Select Page

Pada artikel kali ini, kita akan belajar cara menanam kangkung, simak semua langkah-langkah dan ulasan yang ada di artikel ini, supaya kangkung yang kalian budidayakan, mendapatkan hasil yang melimpah, dan menguntungkan tentunya.

Kangkung (Ipomoea aquatica Forsk.) adalah tumbuhan yang termasuk jenis sayur-sayuran dan ditanam sebagai makanan. Tanaman kangkung banyak dijual di pasar-pasar. Banyak terdapat di kawasan Asia dan merupakan tumbuhan yang dapat dijumpai hampir di mana-mana terutama di kawasan berair.

Varietas Kangkung

Varietas kangkung

Ada dua jenis kangkung yang biasa dibudidayakan di Indonesia, yaitu kangkung darat dan kangkung air, dan pada artikel kali ini kita akan bahas mengenai dua jenis kangkung ini, yuk simak

1. Varietas Kangkung Darat

Jenis varietas kangkung darat ini hanya dapat tumbuh dan berkembang biak di tempat yang kering. Kangkung darat memiliki ciri-ciri yaitu, batangnya lebih kecil serta berwarna putih kehijauan, daunnya tidak terlalu tebal serta lebih lunak daripada kangkung air, apabila kangkung ini dimasak, maka daunnya lebih cepat layu/masak, serta mempunyai bunga yang berwarna putih bersih.

2. Varietas Kangkung Air

Jenis varietas kangkung air ini bisa tumbuh dan berkembang biak di daerah yang cukup basah seperti parit, kolam atau genangan sawah. Tanaman kangkung air memiliki ciri-ciri yaitu batangnya semakin besar, dan memiliki warna daun yang hijau lebih gelap, kemudian daunnya lebih lebar serta sedikit keras daripada kangkung darat, daunnya lebih lama layu bila dimasak serta mempunyai bunga yang berwarna putih kemerah-merahan.

Cara Menanam Kangkung dan Syarat Tumbuh Tanaman Kangkung

cara menanam kangkung

 1. Cara Menanam Kangkung Dengan Cara Memperhatikan Iklim

Tanaman kangkung darat ini dapat tumbuh dengan sangat baik di sepanjang tahun. Jenis kangkung darat dapat tumbuh pada daerah yang memiliki iklim cukup panas dan beriklim dingin. Jumlah curah hujan cukup baik untuk pertumbuhan tanaman kangkung ini berkisar antara 500-5000 mm/tahun. Pada musim penghujan, tanaman kangkung pertumbuhannya sangat cepat dan sangat subur, apabila di sekelilingnya tidak tumbuh oleh rumput liar.

Kemudian, tanaman kangkung pada umumnya kuat untuk menghadapi rumput liar, sehingga tanaman kangkung dapat tumbuh di tempat seperti padang rumput, kebun atau ladang yang agak rimbun.

2. Cara Menanam Kangkung Dengan Cara Memperhatikan Suhu dan Cuaca

Tanaman kangkung sangat membutuhkan lahan yang terbuka atau mendapatkan sinar matahari yang cukup. Apabila kangkung ditanam ditempat yang ternaungi, tanaman kangkung akan tumbuh memanjang keatas tetapi batangnya kurus. Kangkung sendiri sangat kuat dalam  menghadapi panas terik dan kemarau yang panjang. Apabila ditanam di tempat yang terbuka, maka kualitas daun kangkung akan bagus dan lemas sehingga disukai oleh konsumen.

Suhu udara lahan sangat dipengaruhi oleh ketinggian tempat, setiap naik 100 meter, maka temperatur udara akan turun 1 derajat C. Apabila tanaman kangkung ditanam di tempat yang terlalu panas, maka batang dan daunnya akan menjadi agak keras, sehingga tidak disukai oleh konsumen.

3. Cara Menanam Kangkung Dengan Cara Memperhatikan Kondisi Lahan

Tanaman kangkung darat membutuhkan tanah yang benar-benar subur, dan juga gembur yang banyak mengandung bahan organik dan tidak dipengaruhi oleh keasaman tanah. Tanaman kangkung darat tidak membutuhkan tanah yang tergenang oleh air, karena akar kangkung akan mudah membusuk.

Sedangkan untuk kangkung air membutuhkan tanah yang selalu digenangi oleh air. Tanaman kangkung sendiri membutuhkan tanah datar untuk pertumbuhannya sendiri, karena tanah yang memiliki bentuk lereng yang tinggi tidak dapat mempertahankan kandungan dari air secara baik.

