Select Page

Pada artikel kali ini kami akan memberikan artikel tentang cara pemupukan semangka yang benar. Hampir pada setiap penanaman tanaman selalu ada pemberian pupuk. Peranan pupuk sendiri sangatlah penting. Pupuk bisa diibaratkan seperti makanan bagi manusia.  Pada pupuk terkandung berbagai macam unsur hara baik makro maupun mikro yang merupakan asupan nutrisi bagi tanaman sebagai menunjang pertumbuhan dan perkembangannya.

Kita mengenal dua tahap pemupukan pada tanaman yaitu pupuk awal dan pupuk susulan. Pupuk awal biasa diberikan pada saat pertama pengolahan dan persiapan lahan. Sedangkan pupuk susulan diberikan sesudah tanaman ditanam di lahan tersebut yang tujuannya agar senantiasa mensuplai kebutuhan nutrisi selama tanaman tumbuh dan berkembang.

Cara Pemupukan Semangka fase Awal

Cara Pemupukan Semangka

Pemupukan awal dilakukan sebelum bibit semangka ditanam di bedengan atau di lahan tanam. Hal itu dilakukan karena pada awal pertumbuhannya, tanaman semangka membutuhkan unsur hara yang lengkap. Pupuk awal yang diberikan berupa pupuk kandang dari kotoran ternak dan pupuk buatan atau pupuk kimia seperti NPK, atau campuran dari Urea, ZA, SP36, dan KCl.

Pemupukan memakai pupuk kandang sebaiknya dilakukan dua minggu sebelum penanaman / pembibitan. Pupuk yang digunakan dapat berupa seperti kotoran sapi, kerbau, kambing, ataupun kotoran ayam. Perlu diperhatikan bahwa kotoran ternak yang digunakan yaitu yang sudah matang atau sudah jadi pupuk.

Budidaya semangka intensif menggunakan air yang memerlukan pupuk kandang sebanyak 1,5 kg per tanaman. Teknik pemberian pupuk yang ideal untuk penanaman semangka dengan sistem mulsa yaitu dengan menebarkan pupuk di lahan bedengan secara merata, selanjutnya tanah bedengan diaduk menggunakan cangkul sampai pupuk tercampur merata.

Takaran pupuk mengikuti pola dan jarak tanam yang akan digunakan. Bila pola penanaman berjajar dua baris dalam satu bedeng dengan jarak dalam baris sekitar 90 cm, tiap jarak 90 cm ditebarkan 3 kg pupuk kandang. Pupuk kimia yang digunakan untuk pemupukan awal tanaman semangka ialah Urea, ZA, SP36, KCl, dan Borat. Selain itu, bisa juga ditambahkan dengan pestisida seperti Furadan atau Indofuran.

Pemberian pupuk kimia pada budidaya tanaman semangka dengan menggunakan mulsa bisa dilakukan tepat sebelum pemasangan mulsa. Waktunya satu minggu setelah pemberian pupuk kandang atau satu minggu sebelum pembibitan.

Pemberian pupuk kimia dilakukan dengan cara ditaburkan di atas permukaan bedengan dengan takaran 200 gram campuran pupuk per 90 cm panjang bedengan. Sesudah pupuk ditaburkan, bedengan dicangkul sampai pupuk tercampur rata dengan tanah. Selanjutnya bedengan disiram dan dipasangi mulsa plastik.

Cara Pemupukan Semangka fase Susulan

Cara Pemupukan Semangka

Banyak sekali petani pemula yang masih tidak paham mengenai cara memberikan pupuk susulan. Dimana pupuk susulan ini kebanyakan ialah pupuk anorganik seperti ZA, SP, KCL, PHONSKA, MUTIARA, KNO dan lainnya yang mana notabenenya akan berdampak buruk jika diberikan secara berlebihan. Jadi harus pas sesuai dengan kebutuhan tanaman.

Fase pemberian pupuk susulan dapat terbagi menjadi 3 macam yaitu fase vegetatif atau pertumbuhan awal, generatif atau pembungaan dan pembuahan serta fase pembesaran atau pematangan buah.

1. Pupuk Sususlan pada Fase Vegetatif (Pertumbuhan Awal)

Jadi, pemupukan susulan yang diberikan pertama kali yaitu pada fase pertumbuhan alias vegetatif. Sebelumnya perlu anda ketahui terlebih dahulu bahwasanya pada fase pertumbuahan awal ini sistem imun tanaman tidak terbentuk sempurna. Selain itu kadar fitohormon tanaman seperti auksin masihlah cukup tinggi sehingga laju pertumbuahnnya bisa sangat pesat. Pada fase awal ini sebenarnya unsur yang paling dibutuhkan tanaman yaitu Nitrogen.

Akan tetapi anda harus ingat bahwa sistem imun tanaman yang masih lemah sangat membuatnya rentan terhadap serangan penyakit, padahal Nitrogen ini selain menyuburkan tanaman juga dapat menyuburkan jamur serta bakteri patogen (jahat).

Oleh sebab itu kita wajib memberikan asupan unsur hara yang seimbang dan sesuai porsi. Jadi gunakanlah pupuk NPK seperti Phonska atau Mutiara sesudah 1 minggu tanam. Anda juga dapat mencampur antara ZA + SP-36 + KCL dengan perbandingan 1 : 1 : 1 (sama). Dosis yang dipakai ialah melarutkan 1 gelas (300cc) butiran NPK/campuran dengan 25-30L air. Kocorkan pada tanaman sebanyak 50 cc setiap tanaman. Interval pemberiannya ialah 7 hingga 10 hari sekali dan sebaiknya dilakuakn sesudah pengairan.

