Select Page

Hasil Pertanian Indonesia – Secara awam bisa kita mengerti bahwa pertanian merupakan suatu kegiatan manusia yang berkaitan dengan holtikultura dan tanaman pangan , peternakan, dan perikanan.

Dalam catatan sejarah Indoensia sejak masa kolonial hingga saat ini tak dapat dipisahkan dari sektor pertanian dan perkebunan. Sebab sektor sektor ini memiliki arti yang sangat penting dalam menentukan penyusunan beragam sosial masyarakat dan realitas ekonomi di beragam wilayah Indonesia.

Sebagian besar mata pencaharian masyarakat di Indonesia adalah sebagai petani dan perkebunan, sehingga sektor ini sangat penting untuk dioptimalkan agar dapat memberikan kesejahteraan untuk negara kita.

Hasil pertanian Indonesia banyak juga yang diekspor keluar negeri seperti halnya cengkeh dan kelapa sawit.

Hasil pertanian Indonesia memang memiliki kualitas yang bagus dan bisa menandingi hasil pertanian dari negara lain. Untuk lebih mengetahui apa sajakah hasil pertanian indonesia, simak artikel dibawah ini.

Hasil Pertanian Indonesia

Berikut ini merupakan sebagian hasil  pertanian Indonesia yang bisa untuk dijadikan menjadi bisnis usaha.

1. Agave

Hasil Pertanian Indonesia

Hasil pertanian Indonesia yang pertama adalah agave, Agave adalah tanaman hias yang memiliki daun yang berwarna hijau muda berpadu dengan alur menyerupai pita yang bersisik.

Tanaman ini ditemukan pada abad 20. Agave bermanfaat sebagai bahan baku untuk membuat tali. Pabrik tali agave bertempat di daerah Pematang Siantar, Sumatera Utara.

2. Avokad

Hasil Pertanian Indonesia

Avokad (Persea Americana) merupakan jenis buah-buahan yang mempunyai berjuta khasiat dan manfaat bagi manusia.

Kandungan gizi yang terkandung dalam avokad yakni 95 mg fosfor, 23 mg kalsium, 1,4 mg zat besi, 1,3 mg potasium, 9 mg sodium, 8,6 mg niacin, 660 I.U. vitamin A, 82 mg vitamin C.

Daerah penghasil avokad terbesar di Indonesia berada di daerah Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dan Sumatera Barat.

3. Bawang Merah dan Bawang Putih

Hasil Pertanian Indonesia

Hasil pertanian Indonesia yang ketiga adalah bawang. Bawang dibagi menjadi dua yaitu bawang merah dan bawang putih.

Bawang putih adalah salah satu tumbuhan sayuran yang menjadi menu pokok hampir pada seluruh jenis kuliner dengan fungsi sebagai penyedap masakan dan memberikan serat bagi tubuh manusia.

Tempat penghasil bawang banyak terdapat di daerah Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan.

4. Beras atau Gabah

Hasil Pertanian Indonesia

Hasil pertanian Indonesia selanjutnya adalah beras, Beras berasal dari tanaman padi yang sudah diproses. Padi sendiri adalah makanan utama bagi masyarakat Indonesia, jadi tanaman ini mempunyai andil yang sangat besar dalam kehidupan masyarakat Indoensia.

Penghasil beras terbesar hampir merata di semua kawasan Nusantara, Jawa, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatera.

5. Kacang Buncis (Phaseolus Vulgaris L.)

Hasil Pertanian Indonesia

Kacang Buncis (Phaseolus Vulgaris L.) adalah tumbuhan yang berasal dari Amerika, sedangkan kacang buncis jenis tegak (kidney bean) atau kacang jogo adalah tumbuhan yang berasal dari daerah lembah Tahuacan-Meksiko.

Berkembangnya tanaman buncis dari Amerika ke Eropa mulai terjadi pada saat abad 16. Daerah terbanyak penyebarannya diawali di Inggris (1594), menyebar ke negara-negara Eropa, Afrika, sampai ke Indonesia.

Pembudidayaan tanaman buncis di Indonesia telah menyebar ke berbagai tempat. Tahun 1961-1967 luas areal penanaman buncis di Indonesia sekitar 3.200 hektare, tahun 1969-1970 seluas 20.000 hektare dan thn 1991 menempuh 79.254 hektare dengan hasil 168.829 ton.

6. Cengkeh

Hasil Pertanian Indonesia

Tanaman ini merupakan hasil pertanian Indonesia asli karena berasal dari Indonesia. Cengkeh adalah rempah-rempah purbakala yang sudah dikenal dan digunakan bertahun-tahun sebelum masehi.