4. Cara Menanam Kangkung Dengan Cara Mengatur Ketinggian Lahan

Tanaman kangkung dapat tumbuh dan berproduksi dengan sangat baik di dataran rendah sampai dataran yang tinggi (pegunungan) kurang lebih 2000 meter dibawah permukaan laut. Maupun kangkung darat atau pun kangkung air, kedua varietas tanaman kangkung tersebut dapat tumbuh di mana saja, baik di dataran yang rendah maupun di dataran yang tinggi. Hasilnya akan tetap sama saja, asalkan jangan sampai dicampur.

Cara Menanam Kangkung dan Pengenalan Terhadap Hama Penyakit yang Menyerang Tanaman Kangkung

hama tanaman kangkung

Setiap kita membudidayakan sesuatu tanaman, entah itu jagung, kedelai, kangkung, dan tanaman organik lainnya, tentu kita tidak bisa menghindari sesuatu hal yang disebut dengan hama dan penyakit, kedua hal ini selalu muncul dan kita sebagai seorang pembudidaya harus dapat mengatasi hal ini, jika tidak, kita tidak akan mendapatkan hasil panen yang maksimal. Dibawah ini, kita akan mengetahui dan belajar mengenai hama-hama yang menyerang tanaman kangkung.

1. Bekicot

Hama ini merusak daun dan batang tanaman kangkung dengan cara menggerogoti, sehingga menyebabkan batang atau daun tanaman menjadi busuk. Hama bekicot ini menyerang pada bagian daun muda dan pada calon batang kangkung. Bekas gigitan hama bekicot ini akan menyebabkan serangan hama seperti jamur atau bakteri, yang menyebabkan daun dan batang menjadi layu kemudian menjadi busuk.

Pemberantasan hama bekicot ini adalah dengan membuang dan membasmi semua bekicot yang berada di tanaman dan lahan. Sebab mengapa hama bekicot dapat timbul adalah biasanya karena kebersihan sekitar tanaman kangkung yang tidak terjaga, sehingga menimbulkan kondisi lembab yang menjadi area kesukaan bekicot.

2. Ulat Grayak

Gejala dari serangan hama ulat grayak ini yakni, berupa daun yang berlubang dan bagian pinggir daun bergerigi yang disebabkan oleh bekas gigitan. Pengendalian hama ulat gayak ini bisa dilakukan apabila terjadi over populasi, sehingga Anda bisa menyemprotkan zat Sevin atau sejenisnya. Kemudian, untuk memberantas ulat ini, Anda bisa menggunakan Insektisida Diazinon 60 EC, dengan dosis sebesar 2 cc/liter air dan disemprotkan pada tanaman kangkung.

Saat membasmi hama, sebaiknya lahan pertanian dikeringkan terlebih dahulu selama kurang lebih 4-5 hari, kemudian diberi air kembali.

3. Kutu Daun

Serangan dari hama kutu daun dapat membuat tanaman kangkung menjadi kerdil dan daun kangkung menjadi melengkung, karena hama kutu daun senang menghisap cairan dari tanaman kangkung ini. Kutu daun bahkan dapat berlindung di bawah permukaan bawah daun sambil mengisap cairannya. Oleh sebab itu, Anda harus teliti mengamati setiap tanaman kangkung yang anda miliki.

4. Ulat Keket

Warna dari hama ulat ini yakni hijau muda dengan garis menyilang berwarna kuning. Bagian daun kangkung yang diserangnya akan rusak dan berlubang. Sedangkan untuk melakukan pengendalian, dapat dilakukan dengan cara menjaga jarak tanaman kangkung, serta teknik bercocok tanam yang harus baik, seperti melakukan pergiliran tanaman, hingga sanitasi yang baik dengan menjaga kebersihan kebun atau lahan kangkung anda.

Dalam melakukan pembasmian terhadap hama ini, obat pestisida tidak dianjurkan untuk digunakan, kecuali apabila serangannya bersifat eksplosif. Lebih baik, Anda dirumah menggunakan pestisida seperti nabati, sehingga sangat aman untuk tanaman kangkung.

Cara Menanam Kangkung

cara menanam kangkung

Oke, Sekarang kita akan membahas bagaimana cara menanam kangkung, simak semua langkah-langkahnya berikut ini,

1. Cara Menanam Kangkung yang Pertama Adalah Penyiapan Benih

Agar bisa mendapatkan tanaman kangkung yang baik, tentunya harus melakukan pemilihan benih kangkung yang baik pula tentunya. Ada beberapa benih unggul kangkung yang terkenal seperti varietas Sutera dan Bangkok. Benih kangkung sutera merupakan benih yang diintroduksi dari kangkung yang berasal dari negara Hawaii oleh Departemen Pertanian pada tahun 1980.

