuk merangsang bibit padi agar segera memperbanyak anak-anak padi tersebut.

Apabila anda tidak segera memberikan pupuk nitrogen tersebut, maka pada saat anak-anak padi mulai tumbuh, maka pertumbuhan dari anakan padi tersebut akan mengalami sedikit hambatan.

 

D. Tanam Bibit Padi Tidak Terlalu Dalam

Jangan lupa untuk penanaman bibit padi jaraknya cukup 1-2 cm saja, jangan terlalu dalam.

Apabila benih padi ditanam terlalu dalam, dapat menghambat anak-anak padi yang akan segera menembus permukaan tanah.

 

E. Kontrol Pengairan, Jangan Tergenang Terus

Lakukan variasi dalam pengairan. Lakukan pemetaan waktu. Tahan air hingga tanah membentuk retakan rambut. Lalu aliri lagi air secara merata, hentikan hingga mongering membentuk retakan rambut lagi.

 

F. Gunakan Varietes Unggul Benih Padi

Petani memiliki pilihan tersendiri sesuai dari pengalaman mereka. Pilihlah benih padi yang terbaik dan unggul.

 

G. Tanam dengan Sistem Jajar Legowo

Jarak tanam yang terlalu rapat dapat mengakibatkan anak-anak padi nantinya kurang begitu produktif.

Tentu ini sangat berbeda sekali apabila anda menggunakan sistem jajar legowo, yaitu memperhatikan jarak tanam antar padi dengan jarak setelah empat atau tiga saf tanam dengan jarak yang lebih diperlebar.

H. Tambahkan Zat Pengatur Tumbuh atau Hormon

Apabila dibutuhkan lakukan pemberian hormon ini pada padi di usia  sekitar 15 hari setelah tanam.

Pemberian hormone ini boleh anda tinggalkan, akan tetapi tentu saja dengan hasil yang sedikit berbeda.

 

I. Jangan Lupa Pupuk Organik

Berikan pupuk organik kering atau cair, yang sesuai dengan kebutuhan yang anda inginkan, dan sesuai dengan pengalaman.

Pupuk organik sangat membantu dalam proses peremajaan tanah agar terjadi kembali.


J. Waspada Hama dan Pembusukan Pangkal Batang

Perlu kreatifitas anda untuk menghilangkan segala ancaman dari hama pengganggu, seperti keong emas, tikus, dan sundep.

Pelajari juga dengan baik bagaimana cara supaya pangkal batang padi tidak mengalami pembusukan.

SEBAB TERJADINYA GAGAL PANEN

Didalam usaha bertani, bercocok tanam dengan menghasilkan panen yang unggul merupakan hal yang sangat di idamkan oleh para petani yang telah berperan diidalamnya.

Karena panen merupakan waktu dimana tanaman yang telah dibudayakan oleh petani akan dipanen.

Hasil panen yang berlimpah merupakan kepuasan tersendiri bagi para petani karena dengan panen yang melimpah tersebut, maka jerih payahnya selama semusim bisa dikatakan terbayar lunas dengan hasil yang didapatkannya.

 

Lantas bagaimanakah jika tanaman yang hendak dipanen lalu tanaman tersebut mengalami gangguan yang dapat mengakibatkan penurunan hasil panen atau bahkan bisa terbilang gagal panen?
Tidak sedikit petani yang kecawa bahkan stress karena memikirkan hasil panen yang kurang melimpah bahkan gagal panen tersebut.
Karena dengan terjadinya hal semacam itu para petani mengalami kerugian karena banyak waktu dan uang yang terbuang sia-sia.
Maka dari dari itu gagal panen merupakan hal sangat yang tidak di inginkan bahkan ditakuti oleh para petani.
Sebenaarnya ada banyak sekali faktor yang menyebabkan atau mempengaruhi terjadinya gagal panen tersebut, adapun faktor-faktor tersebut diantarnya seperti dibawah ini :

1. Bencana Alam

Bencana alam merupakan faktor alam yang tidak bisa untuk diperkirakan kapan datangnya.
Maka dari itu bencana alam juga merupakan salah satu faktor pendorong terjadinya gagal panen disuatu wilayah yang sedang tertimpa musibah tersebut.
Salah satu bencana alam yang umum dapat menyebabkan gagal panen adalah banjir dan kekeringan pada musim kemarau.

