Select Page

Disini kami akan memberitahu tentang Cara Pemupukan Melon agar berbuah manis. Maka dari itu pada artikel kali ini kami akan memberikan sedikit panduan tentang cara memberikan pupuk susulan dengan benar sehingga petani pemula pun bisa lekas paham dan tidak sembarangan dalam memberikan pupuk.

Pada abad ke-14, buah melon dibawa ke Amerika oleh Columbus dan akhirnya ditanam secara luas di daerah Colorado, California. Akhirnya melon tersebar luas ke seluruh penjuru dunia, terutama di daerah tropis dan subtropis, termasuk Indonesia. Setelah tahun 1990, melon berkembang sangat besar di Indonesia.

Tanaman melon adalah salah satu tanaman buah-buahan yang semusimnya memiliki arti penting bagi perkembangan sosial ekonomi, khususnya dalam peningkatan pendapatan petani. Dan juga perbaikan gizi untuk masyarakat dan perlusan keksempatan kerja.

Melon biasanya lebih senang tumbuh di dataran menengah yang suhunya agak dingin, yakni pada ketinggian 300-1.000 m dpl. Di dataran rendah yang mempunyai ketinggian kurang dari 300 m dpl, buah melon berukuran lebih kecil dan dagingnya agak kering (kurang berair). Pada dasarnya, biasanya melon membutuhkan air yang cukup banyak. Jadi, sebaiknya air itu berasal dari irigasi, bukan dari air hujan.

Syarat Tumbuh Tanaman Melon

Pada umumnya buah melon tumbuh dengan sempurna dengan ketinggian 250 – 700 mdpl. Pada kelembaban udara 50 – 70%. Suhu yang sangat cocok antara 25 – 30 derajat celcius. Curah hujan 1500 – 2500 mm/tahun, kualitas buah terbaik adalah jika dibudidayakan di daerah yang mempunyai perbedaan suhu antara siang dan malam yang cukup signifikan.

Daerah tersebut biasanya berada di daerah panas, pH ideal untuk budidaya melon antar 6 – 7 (netral). Langkah – langkah cara pemupukan melon susulan dapat dibagi menjadi 3 fase yaitu fase vegetatif (pertumbuhan awal), generatif (pembungaan dan pembuahan) serta fase pembesaran atau pematangan buah.

1.Pupuk Susulan Pada Fase Pertumbuhan Awal di Cara Pemupukan Melon  (Vegetatif)

Jadi, pemupukan susulan yang diberikan untuk pertama kalinya pada cara pemupukan melon adalah pada fase pertumbuhan alias vegetatif. Sebelumnya perlu anda ketahui terlebih dahulu bahwasanya pada fase pertumbuahan awal ini sistem imun tanaman belum terbentuk sempurna.

Selain itu kadar fitohormon tanaman seperti auksin masihlah sangat tinggi sehingga laju pertumbuahnnya akan sangat cepat. Pada fase awal ini sebenarnya unsur yang sangat dibutuhkan oleh tanaman ini ialah Nitrogen.

Akan tetapi anda harus ingat bahwa sistem imun tanaman yang masih lemah akan membuatnya rentan terhadap serangan penyakit, padahal Nitrogen ini selain menyuburkan tanaman dia juga akan menyuburkan jamur serta bakteri patogen (jahat). Oleh karena itu kita wajib memberikan asupan unsur hara yang seimbang dan sesuai dengan porsi.

Jadi marilah gunakan pupuk NPK sperti Phonska atau Mutiara setelah 1 minggu tanam. Anda juga bisa mencampurnya dengan ZA + SP-36 + KCL dengan perbandingan 1 : 1 : 1 (sama). Dosis yang diberikan adalah yang bisa melarutkan 1 gelas (300cc) butiran NPK/campurkan dengan 25-30L air.

Kocorkan pada tanaman tersebut sebanyak 50 cc per tanaman. Interval pemberiannya sekitar 7-10 hari sekali dan sebaiknya dilakuakn setelah pengairan. Jangan lupa agar memperhatikan unsur mikro tanaman dengan pemberian secara kocor maupun semprot menggunakan pupuk cair yang banyak dijual di toko pertanian.

Pemupukan ini dilakukan hingga tanaman sudah memasuki fase generatif (berbunga) nanti. Itulah panduan cara memberkian pupuk susulan pada fese pertumbuhan awal (vegetatif).

2. Pupuk Susulan Pada Fase Pembungaan di Cara Pemupukan Melon (Generatif)

Biasanya setelah 1 bulan tanaman ini akan memasuki fase generatif (tergantung jenis tanaman). Pada saat berbunga, kebutuhan nutrisi tanaman ini harus diatur ulang. Dalam fase ini tidak usah dibuat merata namun dibuat unggul saja, salah satu unsur yang penting untuk membentuk bunga yaitu unsur Fosfor (Phospat) dan menurunkan Nitrogennya.

Jadi anda tetap bisa menggunakan NPK namun menambahkannya dengan SP-36 dengan perbandingan 1 : 1 (misal 1 kg NPK PHONSKA + 1 kg SP-36). Disini unsur N dan K masih tetap ada tetapi unsur P menjadi lebih banyak. Kalau anda hendak mencampurnya sendiri maka campurkanlah ZA+SP36+KCL dengan perbandingan 1 : 3 :1 (unggul Phospat).