Namun yang banyak beredar saat ini adalah kangkung keluaran Bisi dan Panah Merah serta kangkung asal Jawa Timur seperti Sidoarjo. Cukup sulit untuk menelusuri varietas-varietas kangkung yang beredar dan diperjualbelikan dipasaran. Benih kangkung darat yang baik adalah benih yang daya tumbuhnya lebih dari 95 persen dan tumbuhnya tegak setidaknya hingga umur 8 minggu. Karena kangung darat yang tumbuh menjalar tidak begitu diminati pasar.

Usahakan jangan menggunakan benih yang telah disimpan lebih dari satu tahun. Karena produktivitasnya akan menurun.

2. Cara Menanam Kangkung yang Kedua Adalah Pengolahan Lahan dan Pemupukan Dasar

Pada budidaya kangkung darat  tanah harus diolah dengan dicangkul agar gembur kemudian buat bedengan dengan lebar 1 meter dan panjang menyesuaikan dengan petak lahan. Jarak setiap bedengan adalah sekitar 30-40 cm, fungsinya sebagai saluran drainase dan jalan untuk pemeliharaan tanaman dan pemanenan nantinya. Untuk budidaya kangkung organik, siapkan pupuk dasar dari jenis pupuk organik, bisa menggunakan pupuk kandang yang telah matang atau pupuk kompos.

Dan juga, pupuk kandang lebih praktis dikarenakan tidak perlu menyiapkan pupuk secara intensif, cukup mendiamkannya hingga kering sebelum digunakan. Sementara penyiapan pupuk kompos relatif lebih lama. Jika menggunakan pupuk kandang, ada baiknya memilih kotoran ayam dibandingkan kotoran kambing.

Dikarenakan pupuk dari kotoran ayam lebih cepat terurai, sehingga dapat cocok dengan tanaman kangkung yang memiliki sistem panen cepat. Sebarkan pupuk kandang tersebut di atas setiap bedengan, kira-kira 10 ton per hektar. Kemudian diamkan selama 2-3 hari.

3. Cara Menanam Kangkung yang Ketiga Adalah Penanaman

Penanaman pada budidaya kangkung darat dapat ditebar langsung  atau ditugal. Tetapi, menggunakan cara disemai dan lalu dipindah tidak terlalu ekonomis untuk budidaya kangkung darat. Cara ditebar langsung dilakukan dengan menebarkan benih di atas bedengan. Cara ini cukup cepat dan cocok dilakukan ditempat yang kurang orang atau ongkos tenaga kerja mahal. Kekurangan dari cara ini adalah boros pada penggunaan benih, karena bisa menghabiskan kurang lebih 5-10 kilogram benih per hektar.

Cara ini memerlukan pekerja yang terampil agar hasil tebar merata. Namun, hanya saja sulit untuk mendapatkan kepadatan populasi tanaman kangkung yang ideal. Yang dimana, kepadatan ideal bagi tanaman kangkung adalah 50.000 pohon per hektar lahan. Cara yang kedua yaitu, dengan ditugal. Enaknya dengan cara ini kita bisa mengatur jarak tanam sehingga bisa didapatkan kerapatan populasi tanaman yang ideal. Jarak yang harus dibuat antara lubang tugal adalah sekitar 10 x 5 cm, dan setiap lubang diisi kurang lebih 2-3 biji benih.

Namun hanya saja dengan cara ini, dibutuhkan lebih banyak lagi tenaga kerja dikarenakan pekerjaannya akan lebih lama.  Penugalan tidak perlu terlalu dalam, karena budidaya kangkung darat tidak memerlukan perakaran yang terlalu kuat.

4. Cara Menanam Kangkung yang Keempat Adalah Pemeliharaan dan Pemupukan Lanjutan

Saat membudidayakan tanaman kangkung darat tidak diperlukan pupuk yang intensif. Tanaman kangkung darat merupakan tanaman yang tahan pada kondisi kesuburan tanah yang sedang. Sebenarnya pemupukan awal sudah cukup untuk memberikan nutrisi pada tanaman hingga siap panen. Namun hal ini sangat tergantung pada kondisi kesuburan tanah masing-masing.

Lahan yang tanahnya sebelumnya pernah ditanami tumbuhan kacang-kacangan, relatif tidak memerlukan pupuk tambahan, cukup dengan pupuk organik dasar yang telah diberikan diawal sebelum penanaman. Namun hanya saja, apabila tanaman terlihat kurang subur yang ditandai dengan warna hijau pada daun yang mulai pudar perlu dilakukan pemupukan tambahan. Tanaman kangkung darat sangat responsif terhadap kandungan nitrogen.

Jika diperlukan, bisa diberikan pupuk organik yang kaya akan kandungan nitrogen seperti kotoran ayam yang telah matang dan bercampur sekam atau kompos yang kaya akan kandungan nitrogen. Pemeliharaan selanjutnya yang harus diperhatikan adalah penyiraman. Kangkung darat memerlukan banyak air untuk tumbuh. Tetapi, apabila curah hujan terlalu tinggi, daun yang dihasilkan tanaman kangkung akan jelek.