2. Kemarau Panjang

Kekeringan merupakan faktor yang mendorong terjadinya gagal panen, karena dengan adanya kekeringan maka kandungan air didalam tanah akan berkurang dan mengakibatkan terhentinya suplay air yang dibutuhkan padi untuk kelangsungan hidupnya.
Kekeringan tidak hanya terjadi pada musim kemarau saja melainkan kekeringan juga bisa terjadi karena faktor sistem irigasi dilahan yang  sudah rusak.
3. Kurang Perawatan Terhadap Tanaman
Perawatan terhadap tanaman memang sangatlah diperlukan, karena dengan perawatan yang rutin maka akan semakin meminimalisir terhadap ancaman hama atau penyakit yang bisa saja menyerang padi.
Seringkali dengan melambungnya harga dari pupuk dan pestisida, petani enggan atau telat untuk melakukan perawatan terhadap tanaman yang nantinya akan mengakibatkan terlambatnya penanganan terhadap ancaman dari hama dan penyakit.
4. Pola tanam tidak serempak
Pola tanam sangatlah penting didalam bercocok tanam, karena dengan menerapkan pola tanam yang tidak serempak dapat mengundang hama akan terus berkembang dan siklusnya pun tidak akan terputus.

5. Salah Memilih Varietas Benih

Faktor lainnya yang dapat mengakibatkan terjadinya gagal panen adalah faktor salahnya dalam memilih varietas benih, seringkali petani memakai benih yang tidak sesuai kedaan wilayah sehingga terjadi serangan hama dan penyakit yang meningkat lebih cepat.

6. Serangan Hama Dan Penyakit

Faktor yang sering menjadi penyebab dari gagal panen adalah faktor serangan dari hama dan penyakit.
Hama dan penyakit yang sering mengakibatkan gagal panen adalah hama wereng, penggerek batang, penyakit kresek, blass dan hama yang lainnya.
Dibeberapa daerah di Indonesia, serangan hama dan penyakit seperti ini dapat mengakibatkan terjadinya gagal panen hingga puluhan atau bahkan ratusan hektar lahan pertanian yang bisa dikatakan gagal panen.

7. Cuaca Ekstrim

Faktor cuaca juga dapat mempengaruhi terjadinya gagal panen disuatu wilayah tersebut.
Cuaca ekstrim bisa dikatakan sama halnya dengan faktor bencana alam, kedua faktor tersebut tidak dapat diperkirakan kapan datangnya.
Namun kedua faktor tersebut sangat berpengaruh dalam terjadinya gagal panen, seperti contoh cuaca ekstrim seperti kemarau, angin dan hujan dengan frekuensi lebat.
Dari artikel diatas dapat kita ketahui bahwa didalam upaya atau cara merendam benih padi yang harus pertama kali anda lakukan adalah dengan melakukan seleksi benih yang bisa anda lakukan dengan cara penyortiran benih.
Maksudnya penyortiran benih adalah cara untuk menyeleksi benih-benih yang kualitasnya belum ada kepastian dengan cara merendamnya di wadah(ember, toples, dll) selama kurang lebih sekitar satu malam.
Disitu anda dapat membedakan mana benih padi dengan kualitas yang bagus dan mana benih padi yang kurang bagus yaitu dengan cara melihat benih yang tenggelam dan yang terapung dipermukaan air.
Benih yang unggul atau bagus akan tenggelam di air dan begitu sebaliknya benih padi yang kualitasnya kurang bagus akan terapung dipermukaan air.
Jadi itu tadi sedikit artikel mengenai bagaimana cara merendam benih padi dari perendaman benih padi sebelum menyemai hingga padi mulai ditanam.
semoga sedikit penjelasan dari saya ini dapat memberikan ilmu atau wawasan serta pemahaman bagi anda semua.