Larutannya dibuat sama dengan setiap 1 gelasnya (300cc) pupuk untuk 25-30 L air. Dikocorkan ke lubang buatan kurang lebih 10cm didekat pangkal tanaman. Interval juga sama dengan 7-10 hari sekali. Unsur mikro tetap diberikan dengan cara semprot bisa juga dengan dikocor.

3. Pupuk Susulan Pada Fase Pengisian Buah di Cara Pemupukan Melon

Setelah melewati fase pembungaan maka tanaman akan memasuki fase terakhir yaitu fase pengisian buah atau umbi. Jadi, pupuk susulan yang akan kita gunakan juga wajib di setel ulang. Ada dua jenis setelan disini, pertama merupakan untuk tanaman yang sekali berbuah yaitu seperti semangka, melon, ubi, jagung, dan lain – lain.

Karena kita hanya akan membesarkan beberapa buah maka unsur hara yang ditingkatkan adalah Kalium. Kalium sangat bermanfaat dalam membesarkan buah dan juga menigkatkan kualitas dan rasa buah itu sendiri. Campurkan NPK bersama KCL perbandingannya 1 : 2 atau campurkan pupuk ZA+SP+KCl dengan perbandingan 1 : 1 : 3 (unggul kalium).

Unsur N dan P dikurangi supaya tanaman hanya fokus untuk membesarkan buah dan tidak membentuk tunas baru maupun bunga baru. Sedangkan yang Kedua ialah untuk tanaman yang tipikalnya lebih dari satu kali  panen dimana antara buah dan bunga saling susul menyusul seperti halnya cabe.

Disini baik dari unsur Fosfor maupun Kalium tetap harus sama yaitu sama – sama ditambah. Berbeda dengan unsur N yang bisa diturunkan. Campurkanlah NPK sama SP36 dan KCL dengan perbandingan 1 : 2 : 3 maka akan berimbang antara bunga baru dan bauh yang sudah jadi.

Larutannya juga dibuat sama yaitu setiap 1 gelasnya (300cc) sama dengan 30 L air lalu kocorkan ke lubang buatan sekitar 10-15 cm dari pangkal tanaman. Interval pemupukan bisa mencapai sekitar 10 hari sekali. Tapi jangan lupa untuk tetap memberikan unsur mikro dengan cara menyemprotnya pada daun tanaman.

Manfaat dari Buah Melon

cara pemupukan melon

Bantu Menurunkan Berat Badan

Kandungan air yang tinggi dan rasa yang manis membuat semua orang yang memakan buah ini akan merasakan kenyang. Maka tak heran, jika manfaat melon ini sangat cocok dimakan bagi kamu yang sedang menurunkan berat badan.

Mencegah Rambut Rontok

Melon merupakan sumber yang sangat baik untuk betakaroten yang terdapat dalam vitamin A. Jadi, vitamin ini memberikan manfaat melon bagi kesehatan khususnya untuk pertumbuhan rambut anda.

Menjaga Kesehatan Mata

Beberapa study menyebutkan bahwa melon merupakan buah yang kaya akan vitamin A. Karena vitamin A yang terdapat di dalam buah melon inilah, peneliti percaya bahwa manfaat melon dapat mencegah katarak, degenerasi makula, menjauhkan mata dari sinar radiasi dan menjaga kesehatan mata lainnya.

Mencegah Kanker

Penelitian menyebutkan bahwa manfaat melon mengandung berbagai macam nutrisi dan senyawa organik yang sangat baik untuk mencegah kanker usus, kanker paru-paru, kanker payudara dan kanker mulut. Nutrisi dan senyawa yang ada pada buah melon dikatakan bisa menangkap radikal bebas penyebab kanker dengan sangat baik.

Mencegah Diabetes

Nutrisi berupa pektin yang ada pada buah melon dipercaya bisa mengatur sekresi glukosa ke dalam aliran darah sehingga membuat tubuh anda terbebas dari risiko diabetes. Selain pektin, nutrisi lain yang ada di dalam buah melon dipercaya bisa menetralkan kadar glukosa dalam darah.  Oleh karena itu, manfaat melon ini dapat membantu penderita diabetes untuk mengonsumsi buah melon.

Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Supaya tubuh tetap bugar, sehat dan sistem kekebalannya pun semakin baik, pastikan untuk mengkonsumsi buah melon. Sebuah studi menyebutkan bahwa vitamin A dan C serta nutrisi yang ada pada buah melon sangat cocok untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.  Vitamin A dan C ini juga merupakan antioksidan yang dapat melindungi tubuh dari segala macam penyakit maupun infeksi.

Menyehatkan Sistem Pencernaan

Melon merupakan salah satu buah yang kaya dengan seratnya. Serat yang ada pada buah melon ini bisa membuat sistem pencernaan semakin sehat. Serat juga dapat membuat perut awet kenyang. Untuk itu, buah melon juga sangat disarankan untuk dikonsumsi bagi anda yang sedang menjalankan program diet.

Demikianlah artikel tentang Cara Pemupukan Melon yang benar. Agar anda tidak sembarangan lagi memberi pupuk susulan. Sebenarnya anda bisa berkreasi sendiri selama anda masih bisa memahami tentang dasar-dasar teori pemupukan berdasarkan fase perkembangan tanaman.

 

× Whatsapp Kami!