Saat musim kemarau perlu melakukan penyiraman yang benar-benar rutin, setiap pagi dan sore hari. Jika tanaman kangkung terlihat layu dan menguning disiang hari, lakukan juga penyiraman dengan intensitas kandungan air yang cukup. Kurangnya intensitas penyiraman di siang hari terik bisa membuat tanaman mati.

Hal selanjutnya adalah penyiangan, walaupun kangkung merupakan tanaman siklus cepat adakalanya tanaman muda kalah bersaing dengan rumput. Terutama saat penebaran benih awal, pertumbuhan dari benih menjadi tanaman relatif agak lama sehingga potensi tersalip gulma cukup tinggi. Namun jika terjadi hal seperti ini, gulma yang mengganggu tanaman kangkung tersebut harus cepat disingkirkan dengan cara dicabut.

5. Cara Menanam Kangkung yang Kelima Panen dan Pemasaran

Menanam tanaman kangkung darat dari awal penanaman benih hingga panen memakan waktu kurang lebih 30-45 hari. Pemanenan pada tanaman kangkung bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan cara dipotong dan dicabut. Terutama untuk kangkung organik, sebaiknya pemanenan kangkung dilakukan dengan cara dicabut. Dikarenakan selera pasar kangkung organik, yakni pasar-pasar modern, lebih dominan memilih ke tanaman kangkung yang lengkap dengan akarnya. Pemanenan dengan cara dicabut akan menghasilkan tanaman kangkung sebanyak 23 ton per hektar.

Manfaat Tanaman Kangkung

manfaat tanaman kangkung

1. Menjaga Kesehatan Mata

Tanaman kangkung kaya akan kandungan vitamin A yang baik untuk menjaga kesehatan mata. Pasalnya, vitamin A mampu melindungi kornea dan lapisan mata dari infeksi bakteri dan virus. Kandungan vitamin a ini juga bisa meningkatkan produksi cairan sehingga organ mata tidak kering.

2. Anti Radang

Ada sebuah penelitian dalam Research Journal of Pharmaceutical, tahun 2010 menyebutkan bahwa sayur kangkung air ini ternyata punya khasiat yaitu anti radang yang sangat mujarab. Gejala peradangan biasanya ditandai dengan adanya nyeri dan pembengkakan.

Pada penelitian tersebut disebutkan juga bahwa, kangkung diketahui sangat ampuh dalam melawan peradangan yang diakibatkan oleh infeksi bakteri yang bernama Staphylococcus aureus dan Bacillus subtilis. Bakteri-bakteri ini bisa menyebabkan penyakit MRSA, bintitan, serta keracunan makanan.

3. Mencegah Diabetes

Pada tahun 2013 yang lalu, para peneliti berhasil menemukan khasiat rutin dengan memakan kangkung air untuk mencegah diabetes pada ibu hamil dan juga bayinya. Penelitian dalam Journal of Diabetes ini juga mencatat bahwa sayur kangkung air ini bekerja sebagai anti oksidan. Dan juga anti oksidan tersebut mampu menangkal oksidasi penyebab diabetes pada sel-sel tubuh ibu hamil dan juga janin.

4. Melawan Kerusakan Hati

Terhitung sejak berabad-abad yang lalu, manfaat dari kandungan didalam tanaman kangkung diketahui mujarab untuk melawan kerusakan pada organ hati. Dan juga baru-baru ini penelitian dalam jurnal Molecules juga berhasil membuktikan manfaat tersebut. Kangkung bisa melindungi organ hati dari kerusakan, luka, dan peradangan yang berbahaya.

Lalu menurut para ahli, ini dikarenakan tanaman kangkung bisa memicu produksi enzim yang akan membersihkan (detoksifikasi) organ hati dari racun dan zat sisa yang dapat menyebabkan kerusakan yang berbahaya

5. Mencegah Dehidrasi

Cukup tingginya kandungan berbagai jenis mineral yang ada dalam tanaman kangkung membuat sayur ini sangat baik untuk mencegah dehidrasi. Ini dikarenakan peran utama mineral seperti contohnya kalium dan natrium yang ada di dalamnya. Kedua kandungan mineral tersebut bertanggung jawab atas menjaga keseimbangan cairan dan kadar elektrolit didalam tubuh manusia.

Oleh sebab itu, memakan sayur kangkung ini juga bisa mencegah Anda kehilangan terlalu banyak cairan dalam tubuh.

Itulah ulasan tentang cara menanam kangkung, Semoga bermanfaat bagi anda semua. Lalu, apakah kalian akan hanya membudidayakan kangkung saja?, kalian bisa coba dengan cara menanam tomat juga loh, simak semuanya di situs ini ya, terimakasih.