Pohon cengkeh merupakan tanaman asli dari daerah Maluku (Ternate dan Tidore), yang dahulu dikenal oleh negara-negara luar sebagai Spice Islands.

Budidaya tanaman cengkeh saat si buah hati dilahirkan adalah kultur penduduk asli Maluku. Secara psikis ada pertalian antara perkembangan pohon cengkeh dengan buah hati sehingga pohon cengkeh benar-benar dijaga dan dirawat oleh penduduk Maluku.

Sekitar abad 16000 masehi, cengkeh pernah menjadi salah satu rempah yang paling diminati dan mahal di Eropa, bahkan lebih dari harga emas.

7. Durian atau Duren

Hasil Pertanian Indonesia

Durian (Bombaceae sp.) ialah tumbuhan buah berupa pohon. Sebutan durian adalah duren,  diduga bermula dari budaya Melayu yakni dari kata duri yang diberi akhiran sehingga menjadi duren.

Kata ini khususnya digunakan untuk menyebut buah yang kulitnya lancip menyerupai duri. Tanaman durian berasal dari hutan Kalimantan, Malaysia, dan Sumatra yang menjadi tanaman liar.

Penyebaran duren juga tersebar ke arah barat yaitu ke Birma, Thailand, India dan Pakistan. Buah duren telah diketahui di Asia Tenggara sejak abad 7 masehi.

8. Kacang Tanah

Hasil Pertanian Indonesia

Kacang tanah adalah hasil pertanian Indonesia yang berasal daribenua Amerika. Awal masuk kacang tanah ke Indonesia diprediksi dibawa oleh pedagang asal Spanyol, sewaktu melakukan perjalanan laut dari Mexico ke Maluku setelah tahun 1597.

Tahun 1863 Holle membawa kacang tanah dari Inggris, dan tahun 1864 Scheffer memasukkan pula kacang tanah dari daerah Mesir.

Kulit kacang tanah bisa digunakan untuk makanan ternak, sedangkan isi atau bijinya bisa dimanfaatkan untuk dimakan sebagai sumber protein nabati , minyak dan lain-lain.

9. Kedelai

Hasil Pertanian Indonesia

Hasil pertanian Indonesia yang terahir adalah kedelai. Kedelai (Glycine Max) sudah ada sejak 1500 tahun sebelum masehi dan diprediksi baru masuk Indonesia, terutama di pulau Jawa sekitar tahun 1750.

Kedelai bermanfaat sebagai zat pembangun untuk tubuh, mengurangi gejala menopouse, mencegah atherosclerosis, mencegah osteoporosis, mencegah osteoporosis, mengurangi gejala menopouse, mencegah atherosclerosis, mencegah kanker, meringankan diabetes.

Selain banyak dibudidayakan di Jawa, Bali, dan Lombok, kedelai juga terdapat di daerah  Aceh, Jambi, Papua, dan Kalimantan Barat.

Apakah yang Dimaksud Dengan Pertanian?

Yang dimaksud dengan pertanian yaitu suatu kegiatan manusia dalam memanfaatkan sumber daya hayati untuk dapat menghasilkan bahan pangan, sumber energi, bahan baku industri dan untuk mengelola lingkungannya. Seperti itulah arti dari pertanian secara umum.

Arti pertanian secara luas adalah pemanfaatan sumber daya hayati yang dilakukan oleh manusia dengan cara menanam tanaman produktif yang dapat menghasilkan dan dipergunakan untuk kehidupan.

Seluruh kegiatan yang mencakup pertanian, perkebunan, kehutanan, peternakan dan perikanan yang hasilnya dapat digunakan untuk kehidupan manusia.

Sedangkan arti pertanian secara sempit yaitu proses budidaya tanaman pada suatu lahan yang hasilnya bisa mencukupi kebutuhan manusia.

Disebut juga proses bercocok tanam yang dilakukan di lahan yang telah di siapkan sebelumnya dan dikelola menggunakan cara manual tanpa terlalu banayk menggunakan manajemen.

Aktivitas pertanian yang ada di Indonesia terbagi menjadi dua macam diantaranya pertanian lahan basah dan kering.

Pertanian Lahan Basah

Pertanian lahan basah adalah pertanian yang lahannya digenangi air atau dikenal dengan sawah, pertanian ini banyak dilakukan di dataran rendah, biasanya berlokasi sekitar 300 m diatas permukaan laut.