Jangan lupa untuk melihat unsur mikro tanaman dengan cara pemberian secara kocor maupun semprot menggunakan pupuk cair yang banyak dijual di toko pertanian. Pemupukan ini dilakukan sampai tanaman memasuki fase generatif (berbunga) nanti. Itulah panduan cara memberkian pupuk susulan pada fese pertumbuhan awal atau vegetatif.

2. Pupuk Sususlan pada Fase Generatif (berbunga)

Biasanya sesudah 1 bulan tanaman akan memasuki fase generatif (tergantung jenis tanaman). Pada waktu berbunga, kebutuhan nutrisi tanaman wajib diatur ulang. Kali ini tidak dibuat merata namun digunakan unggul salah satu unsur yang penting untuk membentuk bunga merupakan unsur Fosfor (Phospat) dan menurunkan Nitrogennya.

Jadi anda tetap dapat menggunakan NPK namun menambahkan SP-36 dengan dosis perbandingannya 1 : 1 (contohnya 1 kg NPK PHONSKA + 1 kg SP-36). Disini unsur N dan K masih tetap ada tetapi unsur P menjadi sangat banyak. Kalau anda ingin mencampur sendiri maka campurkan ZA+SP36+KCL dengan dosis perbandingannya 1 : 3 :1 (unggul Phospat).

Larutannya dibuat sama rata yaitu setiap 1 gelas (300cc) pupuk untuk 25 sampai 30 L air. Dikocorkan ke dalam lubang buatan kurang lebih sekitar 10cm didekat pangkal tanaman. Interval juga sama yaitu 7 hingga 10 hari sekali. Unsur mikro tetap diberikan dengan cara semprot bisa juga dengan kocor.

3. Pupuk Susulan pada Fase Pengisian Buah

Setelah melewati fase generatif atau pembungaan maka tanaman akan memasuki fase pengisian buah atau umbi. Nah pupuk susulan yang akan kita guanakan juga wajib di setel ulang. Ada dua macam setelan disini. Pertama yaitu untuk tanaman yang sekali berbuah contohnya seperti semangka, melon, ubi, jagung dll. Karena hanya dapat membesarkan beberapa buah maka unsur hara yang ditingkatkan adalah Kalium.

Kalium sangat bermanfaat untuk membesarkan buah serta menigkatkan kualitas dan rasa buah itu sendiri. Campurkan NPK dengan KCL dengan perbandingan dosisnya 1 : 2 atau campurkan pupuk ZA+SP+KCl dengan perbandingan dosisnya 1 : 1 : 3 (unggul kalium). Unsur N dan P dikurangi supaya tanaman hanya fokus membesarkan buah dan tidak membentuk tunas bau maupun bunga baru.

Sedangkan yang Kedua ialah untuk tanaman yang ciri khasnya lebih dari satu kali panen dimana antara buah dan bunga saling susul menyusul seperti cabe. Disini baik unsur Fosfor ataupun Kalium tetap wajib sama – sama ditambah. Sedangkan unsur N dapat diturunkan. Campurkanlah NPK dengan SP36 dan KCL dengan perbandingan dosisnya 1 : 2 : 3 jadi akan berimbang antara bunga baru dan bauh yang sudah jadi.

Larutannya juga harus dibuat sama yaitu tiap 1 gelas (300cc) dengan 30 L air lalu kocorkan ke lubang buatan sekitar 10-15 cm dari pangkal tanaman. Interval pemupukan bisa setiap 10 hari sekali. Tapi jangan lupa untuk tetap harus memberikan unsur mikro dengan cara semprot pada daun.

Manfaat Buah Semangka

Cara Pemupukan Semngka- Mencegah Impoten

Manfaat buah semangka secara alami bisa dirasakan oleh pria. Semangka bisa digunakan sebagai obat kuat pria yang dapat menjaga kesuburan. Dengan mengonsumsi semangka secara rutin, maka bisa mengobati dan mencegah impoten. Impoten merupakan kondisi ketika penis tidak mampu ereksi atau mempertahankan ereksi walaupun adanya rangsangan seksual.

Cara Pemupukan Semangka- Mengatasi Lemak yang Menumpuk

Kandungan asam amino citruline yang dimiliki semangka bisa secara efektif mengatasi lemak yang menumpuk dalam tubuh. Semangka bisa melemahkan sel-sel lemak dalam tubuh dan melarutkannya dalam saluran pencernaan. Maka semangka bisa anda gunakan jika sedang menjalani diet.

Cara Pemupukan Semngka- Menyehatkan Jantung

Semangka sangat kaya likopen yang bisa melindungi tubuh dari kolesterol jahat. Hal ini yang membuat semangka mampu membantu anda menjaga kesehatan jantung.

Cara Pemupukan SemangkaMembantu Mencukupi Kebutuhan Gizi Harian

Semangka merah termasuk buah yang rendah akan kalori. Ada banyak kandungan gizi yang dimiliki oleh buah semangka. Kandungan yang dimilikinya sangat bagus untuk memenuhi kebutuhan gizi yang dibutuhkan oleh tubuh kita.

Cara Pemupukan Semngka- Menurunkan Tekanan Darah

Manfaat semangka selanjutnya yaitu bisa membantu menurunkan tekanan darah. Buah ini mempunyai efek yang sangat baik untuk mengatasi tekanan yang terlalu berat pada pembuluh darah. Hal ini yang membuat buah semangka sangat bermanfaat untuk mencegah penyakit hipertensi.

Dmikianlah artikel tentang cara pemupukan semangka yang benar. Sebenarnya anda dapat berkreasi sendiri jika anda mengetahui dasar – dasar pemupukan. Sekian dan terima kasih.

× Whatsapp Kami!