Karena di wilayah itu umumnya banyak sungai dan adanya irigrasi untuk pengairannya, contoh pertanian lahan basah misalnya seperti pertanian pesawahan, rawa-rawa dan hutan bakau.

Pertanian Lahan Kering

Sedangkan pertanian lahan kering adalah pertanian yang lahannya tidak digenangi oleh air tentu saja tanaman yang ditanam tidak memerlukan genangan air pada lahannya untuk tumbuh.

Biasanya berlokasi diatas 500 m di atas permukaan laut tapi banyak jugayang melakukan pada dataran rendah. Contoh pertanian lahan kering seperti pertanian terong, cabai, kacang-kacangan, ubi-ubian dan lain-lain.

Bentuk-bentuk Pertanian yang Terdapat di Indonesia

Beberapa bentuk pertanian yang terdapat di Indonesia, diantaranya sebagai berikut.

1. Sawah

Sawah ialah suatu bentuk pertanian yang dilakukan pada lahan basah, sawah membutuhkan banyak air. Berikut bentuk-bentuk sawah diantaranya:

Sawah Irigrasi

Merupakan jenis sawah yang mendapatkan air secara teratur sepanjang tahunnya, sawah ini biasanya mampu menghasilkan panen tiga kali dalam satu tahun.

Sawah Tadah Hujan

Yang jenis ini adalah sawah yang mendapatkan air hanya dari hujan yang turun ke bumi saja. Dalam artian lain sawah ini tidak dialiri air selain air hujan

Sawah Bencah atau Sawah Pasang Surut

Sawah yang lokasinya berada dekat dengan muara sungai atau tepi pantai. Padi yang sering ditanam pada waktu surut dan jenis padi yang ditanam umumnya adalah gogo rencah.

Sawah Lebak

Sawah lebak adalah jenis sawah yang ditanami padi yang letaknya berada di pinggir sungai (kanan atau kiri sungai).

2. Pekarangan

Pekarangan ialah suatu lahan yang letaknya berada di lingkungan pemukiman atau lingkungan rumah dan umumnya dibatasi dengan pagar. Lahan pekarangan sering ditanami dengan tanaman pertanian.

3. Tegalan

Tegelan adalah area dengan lahan kering, yang bergantung kepada pengairan air hujan. Biasanya tegelan ditanami tanaman musiman dan terpisah dari lingkungan sekitar rumah atau sekitar pemukiman.

Tanah tegalan sulit untuk dibangun irigrasi, karana permukaannya tidak rata. Saat musim panas lahan tegelan akan sulit untuk ditanami tanaman pasalnya tanahnya kering.

4. Ladang Berpindah

Yaitu kegiatan pertanian yang dimana lahannya berpindah-pindah, dilakukan pada banyak lahan hasil dari pembukaan semak yang dimana setelah beberapa kali ditanami dan panen akan berpindah lahan.

Jika tanah sudah tidak subur lagi maka akan berpindah ke lahan lain yang tanahnya masih subur atau tanah yang sejak lama tidak ditanami tanaman.

5. Hidroponik

Cara menanam sayuran hidroponik adalah kegiatan bercocok tanam yang dilakukan tanpa tanah melainkan air yang mengandung nutrisi-nutrisi yang baik untuk pertumbuhan tanaman. Kalian bisa menggunakan  porus seperti sterofoam, pasir.

Kegiatan budidaya dengan cara hidroponik harus lakukan dengan perhitungan yang tepat, karena kalian harus memperhitungkan seberapa banyak nutrisi yang dibutuhkan oleh tanam. Jika tanaman mengalami kekurangan nutrisi bisa berakibat kegagalan panen.

Jenis – Jenis Hasil Pertanian Indonesia

Ada berbagai jenis hasil pertanian Indonesia yang ditanam para petani. Berikut jenis – jenis hasil pertanian indonesia.

1. Hasil Pertanian Indonesia Berupa Tanaman Pangan

Tanaman pangan bisa dikatakan jenis tanaman yang dapat menghasilkan karbohidrat dan protein. Jika ingin menanamnya sendiri harus mengetahui teknik budidaya tanaman pangan yang benar agar mendapatkan hasil yang maksimal.

Hasil dari pertanian tanaman pangan contohnya seperti: padi, kedelai, jagung, kacang tanah, ketela pohon dan ubi jalar.

2. Hasil Pertanian Indonesia Berupa Tanaman Perdagangan

Tanaman jenis ini dapat dikatakan jenis tanaman yang hasilnya selalu dijual atau di perdagangkan. Hasil daripertanian tanaman perdagangan misalnya seperti: Teh, kopi, kelapa, tebu, cengkeh, kina, karet dan lain-lain.

Sifat – Sifat Hasil Pertanian Indonesia dan Cara Menanganinya

Sifat-sifat hasil pertanian penting diketahui, terutama untuk keperluan penjualannya. Hasil atau produk pertanian mempunyai sifat berbeda dengan produk non pertanian.

Secara kualitas tiap unit produknya sudah bisa dilihat perbedaannya, jika produk industri dapat menghasilkan produk yang seragam, namun jika pertanian akan menghasilkan produk yang beragam.

Seumpama, dalam satu pohon jeruk tidak akan menghasilkan buah-buah jeruk yang memiliki kualitas yang sama dan identik.

Mengetahui sifat hasil pertanian perlu diperhatikan juga karena berpengaruh menentukan bagaimana langkah pemasarannya. Pemasaran yang dimaksud ialah bagaimana proses aliran hasil pertanian yang terjadi dari petani sampai ke tangan konsumen.

Karena hasil pertanian yang mempunyai sifat yang khas ini, maka diperlukan penanganan yang khusus. Berikut sifat – sifat hasil pertanian yang perlu diperhatikan dan bagaimana cara menanganinya.

1. Mudah Rusak

Hasil pertanian memang tidak dapat bertahan dalam waktu yang lama tanpa penanganan tertentu. Namun, sifat ini juga sering disebabkan oleh rendahnya kualitas penangan pascapanen, seperti kandungan air yang terlalu tinggimengakibatkan produk mudah membusuk.

Cara penanganannya ialah bisa dengan penyimpanan, pengolahan, dan distribusi. Penyimpanan yang dimaksud ialah dengan menempatkan produk di tempat atau alat yang mampu menambah ketahanannya, seperti mesin pendingin atau gudang yang sudah dimodifikasi.

Terakhir yaitu dengan cara mendistribusikan produk secara cepat sebelum produk mengalami perusakan.

2. Musiman

Sifat ini adalah sifat yang unik dari hasil pertanian. Musiman artinya tidak setiap saat produk tersebut dihasilkan atau hasil produksinya akan diperoleh pada waktu-waktu tertentu.

Sifat ini mengakibatkan ketidakstabilan harga produk tertentu di pasaran, kadang akan berharga tinggi dan kadang juga sangat rendah.

Cara penangannya dengan cara penyimpanan dan pengolahan. Penyimpanan yang dimaksud ialah dengan tidak menjualnya semua hasil pertanian saat musim panen, sebagian hasil bisa disimpan terlebih dahulu.

Hal ini bertujuan mencegah turunnya harga produk karena jumlahnya yang terlalu banyak di pasar. Pengolahan juga dapat dilakukan agar produk menjadi berbeda, tahan lama, dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

3. Kualitas Beragam

Hasil pertanian dapat dibilang selalu tergantung dengan alam. Manusia tidak bisa dengan pasti menjadikan produk yang dihasilkan akan seragam, oleh karenanya hasil pertanian mempunyai sifat kualitas beragam.

Pada satu musim panen pasti akan ada perbedaan tiap unitnya, misalnya tidak mungkin ada satu pohon jambu yang mampu menghasilkan jambu-jambu yang sama identik, pasti ukurannya akan berbeda-beda.

Cara menanganinya bisa dengan melakukan sortasi dan standarisasi. Cara ini dilakukan dengan mengumpulkan produk yang sama kualitasnya.

Indikator yang bisa dipakai ukuran, berat, bentuk, warna, aroma, kesegaran, ataupun panjang produk. Jadi, dalam proses pemasaran bisa lebih mudah dalam penentuan harganya.

4. Letaknya di Pedesaan

Sifat terakhir dari hasil pertanian yaitu letaknya di pedesaan. Mayoritas semua hasil pertanian memang ditanam dan dhasilkan di wilayah pedesaan. Padahal kebanyakan konsumennya ada di daerah perkotaan.

Cara penangannya ialah dengan distribusi, pengangkutan, dan pengolahan. Hasil pertanian harus didistribusikan ke luar pedesaan, pengangkutan harus dengan cara yang aman.

Jangan sampai saat proses pengangkutannya justru bisa merusak produk yang dibawa. Untuk mengurangi risiko tersebut juga dapat dilakukan pengolahan terlebih dahulu.

Sekian artikel yang membahas tentang hasil pertanian Indonesia, semoga dapat menambah wawasan kita khususnya dalam bidang pertanian dan mohon maaf jika ada kesalahan. Sekian dan terimakasih.